Tips Menjadi Remaja Kekinian Yang Memiliki Kesehatan Mental Secara Psikologi

Hi sobat Ruang Karya ... kali ini kita bertemu dalam topik yang sangat menarik yaitu, bagaimana menjadi remaja kekinian namun tetap menjaga dan memperhatikan kesehatan mental dari kacamata Psikologi.

Seperti yang kalian ketahui bahwa kesehatan mental merupakan fokus kajian dalam bidang Psikologi. Oleh sebab itu, kali ini penulis menyajikan informasi berdasarkan hasil wawancara terhadap Qurrotu ‘Ainin, S. Psi., yang merupakan salah satu Psikolog yang bekerja pada LAPSIDU atau Lembaga Psikologi Darul Ulum. Mari kita simak penjelasan mengenai tips menjadi remaja kekinian yang memiliki kesehatan mental secara psikologi berikut ini:

1. Menyiapkan diri untuk berkontribusi pada era industri dan pasca pandemi

Di era digital, remaja milenial memang harus mempersiapkan diri menghadapi perkembangan zaman teknologi modern. Kenapa harus remaja? Dilansir dari Bappenas.go.id bahwa Indonesia akan mengalami bonus demografi yang berarti bahwa populasi usia produktif akan lebih banyak. Usia produktif tersebut dapat dilihat dari banyaknya populasi manusia pada usia 15 hingga 64 tahun. Oleh sebab itu, remaja sebagai pemuda generasi penerus bangsa harus mampu berkontribusi untuk kemajuan dan perubahan yang lebih baik di Indonesia dan hal tersebut dimulai dengan menyiapkan diri sendiri termasuk kesehatan mentalnya.

Seperti saat ini pada era revolusi industri 4.0 dan pasca pandemi, yang menuntut kita sebagai generasi penerus bangsa terjun di industri kreatif digital.

Jika tidak siap menghadapi perkembangan zaman, seorang remaja itu akan cenderung mengalami ketertinggalan arus informasi terkini. Ketidaksiapan ini dapat berpotensi mengganggu kesehatan mental dan tubuh seseorang, seperti gangguan fisik yang diakibatkan oleh gangguan psikis.

Misalnya seseorang memiliki potensi mengalami kecemasan saat berinteraksi di media sosial karena tidak dapat mengikuti trend terkini, mengalami cyber bullying, dan mengalami gangguan psikis lainnya yang dapat mengganggu keseimbangan kesehatan mental.

Jika seseorang kurang mampu menjaga keseimbangan kesehatan mental dirinya maka akan berpotensi mengalami gejala-gejala stres, psikomatis (penyakit fisik yang disebabkan oleh kondisi psikis), gangguan tidur, gangguan interaksi sosial, dan gangguan psikologis lainnya.

Jika mengalami gejala-gejala tersebut, maka perlu dilakukan pendampingan oleh profesional seperti psikolog, psikiater, konselor, dan atau praktisi psikologi melalui metode psikoterapi berupa CBT (Cognitif Behavior Theraphy) yaitu memperbaiki kognitif dan perilaku yang mengalami gangguan psikologis secara perlahan dengan cara mengurangi kebiasan-kebiasan yang dapat menyebabkan seseorang merasa cemas.

2. Yakin terhadap diri sendiri untuk bisa meningkatkan kepercayaan diri

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk bisa yakin terhadap diri sendiri atau untuk meningkatkan rasa kepercayaan diri seseorang:

1) Penerimaan diri

Orang yang memiliki kepercayaan diri adalah orang yang mampu menerima semua kekurangan dan kelebihan dalam dirinya.

2) Mengetahui kekurangan dan kelebihan diri sendiri

Kita harus bisa mengenal diri kita sendiri terlebih dahulu, mengetahui kekurangan dan kelebihan diri sendiri dengan jujur dan terbuka. Orang yang percaya diri akan mampu memberdayakan kelebihannya untuk menutupi atau mengembangkan kekurangannya.

3)  Menerima kritikan orang lain untuk pengembangan diri

Terimalah kritikan yang bersifat membangun potensi diri kita. Kita harus bisa memilah kritikan yang kita terima itu cenderung membangun ataukah menjatuhkan.

Oleh karena itulah kita harus jujur kepada diri sendiri untuk bisa menerima diri sendiri secara tepat, dan menjadikan kekurangan maupun kelebihan pada diri sendiri sebagai rahmat untuk disyukuri. Setelah itu, kita menjadikan kritikan sebagai motivasi untuk mengembangkan kelebihan yang ada pada diri kita, dengan hal-hal yang positif dan membangun.

3.  Mengubah pola pikir agar terhindar dari lingkungan dan hubungan yang toxic

Apakah kalian pernah merasa diabaikan atau dijauhi sehingga menyebabkan masalah internal pada diri sendiri? Jika seperti itu, maka kalian perlu mengubah mindset atau cara berfikir. Ada orang yang memiliki motivasi dari faktor internal, seperti diri sendiri.

Dan ada juga yang motivasinya dari luar seperti teman, keluarga, dan sebagainya. Sesuatu yang ada di luar diri kita akan sulit dan cenderung tidak bisa kita kendalikan.

Namun yang bisa kita kendalikan adalah diri kita sendiri. Setiap orang memiliki cara tersendiri untuk mengatur atau mengatasi masalah yang dihadapi. Kita yang harus memiliki kemampuan merespon setiap hal yang terjadi pada diri kita secara lebih tepat.

Adapun cara yang bisa dilakukan saat kita merasa berada dilingkaran pertemanan yang selalu menyalahkan kita yakni, dengan menarik diri dari lingkaran orang-orang yang membuat kita tidak nyaman.

Kita tidak bisa mengontrol respon orang lain terhadap diri kita, tetapi kita bisa memilih respon yang tepat saat menghadapi orang lain, dan kita dapat menentukan orang-orang yang layak melingkari kehidupan kita. Hal ini bukan berarti kita menarik diri dari interaksi sosial dengan orang lain, namun kita hanya berusaha untuk memilih lingkaran pergaulan yang lebih sehat dan mendukung perkembangan diri kita.

Dengan begitu, kita bisa mengembangkan potensi diri dan meraih prestasi dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai kita terjebak dalam toxic relationship, dimana seseorang terjebak dalam suatu hubungan yang tidak sehat dan cenderung merugikan diri sendiri terutama menghambat perkembangan potensi diri kita.

 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Related Articles
Penulis

Hai sobat Ruang Sekolah. Perkenalkan saya Sai, si Leo perfeksionis yang suka Kpop dan Anime. Saya lahir di kota santri, Jombang pada tujuh Agustus. Saat ini saya sedang menempuh pendidikan di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Awal saya memasuki dunia kepenulisan sebenanya hanya untuk coba-coba tapi akhirnya malah membekas dan meninggalkan rasa nyaman. Menulis bagi saya adalah sebuah kontribusi terhadap peradaban. Sehingga menulis merupakan dedikasi untuk cita-cita dan motivasi, kita tidak hanya terpacu oleh dorongan kapitalisme yang semata-mata hanya mencari materi tanpa memikirkan tanggung jawab kita sebagai penulis. Oleh sebab itu, menulis merupakan proses mengukir sejarah dan mewujudkan perbaikan keadaan. Layaknya sebuah peradaban yang lahir dari sebuah impian hingga menghasilkan gagasan-gagasan besar, ide yang kita miliki hingga akhirnya diputuskan untuk ditulis dan disebarluaskan juga akan membawa dampak yang besar terhadap pembaca. Terlepas dari itu bersifat destruktif maupun konstruktif, pengaruh tersebut lambat laun akan memberikan perubahan kepada pembaca, baik dari sisi kognitif maupun tindakannya. Karena kesempurnaan adalah milik-Nya, maka sangat diharapkan kritik dan sarannya. Jangan lupa ikuti saya untuk update informasi lainnya seputar karya tulisan Leo si perfeksionis ini, agar saya terstimulus untuk memiliki semangat menulis. Terimakasih dan salam literasi.