Rahasia Juara Lomba Media Menulis Nasional

Akhir ini banyak instansi atau penerbitan yang bergerak di bidang online untuk membranding diri dengan mengadakan beberapa lomba media, baik tingkat ragional, provinsi, nasional bahkan internasional. Dengan begitu, selain untung bagi instansi untuk membranding dirinya, juga menjadi sebuah pengembangan keterampilan dan ketangkasan seseorang.

Pada umumnya lomba memiliki 2 arti. Pertama, lomba adalah sebuah homonim karena arti-artinya memiliki ejaan dan pelafalan yang sama tetapi maknanya berbeda. Kedua, lomba memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga lomba dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan.

Kita sering menyebut lomba media sebagai ajang untuk diakui sebagai pemenang. Namun seharusnya lomba media itu sebagai ajang untuk mengembangkan potensi, mengembangkan kelebihan, mencari kekurangan dan untuk lebih baik dalam melakukan sesuatu. Ada yang bilang, "Semut di ujung laut terlihat, namun gajah di pelupuk mata tidak terlihat". Kita memang tidak bisa melihat kekurangan diri kita sendiri, maka jangan mudah bangga pada kelebihan kita apalagi saat sedang berlomba di media.

Sebab lomba media untuk mengasah kelebihan bukan untuk bersaing dengan orang yang satu tujuan. Semua orang pasti pernah berangan untuk menjadi pemenang, karena memang itu adalah kewajaran dalam nalar seseorang namun jangan terlalu berlebihan, sebab sesuatu yang berlebihan past ada dampak buruk yang diperoleh.

A. Lomba Media

Seperti yang kita ketahui pada umumnya, media sosial adalah dunia baru setelah dunia nyata. Tentunya, kita harus mampuh beradaptasi pada dunia baru. Jika dulu seseorang berlomba antara sekolah atau antar kota yang ditonton banyak orang, namun lewat media kita akan berlomba dengan sendirinya tanpa ditonton terlebih dahulu. Namun, medialah yang menjadi wadah untuk ditonton oleh siapa pun meskipun diri kita sendiri.

Lomba media atau lomba yang dimediakan adalah banyaknya lomba atau contest yang dibuat atau diadakan oleh berbagai komunitas atau justru oleh seseorang, instansi, pemerintah dan lain-lain.

Baca juga: Teknik Swasunting Karya Meraih Kesempurnaan Tulisan

Lomba yang dimediakan berupa lomba-lomba tertentu yang banyak diminati masyarakat. Adapun media-media yang bisa kita ambil untuk mencari lomba-lomba, seperti: akun Instagram, akun Twitter, akun WhatsApp, akun Facebook, akun Wattpad, akun Line dan akun media sosial lain yang diminati masyarakat dan banyak peluang untuk saling share antar penggunanya.

B. Jenis Lomba Media

Jenis lomba media atau lomba-lomba yang ada di media dan sering kita temui sebenarnya banyak. Salah satunya adalah yang berhubungan dengam komunikas WhatsApp grup kita, yakni lomba yang berhubungan dengan "menulis", seperti lomba menulis puisi, lomba menulis cerpen, lomba menulis cermin, lomba krisan dan lainnya.

Pertanyaannya, apakah hanya sebatas lomba dengan hubungan kepenulisan saja, tentu tidak, karena Indonesia adalah negara dengan masyarakat yang beragam hobi dan keahliannya, contoh lomba yang sering dimediakan:

1. Lomba Menulis Fiksi dan Non Fiksi

2. Lomba Bermain Games.

3. Lomba Mengambar dan Melukis.

4. Lomba Ceramah.

5. Lomba Olahraga.

6. Lomba Membuat Kerajinan.

7. Dan Lomba Lainnya.

Lomba di atas adalah lomba yang sering kita dapati di media sosial atau lomba yang informasinya berasal dari pamflet, mulut ke mulut, spanduk, brosur dan lain-lain.

C. Karya

Dalam sebuah lomba menulis, karya adalah hal yang urgen untuk dilombakan. Artinya, seseorag bersaing lewat karya yang dihasilkan, bukan orangnya yang berlomba kecuali lomba yang berkaitan dengan olahraga, seperti: silat, tinju, karate, sepak bola, basket, dan lainnya. 

Baca Juga: Menulis dan Mendalami Karakter Puisi

Adapun beberapa persyaratan yang harus dipenuhi selama mengikuti perlombaan, di antaranya:

1. Karya harus original, hasil sendiri, dan bukan plagiat.

2. Karya belum pernah dipublikasikan di media atau platform lainnya.

3. Mematahui syarat dan ketentuan (SK) sebuah event.

4. Tidak melewati deadline (batas waktu pengiriman). 

D. Kiat Memenangkan Lomba Media

Menang dalam sebuah perlombaan adalah impian semua orang pada umumnya. Namun, kegagalan bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal proses baru untuk memenangkan sebuah event.

Ada beberapa kiat atau tips untuk menjuarai sebuah perlombaan menulis, di antaranya:

1. Menulis Hal yang Baru

Semua orang pasti tahu menulis, tapi tidak semuanya menulis sesuatu yang baru atau hangat. Sementara, dalam perlombaan karya atau tulisan baru menjadi sorotan para juri.

2. Sering Membaca Referensi/ Mencoba Referensi

Tulisan yang bagus adalah tulisan yang akurat dan memiki referensi yang terpercaya. Pada tulisan fiksi, tidak memakai referensi seperti non fiksi juga tidak masalah. Namun, lebih mudah dalam berimajinasikan sebuah fiksi pasti membutuhkan data atau referensi. 

3. Prosedur Pembuatan Karya

Prosedur adalah langkah-langkah menulis karya. Artinya, mulai dari judul, nama penulis, isi, titimangsa, dan sebagainya disusun secara sistemastis. Hakikatnya, kerapian suatu naskah menjadi hal terpenting penilaian tim juri. Misalnya, karya tersebut sistematikanya acak-acak, maka sang juri enggan untuk membacanya bahkan memberikan nilai.

4. Tanamkan Percaya Diri

Percaya diri mengikuti perlombaan harus tertanam dalam diri masing-masing. Kepercayaan diri inilah yang membangkitkan semangat baru setelah mengalami kegagalan. Sebaliknya, kepercayaan diri menjadi benteng agar diri tidak mudah sombong jika menang dikemudian hari.

5. Doa

Doa adalah senjata terakhir yang dapat digunakan. Manusia tidak akan tahu apa yang terjadi esok hari. Begitupun lomba, tidak akan tahu apakah naskah yang diajukan juara, lolos, atau gagal. Hanya kekuatan doa kepada Tuhan yang mampuh menuliskan takdir kemenangan di perlombaan esok.

E.   Kesimpulan

Media sebagai sarana untuk membranding diri dan berkreasi dengan mengikuti perlombaan. Oleh karena itu, kepercayaan diri dan doa adalah dua hal yang harus tertanam dalam diri seseorang untuk bisa bersaing secaa sehat dalam mengikuti lomba media. Jika gagal atau, maka dua hal tersebut yang akan menjadi benteng dalam hati manusia.

 

* Penulis: Sabrina Khoirunnisa, Riska Ayu, Abdullah Mahbub Ahmad, rizki indah pertiwi, Lilis Karlina, Rizki Nur Khoiriah, dan Nur Fauziah.

 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Related Articles
Penulis

Admin Ruang Sekolah

Tulisan Baru
Okt 17, 2021, 11:12 PM - Della putri utami
Okt 17, 2021, 11:03 PM - Andi Anis Magfiroh
Okt 8, 2021, 12:01 AM - Regita Putri Cahyani
Okt 7, 2021, 11:55 PM - Ilham Saifullah