Teruntuk Srikandi Pengayuh

Dimulai dari jingga dipikul

Hingga malm jatuh

Kau kayuh kendaraan dengan teduh

Dengan nikmat yang resap dalam kalbu

Kau sobek kanvas yang dibalut oleh kerudung

Dengan bubuk dan berbagai perawat tubuh

Kau selalu tampil dengan rahayu namun menusuk

Dan membuatku terdiam beku terkagum

Kau isi rumpang dalam rampungku

Kau imbangkan ambang ambingku dengan imbangmu

Bersamamu kau jadikan aku priamu

Dengan berbagai laku dan nadir bagi khalayak umum  padaku

Wahai malam…

Ku panggil engkau

Bukan dengan rasa dendam pada relung kalbu

Maka kutawarkan penawar senduku padamu

Yang mampu meluluhkan lara yang menikam

Lalu…

Izinkan aku menjelma sebagai jalanmu

Jalan yang bisa kau kayuh dengan teduh

Dengan menolak kabar debur debar pada nasib yang kabur

Hingga menuntunmu ke tempat yang kau tempuh

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Related Articles
Feb 19, 2024, 12:11 PM - Ruang Sekolah
Feb 19, 2024, 12:09 PM - Ruang Sekolah
Feb 19, 2024, 11:59 AM - Ruang Sekolah
Feb 19, 2024, 11:55 AM - Ruang Sekolah
Feb 9, 2024, 7:03 PM - Hazna Lilianne
Feb 6, 2024, 6:34 PM - Nadira Griselda Ozora
Tulisan Baru
Feb 19, 2024, 12:11 PM - Ruang Sekolah
Feb 19, 2024, 12:09 PM - Ruang Sekolah
Feb 19, 2024, 12:05 PM - Ruang Sekolah
Feb 19, 2024, 12:03 PM - Ruang Sekolah
Feb 19, 2024, 11:59 AM - Ruang Sekolah