Tema dan Judul: Pengertian, Fungsi, dan Tujuan

Dalam dunia literasi tema dan judul memiliki peran penting menjaga kelangsungan suatu karya. 

Tema berfugsi sebagai jalan narasi, sementara judul sebagai pentara agar tidak keluar dari jalan narasi.

Maka dari itu, saya akan membahas tentang Tema dan Judul: Pengertian, Fungsi, dan Tujuan.

A.  Pengertian Tema atau Judul

Apa sih tema itu? Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), tema berarti menempatkan atau meletakkan. Secara rinci, tema merupakan suatu gagasan pokok atau ide pikiran dalam membuat suatu tulisan.

Dalam puisi, tema adalah gagasan dasar yang mendasari suatu topik atau karangan. Diandaikan seperti rumah, tema adalah atapnya. Inti dari keseluruhan isi adalah rumah tersebut. 

Berbeda dengan tema, judul adalah perincian atau penjabaran singkat dari topik suatu puisi. Judul lebih spesifik dibandingkan tema. Judul biasanya bersifat sebagai identitas atau cermin dari keseluruhan puisi. 

Kalau Tema disebut inti puisi, Judul merupakan kepala dari puisi. Artinya, judul mencakup bagian tertentu dari puisi dan digunakan sebagai nilai tulisan untuk memberi kesan menarik bagi  pembacanya.  Tema belum tentu disebut sebagai judul, tetapi judul sudah pasti bagian dari tema.

Baca Juga: Materi Lengkap Pengertian Puisi, Jenis dan Contohnya

B.     Fungsi & Tujuan

Fungsi tema dalam menulis puisi adalah sebagai acuan atau gambaran terhadap puisi yang ditulis, sekaligus sebagai pokok dari hal-hal yang ingin diungkapkan penulis kepada pembaca. 

Lalu, apakah fungsi tema sama dengan fungsi judul? 

Jika tema digunakan sebagai acuan, maka judul adalah bentuk spesifik dari acuan tersebut. Judul lebih mengarah pada salah satu titik pokok dalam puisi. Dalam karya sastra puisi, judul yang efektif adalah judul yang memberi kesan penasaran kepada pembaca terhadap isi puisi secara keseluruhan.[1]

Berikut contoh tema dan judul puisi:

Tema: Ketuhanan

Judul: Indahnya menyembah-Mu

Tema: Keindahan Alam

Judul: Elok murni, Mata air di kaki gunung sana.

Tema: Cinta

Judul: Harsa dan Nestapa dalam Rasa

Tema: Persahabatan

Judul: Kawan, Aku merindu

C.  Pemilihan Kata Efektif pada Tema atau Judul

Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan dari penulis kepada pembaca sehingga dapat memberikan kesan tersendiri. Dalam membuat tema pun harus efektif dalam pemilihan katanya. Berikut tips-tips agar tema yang akan kita pilih sesuai kaidah:

1.    Variasi: Hal ini ditujukan agar penulisan tidak bosan saat dibaca, maka diperlukan variasi dalam teks.

2.    Logis: Dalam membuat tema atau judul pun harus masuk akal agar sesuai gagasan yang disampaikan.

3.  Kehematan berupa kehematan kata, frase atau yang lainnya yang dianggap tidak diperlukan.

Baca Juga: Materi Unsur Fisik Puisi dan Unsur Batin Puisi

D.    Cara Membuat Tema atau Judul yang Mengundang Pembaca

1.    Dalam membuat judul kita harus menggunakan kalimat yang tidak terlalu panjang, cukup dua atau tiga kata saja.

2.    Bisa membuat judul yang provokatif agar pembaca semakin tertarik untuk menikmati hasil karya kita.

3.    Judul mencerminkan topik yang dibahas. Karena akan aneh kalau judulnya dan isinya beda. Dengan judul sesuai tema dan isi topik, itu sudah cukup membuat pembaca penasaran.

Baca Juga: Konkret Puisi: Pengertian, Fungsi, dan Pemilihan Diksi Konkret

E.     Analisis Tema dan Judul

Menganalisis, yaitu meneliti suatu karangan untuk mengidentifikasi seluruh isi karya yang dibuat oleh pengarang. Dalam hal ini kita akan membahas analisis dari unsur tema. Contoh: kutipan puisi ini diambil dari buku Iris karya Innayah Putri.

Sebelum itu, ada beberapa langkah dalam menganalisis tema pada puisi, di antaranya:

1. Pertama, membaca puisi.

2. Membaca puisi itu kembali dan mencari makna dari puisi tersebut.

3. Mencari bagian konotatifnya.

4. Mencari makna simbolis puisi.

5. Mencari pesan yang disampaikan oleh penulis.[2]

Kelinci Patah Hati

 

Pada suatu waktu, ada seekor kelinci buruk rupa.

Ia seekor betina. Bulu-bulunya gelap. Tak jelas bagaimana bentuknya.

Kelinci itu tangkas, jadi ia tak apa meskipun dunia tak menerimanya.

Setiap hari ia berkelana, menyusuri kota meski tanpa peta.

Hanya gemintang yang kadang bersedia menjadi kompasnya.

Langkahnya tetap tegap meski tak ada satu pun manusia yang menyukainya.

Pun dengan kelinci lainnya.

Bukan hanya manusia yang menghardik, ia juga ditolak oleh kawanannya.

Patah-patah, ia tetap melompat.

Melintasi desa demi desa.

Sampai suatu hari ia bertemu dengan Tuan.

Seekor kelinci yang tampan dan rupawan.

Tampak-tampaknya dunia mencintai Tuan.

Tak terkecuali si kelinci malang.

Ia menyukai senyum milik Tuan.

Juga binar mata Tuan yang seperti makhluk dari swargaloka.

Ia ingin mendekat.

Kelinci itu berharap, Tuan bisa menerimanya.

Atau, jika itu terlalu muluk, cukup Tuan sekali saja memandangnya.

Sayang seribu sayang.

Kelinci malang tak pernah sampai di hadapan Tuan.

Jalannya terhenti karena kemilau cermin yang melintang.

Pada permukaan danau, pada kilau lantai marmer singgasana Tuan, bahkan di baju besi para ajudan, wajahnya terpampang dengan tegas.

Hari itu, kelinci malang melangkah keluar.

Tegapnya berhenti pada satu kota.

Tak ada lagi desa yang ia hampiri dengan gagah dan mantap.

Sang kelinci malang patah hati, padahal belum pernah merasakan cinta.

                  Iris - Innayah Putri

 

Puisi yang berjudul "Kelinci Patah Hati" bertemakan romansa. Penulis melambangkan kelinci betina terhadap kehidupan orang-orang di luar sana. Dalam puisi terlihat bagaimana si kelinci betina selalu ditolak oleh orang-orang karena dia hanya seekor kelinci jelek. Hingga suatu saat dia bertemu "Tuan" alias si kelinci jantan yang tampan. Tetapi, si Tuan tak pernah melihat ke arah si kelinci betina.  Puisi ini mengungkapkan bagaimana kerasnya kehidupan yang dialami kelinci juga bagaimana saat kelinci menyukai kelinci jantan, tetapi harus patah hati sebelum jatuh cinta.

F.     Kesimpulan

Dalam sebuah karya fiksi atau non fiksi, tema atau judul adalah bagian terpenting untuk memulai pengembaran kata. Tak terkecuali pada tulisan puisi. Sebab, tema digunakan sebagai acuan, maka judul adalah bentuk spesifik dari acuan tersebut. Judul lebih mengarah pada salah satu titik pokok dalam puisi. Dalam karya sastra puisi, judul yang efektif adalah judul yang memberi kesan penasaran kepada pembaca terhadap isi puisi secara keseluruhan.

 

[1] Fungsi Tema dalam Menulis Puisi, https://pantuncinta2000.blogspot.com/2020/01/fungsi-tema-dalam-menulis-puisi.html (Diakses pada tanggal 05 Juni 2020 jam 17.00)

[2]Contoh Sederhana Sebuah Analisis Puisi https://atmawiharja.wordpress.com/kesastraan/contoh-sederhana-sebuah-analisis-puisi/ (Diakses pada tanggal 05 Juni 2020 jam 17.30)  

 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Related Articles
Penulis

Admin Ruang Sekolah

Tulisan Populer
Mei 14, 2020, 4:39 PM - Aswan
Jun 1, 2020, 10:08 AM - Ruang Sekolah
Jun 10, 2020, 4:58 PM - Ruang Sekolah
Feb 1, 2020, 1:53 PM - Sumarni Safaruddin
Apr 11, 2020, 5:49 PM - Ruang Sekolah