Self Healing: Beri Diri Ruang untuk Tenang

Dewasa ini, istilah self healing tengah populer di kalangan masyarakat terutama remaja.

Tak jarang dari mereka membawa topik ini ketika sedang bersama teman atau sahabat.

Biasanya, mereka saling bertukar cerita mengenai apa saja self healing yang kerap mereka lakukan, bagaimana mereka menikmatinya, dan apa yang mereka rasakan setelah itu. Namun, sebelum membahas lebih jauh, alangkah baiknya jika kita memahami apa arti self healing secara lebih mendalam.

Diterjemahkan dari bahasa Inggris self berarti diri, sedangkan healing berarti penyembuhan.

Secara lebih luas self healing dapat diartikan sebagai metode yang dilakukan untuk penyembuhan diri dengan insting atau kekuatan batin sendiri. 

Baca Juga: 10 Obat Rumahan Menyembuhkan Sariawan Lengkap Cara Menggunakannya

Self healing dapat digunakan sebagai upaya pencegahan dan pengobatan. Sesuai prinsipnya, sebenarnya tubuh manusia dapat memperbaiki dirinya sendiri sesuai naluri alamiah.

Jadi, tidak ada salahnya untuk mencoba metode ini sebagai pemberian ruang terhadap diri sendiri ketika cemas, penat, stres, atau bahkan hanya ingin memberi waktu kepada otak untuk beristirahat.

Self healing dapat dilakukan dengan berbagai cara yang umumnya bersifat relaksasi. Relaksasi sendiri bertujuan untuk melepaskan emosi.

Secara bertahap, jika emosi berkurang, rasa tenang akan mulai timbul. Dengan adanya ketenangan, maka stres dapat dihindari.

Relaksasi yang dilakukan akan menjadi lebih baik apabila diimbangi dengan membuang pikiran-pikiran negatif yang pada kenyataannya menjadi beban, mengingat tak sedikit orang terutama remaja yang sering overthingking.

Apa yang bisa dilakukan untuk self healing? Ada beberapa hal sederhana yang mungkin bisa dilakukan, misalnya:

Baca Juga: Pengaruh Pandemi Terhadap Perkembangan Kepribadian Sosial Dan Kesehatan Mental

(1) menyanyi atau mendengarkan musik. Menyanyikan lagu-lagu yang sesuai keadaan kita atau menyanyi dengan suara keras mungkin dapat membantu. Namun jika tempat dan keadaan tidak memungkinkan, mendengarkan musik bisa menjadi solusi. Mendengarkan musik dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja. Apabila di tempat ramai, kita bisa menggunakan earphone atau sejenisnya. Berbagai jenis genre musik bisa dijadikan alternatif penyaluran emosi yang dirasakan;

(2) menggambar atau melukis. Sama halnya dengan menyanyi dan mendengarkan musik, menggambar atau melukis juga bisa dijadikan sarana mengekspresikan emosi seseorang. Seseorang dapat menggambar atau melukis apa saja sesuai isi hati mereka. Dengan melukiskan kondisi mereka, diharapkan emosi dapat tersalurkan dan berkurang secara perlahan;

(3) menonton. Menonton yang dimaksud di sini adalah melihat film, drama, series, atau video-video yang kita sukai. Dengan menonton, kita dapat melupakan masalah untuk sesaat dan membayar penat dengan cara refreshing, tidak memaksa diri untuk terus bekerja sehingga tidak ada ruang untuk diri sendiri;

(4) menulis. Bagi sebagian orang, menulis bisa dijadikan self healing tersendiri. Menulis dapat menjadi media untuk menyalurkan perasaan yang dirasakan menjadi sebuah bacaan, misalnya saja cerita atau sebuah puisi;

(5) jalan-jalan. Jalan-jalan tidak harus dilakukan ke tempat yang jauh. Kita bisa berjalan ke mana saja entah itu bersama orang lain atau sendiri. Dengan mencari suasana baru, pikiran jauh akan rileks dan pikiran tidak terpaku pada kebosanan;

Baca Juga: Inner Child: Sisi Diri Penghambat Relasi Sosial

(6) pergi ke tempat yang sepi. Pergi ke tempat yang sepi biasanya dilakukan oleh orang-orang yang terlalu penat, pusing, dan ingin mencari ketenangan dengan mengasingkan diri dari keramaian. Pikiran dan perasaan yang semula cemas mungkin akan berangsur santai dan tenang;

(7) olahraga. Ketika olahraga, otot-otot akan direnggangkan sehingga tidak kaku dan tubuh akan menjadi lebih rileks, sehingga pikiran juga akan menjadi lebih fresh.

Apabila ditelusuri lebih jauh, sebenarnya masih banyak cara-cara yang dapat dilakukan untuk memberi ruang kepada diri sendiri dengan self healing.

Setiap orang pasti memiliki trik tersendiri yang berbeda satu sama lain dan itu juga tergantung pada kesukaan dan kondisinya masing-masing.

 Self healing tidak sebatas hanya dengan terapi, tetapi lebih pada melakukan hal-hal positif yang nantinya akan mendatangkan energi positif pula. Mengubah gaya hidup dan pola pikir menjadi lebih baik juga bisa dijadikan indikator untuk mendatangkan energi positif.

Pada intinya, self healing atau penyembuhan diri merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk memberi diri kita ruang agar hati dan pikiran tenang. Dengan self healing, stres dapat dicegah dan diatasi.

Baca Juga: Tiga Tanda Masa Datang Bulan Akan Tiba, Perempuan Wajib Tahu!

Berbagai cara sederhana untuk self healing seperti mendengarkan musik, menyanyi, melukis, menggambar, menonton, jalan-jalan, pergi ke tempat yang sepi, dan juga olahraga, mungkin dapat membantu memberikan pilihan.

Selain itu, masih banyak cara-cara yang bisa dilakukan mengingat jika self healing tidak sebatas terapi, tetapi lebih pada melakukan hal-hal positif yang nantinya akan mendatangkan energi positif pula.

 Daftar Bacaan:

Haryono, M. (2016). Perancangan Buku Ilustrasi tentang Cara Mengatasi Stres dengan Metode Self-healing. Tangerang: Universitas Multimedia Nusantara.

Suwenten, M, dkk. (2019). Ultimate Self-healing. Jakarta Selatan: PT Inspirator Juara Indonesia.

 

Profil Penulis

Artikel Adistia Akses Alviani, lahir di Temanggung, 16 Oktober 2002. Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Antropologi Universitas Sebelas Maret. Penggemar berat novel fiksi dan sore hari. Sedang belajar menulis dan mempublikasikannya di platform online. WhatsApp: 08994648808, Instagram: adistiaalv_, Surel: adistiaalv@gmail.com, No.Rek Bank BRI: 15570100238453

 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Related Articles
Tulisan Populer