Rintik-Rintik Kenangan

Dulu.,

Kita duduk di tempat indah berbalut kain 

Melawan angin yang sedang menyapu

Dan kau menangis sedu bersandarkan bahu

 

Kalian pergi.,

Meninggalkanku dengan mendung awan sore hari

Menutupi senja yang menghiasi

Merusak suasana indah yang telah dinanti

 

Awan yang biasa ku tatap

Mulai digantikan awan gelap

Gemerlapnya hilang tanpa ada gagap

Tetes air turun dari awan gelap

 

Kemana indahnya awan yang sering ku tatap?

Kenapa dia pergi tanpa menyisakan harap?

Kapan tetes air ini akan berhenti?

Agar dia kembali tanpa pergi lagi?

 

Sahabat yang selalu ku tangisi

Bukankah kau senang jika cerah awan kembali?

Sepertinya akan lama berganti

Tapi rintik hujan ini bisa kita nikmati

 

Dengan segelas kopi

Kita bisa warnai hari

Di bawah atap warung kopi

Kita bisa bertukar cerita kembali

 

Tetesan air di luar sana

Membuat pertemuan hanya menjadi angan angan

Rencana hanya sebuah kisah dengan kata jika

Menyisakan kenangan di warung pak maman

 

Untuk hujan yang tak kunjung usai

Tenangkan dirimu sejenak kawan

Agar aku bisa melepas rindu yang terbengkalai

Dan kenangan tak hanya sebuah bualan

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Tulisan Baru
Feb 19, 2024, 12:11 PM - Ruang Sekolah
Feb 19, 2024, 12:09 PM - Ruang Sekolah
Feb 19, 2024, 12:05 PM - Ruang Sekolah
Feb 19, 2024, 12:03 PM - Ruang Sekolah
Feb 19, 2024, 11:59 AM - Ruang Sekolah