Sistem Operasi : Fungsi, Sasaran, Komponen dan Struktur Dasar

Hai, Sobat semuanya pasti sehari-hari kalian menggunakan laptop untuk menyelesaikan tugas ataupun kerjaan kalian kan?.

Laptop yang kalian pakai itu tentunya dilengkapi dengan sistem operasi.

Pastinya kan ya, karena sistem operasi itu bagian yang super penting untuk semua sistem komputer yang kalian pakai.

Lalu, apakah sobat semuanya sudah tahu, bagaimana fungsi, sasaran, komponen-komponen dan juga struktur data dalam sistem operasi itu?.

Kalau belum, kali ini saya akan coba membahasnya pada artikel ini.

Sistem operasi sendiri itu program yang menjadikan hardware lebih mudah untuk digunakan.

Selain itu sistem operasi juga sebagai kernel dan guardian.

Maksudnya kernel adalah program yang terus menerus running selama laptop atau komputer kamu dihidupkan.

Sedangkan kalau guardian itu maksudnya sebagai pengatur dan penjaga komputer dari berbagai kejahatan komputer.

Fungsi Sistem Operasi

Sistem operasi itu mempunyai 2 fungsi, Sob.

Fungsi yang pertama itu biasanya disebut dengan resource manager, maksudnya untuk mengelola seluruh sumber daya sistem komputer pada laptop kamu.

Nah, untuk sumber daya sistem komputer sendiri itu terdiri dari 2 macam.

Ada sumber daya fisik yaitu seluruh hardware dan tambahan, serta data dan program.

Fungsi yang kedua itu disebut dengan extended / virtual machine, maksudnya sistem operasi sebagai penyedia layanan.

Sistem operasi menyediakan sekumpulan layanan ke pengguna agar pengguna mudah dan nyaman untuk memanfaatkan sumber daya sistem komputer, Sob.

Lalu, sekumpulan layanan yang dimaksud itu seperti pembuatan program, eksekusi program, eksekusi perangkat input atau output, mendeteksi dan memberi tanggapan terhadap kesalahan dan juga akunting.

Sasaran Sistem Operasi

Sobat semua, William Stalling berpendapat bahwa sistem operasi itu mempunyai tiga sasaran.

Ada kenyamanan, efisiensi dan juga mampu berevolusi.

Kenyamanan itu disini, sistem operasi harus membuat penggunaan komputer lebih nyaman.

Efisiensi itu, sistem operasi menjadikan penggunaan sumber daya sistem komputer secara efisien.

Dan yang terakhir, mampu berevolusi maksudnya sistem operasi harus dibangun, sehingga mudah untuk pengembangan, Pengujian dan pengajuan fungsi-fungsi baru tanpa mengganggu layanan yang dijalankan sama sistem komputer kamu.

Komponen Sistem Operasi

Sistem operasi itu mempunyai 5 komponen, Sob.

Ada manajemen proses, manajemen memori utama, manajemen memori sekunder, manajemen input/output, dan juga manajemen berkas.

Saya akan coba bahas aktivitas-aktivitas dari masing-masing manajemen buat sobat semua.

Yang pertama, Aktivitas dalam manajemen proses itu diantaranya seperti pembuatan dan penghapusan proses yang dibuat sama pengguna, suspensi dan asumsi proses, serta kelengkapan mekanisme untuk sinkronisasi proses, komunikasi proses dan pengendalian deadlock.

Kedua, aktivitas manajemen memori utama itu seperti menjaga dan memelihara bagian-bagian memori yang sedang digunakan,dan  mengalokasikan ruang memori jika diperlukan.

Ketiga, aktivitas manajemen memori sekunder sekarang nih. Aktivitasnya itu seperti pengaturan ruang kosong, alokasi penyimpanan dan juga penjadwalan disk.

Keempat, aktivitas manajemen input/output diantaranya adalah sistem buffer-chacing, antarmuka device driver secara umum dan juga driver untuk perangkat keras tertentu.

Kelima, aktivitas manajemen berkas itu seperti buat dan hapus berkas, direktori, pemetaan file ke memori sekunder dan juga backup berkas ke media penyimpanan, namun yang perlu sobat perhatikan disini penyimpanannya yang nonvolatile.

Struktur Dasar Sistem Operasi

Sobat semua, struktur dasar sistem operasi itu ada 4.

Diantaranya adalah sistem monolitik, sistem berlapis, sistem dengan mesin maya (virtual machine), dan juga sistem dengan client server.

Pertama, Sistem monolitik.

Pada sistem monolitik, sistem operasi sebagai kumpulan prosedur di mana prosedur dapat saling dipanggil oleh prosedur lain di sistem bila diperlukan.

Kelebihan dari sistem monolitik itu layanan dapat dilakukan sangat cepat karena terdapat di satu ruang alamat.

Selain itu, sistem monolitik juga punya kelemahan, Sob.

Kelemahan dari sistem monolitik yaitu pengujian dan penghilangan kesalahan sulit karena tidak bisa dipisahkan dan dialokasikan selain itu sulit dalam menyediakan fasilitas pengamanan.

Kedua, Sistem Berlapis.

Sistem berlapis ini maksudnya sistem operasi dibentuk secara hirarki berdasarkan lapisan-lapisan, dimana lapisan bawah memberi layanan lapisan atas.

Mengenai kelebihannya, sistem ini punya semua keunggulan, lho.

Keunggulan rancangan modular, yaitu dibagi menjadi beberapa modul, dan tiap modul dirancang secara independen.

Tapi, bukan berarti sistem berlapis tidak punya kelemahan.

Kelemahan dari sistem berlapis itu fungsi-fungsi sistem operasi harus diberikan ke setiap lapisan dengan hati-hati.

Ketiga, Sistem dengan Mesin Maya (Virtual Machine).

Sebenarnya, konsep dasar dari sistem ini tidak jauh beda dengan pendekatan berlapis, Sob.

Hanya saja konsep ini memberi sedikit tambahan berupa antarmuka yang menghubungkan hardware dengan kernel untuk setiap prosesnya.

Ada yang berpendapat bahwa konsep ini cukup susah untuk diimplementasikan karena mesin maya hanya bisa berjalan pada system mode,  sedangkan mesin maya itu sendiri berjalan dalam bentuk user mode.

Konsekuensinya, baik virtual system mode maupun virtual user mode harus dijalankan melalui physical user mode.

Dan ini bisa menyebabkan transfer dari user mode ke system mode pada mesin nyata, yang juga akan menyebabkan adanya transfer dari virtual user mode ke virtual system mode pada mesin maya.

Selain melihat konsekuensi, pendekatan ini memberi fleksibilitas tinggi, selain itu bisa dimungkinkan sistem operasi berbeda dapat dijalankan di mesin-mesin maya yang berbeda.

Nah, satu lagi nih.

Pendekatan ini sepenuhnya melakukan proteksi, sehingga keamanan resource, terutama untuk resource-resource yang digunakan secara bersama-sama, akan terjamin.

Keempat, sistem dengan client-server.

Proses client yang memerlukan layanan mengirim pesan ke server dan menanti pesan jawaban.

Proses server setelah melakukan tugas yang diminta, mengirimkan hasil dalam bentuk pesan jawaban ke proses client.

Server hanya menanggapi permintaan client dan tidak memulai percakapan dengan client.

Kelemahan dari sistem ini, layanan dilakukan lambat karena harus melalui pertukaran pesan.

Namun, bukan berarti sistem ini tidak punya kelebihan, lho.

Kelebihan dari sistem ini diantaranya pengembangan dapat dilakukan secara modular, kesalahan di satu subsistem tidak merusak subsistem-subsistem lain sehingga tidak menyebabkan sistem mati secara menyeluruh dan tentunya mudah diadaptasi untuk sistem tersebar.

Nah, itu tadi seputar sistem operasi mulai dari fungsi, sasaran, komponen dan struktur dasar. Semoga bermanfaat.

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Related Articles
Penulis
Tulisan Populer
Mei 14, 2020, 4:39 PM - Aswan
Jun 1, 2020, 10:08 AM - Ruang Sekolah
Jun 10, 2020, 4:58 PM - Ruang Sekolah
Feb 1, 2020, 1:53 PM - Sumarni Safaruddin
Apr 11, 2020, 5:49 PM - Ruang Sekolah