“SLODANG” Teman Bermain Saat Ramadan

Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat dinanti-nantikan oleh umat Islam. Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat mulia. Banyak sekali yang dapat dilakukan saat Ramadan tiba, mulai dari salat tarawih, sedekah, bukber dan masih banyak lagi. 

Namun ada satu hal yang unik di bulan Ramadan. Bukan Indonesia namanya kalau di setiap daerah tidak mempunyai tradisi yang unik. Hal unik itu adalah adanya mainan unik yang cuma ada pada bulan Ramadan di daerah Bandar, Pacitan.

Mainan itu terbuat dari bambu yang akan menimbulkan bunyi seperti ledakan. Mainan itu sudah menjadi tradisi anak-anak setempat jika bulan Ramadan.

Slodang telah menjadi kebudayaan lokal yang terjadi secara turun temurun. Biasanya anak-anak sangat antusias membuat mainan itu saat Ramadan dan sangat semangat untuk bermain sambil menunggu buka puasa. 

Mereka biasanya bermain di sore hari di tanah lapang selepas Salat Asar. Mereka mulai membagi tugas untuk mempersiapkan alat dan bahan untuk membuat Slodang.

Pertama yang mereka lakukan adalah mencari bambu terlebih dahulu. Kemudian bambu itu dipotong memanjang kira-kira panjangnya satu meter. 

Potongan bambu itu dilubangi bagian depan dengan semakin dalam lubangnya semakin kecil. Pada bagian samping bawah lubangi juga bambu itu. 

Kemudian beri minyak tanah pada bagian dalamnya. Siapkan korek api dan nyalakan api dari bagian bawah bambu. Slodang itu pun akan berbunyi DOORRRRRRR. Semakin keras bunyi Slodang itu semakin keras pula mereka bersorak.

Meskipun Slodang itu adalah mainan tradisional, tapi ekstensinya tidak kalah dengan mainan modern. Slodang telah menjadi tradisi anak-anak setempat saat Ramadan tiba. Biarpun itu hanya terbuat dari bambu tapi itu tak menjadi masalah bagi mereka untuk bisa bermain dengan gembira. 

Kegembiraan memang tidak harus dengan barang-barang yang mahal. Justru dengan barang-barang yang ada di sekitar kita yang jarang kita sadari itu bisa memberikan kegembiraan. Slodang patut dipertahankan kelestariannya karena itu merupakan suatu kekayaan budaya lokal dan Slodang dapat menambah kekayaan budaya bangsa.

Penulis: Rizki Indah Pertiwi

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Related Articles
Mei 22, 2020, 3:58 PM - Annisatul Latifah
Mei 14, 2020, 9:13 PM - Amanda Christiane Utama
Mei 14, 2020, 4:32 PM - Amanda Christiane Utama
Penulis

Admin Ruang Sekolah

Tulisan Baru
Okt 17, 2021, 11:12 PM - Della putri utami
Okt 17, 2021, 11:03 PM - Andi Anis Magfiroh
Okt 8, 2021, 12:01 AM - Regita Putri Cahyani
Okt 7, 2021, 11:55 PM - Ilham Saifullah