Rima Irama: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Analisis

Dalam sebuah puisi, rima irama adalah hal yang penting juga untuk dilakukan. Sebab, rima irama berfungsi untuk membuat puisi tersebut enak dibaca dan bisa dilagukan.

Baca Juga: Materi Lengkap Pengertian Puisi, Jenis dan Contohnya

Maka, di sini saya akan memberikan beberapa tips cara mengetahui pengertian rima irama, fungsi, jenis, dan analisis rima irama.

Rima Irama

A. Penegertian Rima Irama

Rima ialah salah satu komponen dalam puisi dalam bentuk bunyi yang berulang pada akhir baris sajak yang memberikan keindahan dalam puisi. Tapi, rima tidak selalu terletak dalam akhir baris dalam satu bait namun bisa juga terletak dalam satu baris yang sama. Itu tergantung dari jenis rima.

Irama atau istilah lainnya ritme adalah pergantian panjang pendek atau tinggi rendahnya ucapan bunyi waktu membaca puisi. Rima dan irama saling berkaitan, karena rima adalah salah satu unsur pembentuk irama.

Baca Juga: Materi Unsur Fisik Puisi dan Unsur Batin Puisi

B. Fungsi Rima Irama

Jadi, dari penjelasan di atas bahwa fungsi dari rima dan irama itu adalah memberikan keindahan dalam puisi sehingga enak didengar dalam menciptakan efek  dalam musikalisasi puisi. Sementara, puisi tidak jauh dari syair, yaitu setiap bait atau liriknya dapat dilagukan dan dinyanyikan sebagai penghibur diri dan orang lain.

Baca Juga: Diksi: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Pemilihan Diksi

C. Jenis-Jenis Rima Irama

A. Jenis Jenis Rima:

Rima akhir: bunyi yang sama pada baris akhir dalam puisi. Sedangkan rima akhir ada beberapa jenis dilihat dari bunyi setiap akhir kalimat pada bait.

1)    Rima srima silang: a-b-a-b.

2)    Rima terus: a-a-a-a.

3)    Rima pasang: a-a-b-b.

4)    Roima patah: a-a-a-b/a-b-a-a/a-a-b-a.

5)    Rima peluk: a-b-b-a.

b)      Rima datar: bunyi yang sama setiap sajak larik. Sedangkan rima datar sendiri terbagi menjadi 2 jenis:

1)   Rima asonasi: bunyi vokal yang berulang.

2)    Rima aliterasi: bunyi pengulangan pada konsonan.

2.      Jenis-Jenis Irama:

a)  Irama metrum: irama yangg sifatnya tetap. Dalam metrum pergantian antar baris dan antar alinea sudah ditentukan.

b)   Irama ritme: irama yang disebabkan perubahan bunyi tinggi rendah secara teratur. Polanya tidak selalu sama. Jumlah kata suku kata dalam setiap baris tidak selalu sama.

Baca Juga: Majas: Pengertian, Fungsi, Macam dan Analisis Contoh

D. MENGGUNAKAN RIMA dan IRAMA

Dalam proses menggunakan rima dan irama ini tentunya tidak cuma asal asalan aja. Kalian harus memahami tentang apa sih rima? Apa sih irama? Selain kalian diharuskan untuk memahami bunyi yang sudah disampaikan di atas.

1. Apa yang menjadi patokan pertama kamu saat menggunakan rima dan irama?

Bunyi itulah jadikan patokan pertama kamu saat menggunakan rima dan irama. Mengapa demikian? Karena bunyi tersebut adalah pembangunan dasar dari rima dan irama.

2.  Bagaimana caranya membunyikan puisi yang baik dan benar?

Ya, kalian harus pandai-pandai dalam melontarkan sebuah ucapan sebuah bunyi dalam puisi. Sebelum kalian melontakan pembacan puisi, kalian harus mendalami isi dan arti dari puisi yang akan kalian lontarkan! Dengan cara memahami inilah kalian akan pandai dalam melontarkan atau membawakan sebuah puisi.

E.  MELAGUKAN PUISI

Melagukan puisi ini sama halnya dengan musikalisasi puisi. Musikalisasi puisi di sini yakni meragakan sebuah lagu dengan puisi. Adapun caranya sebagaimana saya uraikan sebagai berikut:

1.  Memahanmi isi arti dari puisi yang akan  dilagukan. Dengan mengetahui arti inilah mampu membantu teman-teman dalam proses pembawaan musikalisasi puisi atau melagukan puisi berlangsung. Cara yang pertama ini harus dilaksankan adalah sebuah patokan keseluruhan cara menyampaikan atau melagukan sebuah puisi (musikalisasi puisi).

2. Nah setelah teman-teman memahami arti dari puisi yang akan dibawakan,teman-teman bisa lanjut ketahap memilih syair yang akan dibawakan pada saat musikalisasi tersebut.

3.  Selain itu, teman-teman juga harus yakin! Yakin bahwa kalian itu bisa! Karena dengan rasa keyakinan inilah mampu mengunggah selera semangat kita.

4. Selain cara-cara tersebut, teman-teman juga sangat dianjurkan untuk menggunakan trik yang sudah saya kasih tadi

F. MENGANALISIS TIPOGRAFI RIMA IRAMA

Tipografi itu disebut juga ukiran bentuk puisi, yaitu: merupakan tatanan kata-kata, baris-baris, serta bait-bait atau kalimat dalam sebuah puisi. Tipografi dipandang penting agar tidak menggeser makna dari kata-kata dalam puisi serta bentuk fisik yang mampu mendukung isi, rasa, dan suasana. Hal ini sangat jelas pada puisi kontemporer. Seringkali seorang penyair kontemporer mengekspresikan gejolak perasaannya dengan menonjolkan aspek visual puisi lewat kata-kata.

Baca Juga: Tipografi: Pengertian, Jenis, Fungsi, Macam dan Analisis Tipografi

Salah satu penyair puisi kontemporer ini adalah Sutardji, beliau mulai tidak mempercayai kekuatan kata dan lebih percaya pada eksistensi bunyi. Contoh tipografi puisi dapat dilihat pada bentuk-bentuk puisi berikut!

TAPI

Aku bawakan bunga padamu

Tapi kau bilang masih

Aku bawakan resah padamu

Tapi kau bilang hanya

Aku bawakan darah padamu

Tapi kau bisa cuma

Aku bawakan mimpiku padamu

Tapi kau bilang meski

Aku bawakan dukaku padamu

Tapi kau bilang tapi

Aku bawakan mayat padamu

Tapi kau bilang hampir

Aku bawakan arwahku padamu

Tapi kau bilang kalau

Tanpa apa aku datang padamu, wah!

 

[Sutardji Calzoum Bachri, O Amuk Kapak, 1981][1]

Pada beberapa contoh puisi di atas kita dapat membandingkan bentuk yang satu dengan bentuk yang lainnya. Selain itu, juga mempermudah kita dalam memahami puisi maupun memberi kenyamanan saat membacanya sehingga dapat kita gunakan sebagai bentuk awal jika kita ingin membuat tipografi pada puisi yang kita tuliskan.

G. Kesimpulan

Rima ialah salah satu komponen dalam puisi dalam bentuk bunyi yang berulang pada akhir baris sajak yang memberikan keindahan dalam puisi. Tapi, rima tidak selalu terletak dalam akhir baris dalam satu bait namun bisa juga terletak dalam satu baris yang sama. Itu tergantung dari jenis rima.

Irama atau istilah lainnya ritme adalah pergantian panjang pendek atau tinggi rendahnya ucapan bunyi waktu membaca puisi. Rima dan irama saling berkaitan, karena rima adalah salah satu unsur pembentuk irama.

Maka, Rima irama di sini berfungsi sebagai alat untuk bisa puisi tersebut dapat dilagukan dan tentunya enak dibaca.

 

*Penulis: Nur Asyifa, Faricha Chusnawati, Valencia Eka A.P, Tety, Riesma, Susandi, Aseftian, Intan, Dan Fairuz Bilqis Nr.

 

[1] Tipografi Puisi, https://manjakan.com/tipografi-puisi/ (Diakses pada tanggal 05 Juni 2020 jam 16.00)

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Related Articles
Penulis

Admin Ruang Sekolah

Tulisan Populer
Mei 14, 2020, 4:39 PM - Aswan
Jun 1, 2020, 10:08 AM - Ruang Sekolah
Jun 10, 2020, 4:58 PM - Ruang Sekolah
Feb 1, 2020, 1:53 PM - Sumarni Safaruddin
Apr 11, 2020, 5:49 PM - Ruang Sekolah