Puisi Tujuh Pagi

Tujuh Pagi

 

Pukul tujuh pagi

Kau melihatku saat hati ini murung

Serambi berkata

Ayolah tersenyum wahai bidadariku

 

Buatlah semesta ikut serta bergembira

Meskipun di penuhi rintik hujan

Kamu tak perlu ikut terlarut di dalamnya

Percayalah tuhan maha baik

 

 

Purwodadi, 4 April 2020

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Related Articles
Okt 7, 2021, 11:55 PM - Ilham Saifullah
Sep 30, 2021, 8:38 PM - Andi Anis Magfiroh
Agt 27, 2021, 11:00 PM - Pohon Jalang
Agt 27, 2021, 10:51 PM - Pohon Jalang
Agt 27, 2021, 10:49 PM - Pohon Jalang
Agt 27, 2021, 10:46 PM - Pohon Jalang
Penulis

Pohon Jalang, wanita yang menyukai bidang otomotif terutama otomotif sepeda motor, dan sastra. Sejak SD saya menyukai buku novel dan buku-buku sastra lainnya. Saat menginjak smk memilih kejuruan TBSM (Teknik Bisnis Seoeda Motor) dan mulai menulis saat masih smk kelas 12. Untuk kamu yang ingin bertukar ide atau bercerita bisa follow fecebook aku @Priyanti.

Tulisan Baru
Okt 17, 2021, 11:12 PM - Della putri utami
Okt 17, 2021, 11:03 PM - Andi Anis Magfiroh
Okt 8, 2021, 12:01 AM - Regita Putri Cahyani
Okt 7, 2021, 11:55 PM - Ilham Saifullah