Teknik Swasunting Karya Meraih Kesempurnaan Tulisan

Swasunting adalah proses meneliti kembali atau proses penyuntingan suatu naskah tulisan yang dilakukan oleh penulis untuk menyelesaikan tulisannya. Dalam dunia literasi swasunting ini menjadi salah satu alat yang patut dicoba. Sebab, sebelum tulisan tersebut diserahkan kepada penerbit untuk tahap editing, maka menyunting tulisan sendiri jauh lebih efesien.

Ada beberapa fungsi swasunting, di antaranya: 

1. Mengamati Kebahasaan Suatu Tulisan

Bahasa dan tulisan adalah hal yang tidak bisa dipisahkan. Ia melekat menjadi satu kekuatan. Maka, bahasa yang amburadul dapat mencoreng citra tulisan. Sebaliknya, bahasa yang bagus dan efektif, mengangkat derajat tulisan tersebut. Maka, tahap swasunting di sini perlu untuk meneliti ulang kebahasan suatu tulisan yang dihasilkan. 

2. Sebagai Bentuk Ketelitian

Istilah typo atau salah tulisan pasti pernah dialami semua penulis. Bukan hal yang wajar lagi, tulisan yang typo dapat mengubah maksud atau tujuan yang disampaikan penulis. Maka dari itu, teknik swasunting ini sangat perlu dilakukan untuk meneliti bahasa atau kata yang ada di dalam tulisan.

3. Bentuk Kesempurnaan dalam Mengakhiri Proses Penulisan

Tulisan yang dihasilkan belum dikatakan sempurna. Sebab, di dalamnya terdapat beberapa kata atau kalimat yang harus diperbaiki. Swasunting menjadi alat memperbaiki tulisan yang baru. Ia akan menyempurnakan dan mengkhiri suatu tulisan.

Baca Juga: Cara Mengatasi Kendala Menulis Puisi untuk Pemula, Wajib Kamu Tahu!

4. Untuk Menghasilkan Tulisan yang Baik untuk Dibaca

Tulisan yang bagus adalah tulisan yang sederhana tapi enak dibaca. Artinya, tulisan yang menyajikan bahasa yang sederhana, mudah dimengerti, efektif, dan enak dibaca. Tidak semua tulisan yang selesai saat itu juga dikatakan bagus. Pastinya, ada beberapa kata yang harus direvisi demi kenyamanan kepada pembaca. Maka, teknik swasunting ini yang bisa memperbaiki tulisan sebelum masuk pada tahap editing oleh editor.

A. Cara Menyunting Naskah

1. Bacalah kembali naskah yang telah ditulis. Baca secara pelan perlahan sehingga bisa menemukan letak kesalahannya. Misal, pada pola kalimatnya, kesalahan ejaan kata, ataupun penempatan titik (.) dan koma (,)-nya.

2. Berilah tanda pada kalimat yang akan disunting. Misalnya, jika menggunakan leptop dengan menggunakan alat New Comment dan Track Changes. Jika menggunakan buku menggunakan tanda keterangan kurung buka “()”. Dan jika menggunakan ponsel dengan aplikasi WPS Office, bisa dengan mentandai dengan block berwarna. 

3. Perbaikilah kalimat yang terdapat kesalahan tersebut.

4. Kemudian masuk ke bagian paragraf, lalu ringkaslah kata yang memiliki makna serupa (ambigu).

5. Hindarilah tulisan yang membosankan. Artinya, gunakanlah gaya bahasa sendiri. Periksalah beberapa kata penghubung anatara satu paragraf dengan paragraf yang lain.

6. Setelah memperbaiki kerancuan kata tersebut, bacalah kembali pada keseluruhan paragraf.

B. Alat Penyunting Naskah

1. Menggunakan kamus Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dan kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

2. Menggunakan proofreader, yaitu fitur pemeriksa ejaan yang ada dalam perangkat lunak seperti Microsoft Word.

3. Lebih mudah jika diperiksa dimuali dari kesalahan kata, ejaan, dan tata bahasanya.

C. Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Menyunting Naskah

1. Ejaan

Secara umum ejaan tidak lepas dari komponen (a, i, u, e, o). Kesalahan ejaan berdampak fatal bagi bunyi suatu kata. Contoh: kata “pergi” ditulis “prgi”. Dua kata itu jelas bunyinya berbeda dengan kata pertama dan kedua, serta maksud dan tujuannya juga berbeda. 

2. Struktur Kalimat

Kalimat yang terstruktur adalah kalimat yang tidak lepas dari konsep dasar, yaitu subjek, predikat, objek dan keterangan tempat atau waktu. Contoh: Saya pergi ke pasar tadi pagi. Kata “saya” adalah subjek, kata “pergi” adalah predikat, kata “pasar” adalah objek dan “pagi” termasuk keterangan waktu. Namun, yang paling penting itu semua, menggunakan subjek dan predikat sudah cukup, seperti: Saya makan. Meskipun tanpa objek, seseorang akan faham bahwa dia makan. Tapi, untuk menghindari pernyataan yang sesat, objek di sini penting untuk digunakan. 

3. Diksi

Penggunaan kata yang selaras dengan diungkapkannya gagasan, sehingga bisa mendapatkan tembakan gaya tulisan tersendiri. Diksi inilah yang sering bertebaran typo atau salah tulisan sehingga mengganggu pembaca dan dapat mengubah maksud tujuan suatu kata.

D. Komponen Penting Swasunting

1. Membaca

Setelah naskah selesai ditulis, maka diamkan sejenak. Istirahatkan pikiran setelah menguras energi saat menulis. Menurut Joko Pinorbo, tulisan yang selesai lalu diamkan. Kemudian, baca ulang dan temukan beberapa kata yang kurang efektif dan rancu. Pikiran yang tenang memiliki energi konsentrasi yang tinggi untuk menemukan beberapa diksi atau paragraf yang kurang menarik atau salah. 

2. Menandai

Di saat membaca, mata akan berkolaborasi dengan pikiran untuk menemukan kata atau diksi yang harus diperbaiki. Jika saat menemukan kesalahan bisa langsung diubah justru lebih baik. Sebaliknya, jika belum bisa, dapat ditandai terlebih dahulu menggunakan leptop dengan menggunakan alat New Comment dan Track Changes. Jika menggunakan buku menggunakan tanda keterangan kurung buka “()”. Dan jika menggunakan ponsel dengan aplikasi WPS Office, bisa dengan mentandai dengan block berwarna. 

3. Memperbaiki

Setelah menandai kata atau paragraf yang salah atau rancu. Langkah terakhir adalah memperbaiki letak kesalahannya. Dengan begitu, naskah yang selesai dapat diterbitkan dan diikut lombakan secara nasional.

E. Kesimpulan

Istilah swasunting adalah mengoreksi tulisan yang dihasilkan sendiri. Jika mengoreksi tulisan orang lain disebut editing. Dua istilah tersebut hampir sama, tapi objek sasarannya yang berbeda. Swasunting menjadi teknik paling penting dalam tulisan. Sebab, tulisan yang baik dan bagus adalah tulisan yang mudah difahami pembaca, dimengerti pembaca, tatabahasa yang bagus, kalimatnya efektif serta terkonsep susunannya. Oleh karena itu, untuk meraih derajat tulisan perlu kiranya melakukan teknik swasunting pada karya sendiri dengan menggunakan alat-alat seperti New Comment, Track Changes, tanda kurung buka “()” serta alat pendukung seperti KBBI dan PUEBI.

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Related Articles
Penulis

Admin Ruang Sekolah

Tulisan Baru
Okt 17, 2021, 11:12 PM - Della putri utami
Okt 17, 2021, 11:03 PM - Andi Anis Magfiroh
Okt 8, 2021, 12:01 AM - Regita Putri Cahyani
Okt 7, 2021, 11:55 PM - Ilham Saifullah