Puisi Romansa, Alternatif Bikin Pembaca Baper

Kalian pernah kenal dengan puisi romansa? Saya yakin semua penyair pemula atau senior mengenalnya, sebab, puisi ini sebagai media pengantar untuk menulis puisi yang lainnya. Kenapa? Karena, puisi romansa dekat dengan hati dan perasaan manusia.

Kebanyakan penulis terkenal, seperti Sapardi Djoko Damono, WS. Rendra, Acep Zamzam Noer, Sutarji Chalzum Bahri dan sebagainya memulai karir dari puisi romansa. Mereka lebih suka menulis puisi dengan perasaan yang disakiti seseorang, misalnya sang kekasihnya.

Penulis pemula pun juga melakukan hal yang sama. Apalagi dunia percintaan sekarang lebih dikenal anak muda, maka ia menarasikan rasa rindu, kengen, sakit hati, dalam betuk sastra.

Puisi Romansa

Dalam beberapa pemantauan saya sebagai juri event dan pegiat literasi. Antara puisi romansa dan puisi lainnya lebih banyak puisi romansa. Mereka merasa nyaman dan terobati jikalau sudah menuangkan dalam bentuk puisi. Tapi percayalah, bahwa apa yang ditulis sekarang hanya sebuah pengantar jalan menuju penyair sebenarnya.

Baca juga: Cara Mengatasi Kendala Menulis Puisi untuk Pemula, Wajib Kamu Tahu!

Pengantar Puisi

Puisi adalah bentuk karya sastra yang berasal dari suatu perasaan penyair dengan bahasa yang menggunakan rima, irama, mantra, bait, dan penyusunan lirik yang berisi mengandung makna. Lazimnya, puisi memerhatikan bunyi dan tipografi (bentuk) sehingga menciptakan estetika dan kehidahan tersendiri.

Pada dasarnya, puisi dibagi menjadi tiga bagian, di antaranya: Puisi lama, puisi baru, dan puisi kontemporer. Puisi lama (hingga tahun 1920-an) adalah puisi yang terikat dengan peraturan penciptaan, seperti jumlah kata dalam satu baris, jumlah baris dalam satu bait, dan irama. Contoh: mantra, pantun, karmina, seloka, dan gurindam.

Kedua, puisi baru (tahun 1920-sekarang) adalah puisi yang tidak terikat dengan aturan kaidah penulisan seperti puisi lama. Dalam artian, puisi baru mempunyai penulisan yang bebas, baik pada baris, suku kata atau rima. Contoh: Balada, Himne, Ode, Epigram, dan puisi romansa.

Ketiga, puisi kontemporer adalah puisi yang dibuat kekinian. Artinya, tidak ada terkitakan apa pun dengan penciptaannya. Tujuan penulisan puisi ini untuk menyampaikan ide. Bedanya dengan puisi baru, yaitu puisi kontemporer bisa menggunakan diksi lain, seperti garis, ilustrasi gambar, kemerduan bunyi, dan menggunakan kata frasa dan kelompok kata yang tidak wajar. Contoh: Puisi Digital Afrizal Malna.

Baca juga: Menulis dan Mendalami Karakter Puisi

Puisi Romansa Klasik dan Modern

Karya sastra, khususnya karya puisi romansa atau cinta sudah berkembang semenjak masa kerajaan. Para pujangga kerajaan dan pegawai kerajaan membuat karya sastra bertema cinta sebagai bentuk penghayatan kepada semesta, pujaan bagi junjungan dan kemuliaan abadi.

Namun, para pujangga dulu lebih difokuskan pada irama dalam puisi. Artinya, meskipun puisi tersebut dilagukan sangatlah bisa. Sebab, rima dan irama yang diatur di dalamnya dapat menyesuaikan dengan lagu-lagu. 

Dalam susunan puisi romansa terdiri maksimal 12 suku kata. Suku kata di sini, yang dapat menyesuaikan dengan berbagai lagu, baik lagu tradisonal atau lagu modern. 

Namun, puisi romansa modern tidak terikat dengan hal tersebut. Ia lebih difokuskan pada ide dan perasaan sang penyair tanpa memerhatikan susunan suku katanya juga. Meskipun, ada sebagian penyair yang bisa menyerupai puisi dulu, seperti D. Zawawi Imron, Faidi Rizal Alief, dan Jamal D Rahman.

Saya akan memberikan satu puisi romansa karya Kahlil Gibran. Seorang penyair legenda yang kerap sekali melantunkan puisi cinta tiada habisnya. Meskipun, dia sudah lama meninggal, namun puisinya masih dibaca sampai sekarang dan menjadi pembelajaran puisi cinta penulis pemula.

Puisi Romansa Kahlil Gibran

JATUH CINTA PADAMU

Mempesonanya kamu

Menyungging senyummu

Menghiasi raut wajahmu

Mendiamkan detak jantungku

Mataku jadi pencuri senyummu

Yang menghantam jantungku

Bingung tak menentu

Dengan kehadiranmu

Mungkinkah menerimaku

Kutakut kehilanganmu

Bila kau tahu perasaanku

Yang jatuh cinta padamu

 

Susunan rima dan iramanya sangat teratur, sehingga menimbulkan energi tersendiri untuk pembaca. Puisi ini oleh Kahlil Gibran, sebuah ungkapan isi hati untuk sang pujaan hati. Bahwa lewat senyumnya, sang penulis berhasil menjadi seorang pencuri cinta. Namun, di akhir bait puisi, Kahlil Gibran merasakan ketakutan yang sangat, jika sang pujaannya tahu, apakah dia akan menerimanya dengan hati yang terdalam.

Contoh selanjutnya, puisi romansa WS. Rendra. Penyair kelahiran Indonesia yang berjuluk burung merak. Setiap ia tulis, penuh makna dan keindahan bagi pembaca, seperti burung merak dilihat sang menakjubkan. Puisi cinta WS. Rendra ini, ditulis untuk sang kekasih di hari valentine. 

Puisi Romansa WS. Rendra

Permintaan

Wahai, rembulan yang bundar

jenguklah jendela kekasihku!

Ia tidur sendirian,

hanya berteman hati yang rindu.

 

Meskipun puisi romansa pendek milik WS. Rendra. Namun ia berhasil membuat kekasihnya tersipu malu. Dia meminta rembulan sebagai metafora dalam puisinya. Rembulan identik kebahagiaan. Seseorang yang sedang galau, maka ia akan menyendiri dan melihat dua hal: pertama, rembulan dan kedua bintang. 

Contoh ketiga, Puisi Sapardi Djoko Damono. Salah satu penyair yang memiliki kesederhanaan dalam menulis puisi. Namun, makna yang terkandungnya sangat dalam. 

Puisi Romansa Sapardi Djoko Damono

Aku Ingin

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Dengan kata yang tak sempat diucapkan

Kayu kepada api yang menjadikannya abu

 

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan

Awan pada hujan yang menjadikannya tiada.

 

Aku ingin, sebuah puisi yang sangat sederhana. Permainan diksi dan penyampaian rasa cintanya sangat padu dan apik sehingga membuat pembaca terhayut di dalamnya. Puisi itu menggambarkan secara ringkas, padat, dan penuh makna. Sebuah keinginan dan permainan majas yang diciptakan mampu teratur dalam sebuah bait puisi.

Cara Membuat Puisi Romansa

Ada beberapa cara membuat puisi romansa yang mampu menggetarkan pembaca, apalagi sang pujaan hatinya. Cara ini yang dapat mengantarkan para penyair pemula untuk berkarir dalam dunia puisi lewat puisi romansa.

1. Menulis dengan Perasaan

Seuasi dengan namanya, maka puisi ini akan fokus pada perasaan. Mengutip perkataan Jalaluddin Rumi, “Menulis dengan perasaan, maka orang membacanya dengan perasaan.” Kenapa, suatu karya saat kita baca sampai menangis? Karena penulisnya mampu bermain dengan diksi dan perasaannya.

Memang benar, perasaan tidak akan pernah berbohong. Sebuah tulisan yang dihasilkan dari perasaan, biasanya tulisan murni atau asli tanpa ada campur kebohongan di dalamnya.

2. Mengingat Kenangan

Menulis membutuhkan ide dan data. Dua hal itu dapat kita dapatkan melalui banyak cara, di antaranya membaca buku, bersosial dengan orang lain, melihat dan mendengarkan sesuatu, dan sebagainya.

Namun, untuk puisi romansa atau puisi cinta ide dan data itu didapatkan melalui kenangan di masa lalu. Misalnya, kita ingin membuat puisi untuk kekasih, maka kita akan mengenang kebahagian yang pernah dilalui. Setelah itu akan muncul ide dan diksi untuk memulai menulisnya.

3. Optimis Jati diri

Meskipun puisi cinta dianggap puisi yang cengen dan lebay. Namun, kita jangan pernah ragu untuk menuangkan sudut pandang dalam karya. Biarkan orang berkata apa di belakang, namun percayalah setelah menulis puisi atas masalah kita, akan cepat terselesaikan.

4. Sebarkan Rasa Cinta Lewat Diksi

Untuk mebuat puisi romansa, maka kita perlu bertujuan untuk menyebarkan rasa cinta kita lewat diksi. Rasa cinta ini terlihat, jikalau kita menulis diksi yang berkaitan dengan cinta, seperti: cinta, rindu, sayang, kekasih, pilu, syahdu, rembulan, cantik dan sebagainya.

Pertanyaannya, bagaimana membuat pembaca baper?

Tidak hanya sebuah puisi, terkadang tulisan yang lain mampu membuat pembaca terbawa perasaan. Hanya saja, ada dua cara yang harus dilakukan, di antaranya: pemainan diksi dan perasaan. Dua hal itu yang mampu membuat pembaca tulisan kita terbawa perasaan, sampai ia bisa terhipnotis dengan sendirinya.

1. Permainan Diksi

Diksi atau kata dapat kita gunakan dalam bentuk apa pun, baik merayu orang, menggertak, bahkan sampai membunuh. Tergantung kita menggunakan dalam hal apa pun. 

Tanpa kita sadari, otak dan perasaan kita dengan mudah melakukan hanya membaca dan mendengar sebuah diksi yang bagus. Misalnya, saat kita jalan ada plang kuning bertuliskan “jangan buang sampah sembarangan”. Secara otomatis, otak dan perasaan kita menggerakkan seluruh tubuh untuk membuang sampah pada tempatnya.

Nah, begitulah diksi yang dapat menghipnotis pembaca dengan mudah. Hanya kita harus pintar untuk membuat diksi yang bagus sehingga pembaca betah dengan tulisan kita. 

Baca juga: Cara Mudah Memperlajari Puisi Akrostik Beserta Contohnya

Lah, untuk membuat diksi yang bagus, kita harus banyak membaca dan berlatih. Dua hal ini yang harus ditanam dalam diri penulis pemula. Sapardi membuat diksi sederhana, sebab ia banyak membaca dan melatih menulis.

2. Perasaan

Seseorang boleh pintar bermain diksi, namun ia tanpa didasari sebuah perasaan, maka tulisannya terasa hambar. Perasaan ini yang menjadi jalan sebuah tulisan kita pada perasaan pembaca.

Pastinya, menulis dengan perasaan tidaklah mudah. Ada juga yang sampai menangis, menyesali diri, menggoreskan tubuh sampai berdarah … itu semua, ia lakukan agar perasaan dan otak saling berkesinambungan.

Kalian bisa menilai sendiri, menulis dengan perasaan atau tidak untuk dinilai pembaca orang lain. Pasti ada yang berbeda. Perbedaan ini yang harus ditanam hingga menjadi cambuk untuk terus menulis dan menulis.

Kesimpulan

Puisi romansa adalah puisi hati, puisi perasaan, puisi cinta… yang dapat menyelesaikan permasalahan hidup dalam dunia percintaan. Untuk membuat puisi romansa yang bikin baper pembaca dapat dilakukan dengan dua cara: pertama, permainan diksi dan perasaan. Dua hal itu yang akan mengatarkan pembaca betah dan terhayut dalam tulisan kita.

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Related Articles
Okt 7, 2021, 11:55 PM - Ilham Saifullah
Sep 30, 2021, 8:38 PM - Andi Anis Magfiroh
Agt 27, 2021, 11:00 PM - Pohon Jalang
Agt 27, 2021, 10:51 PM - Pohon Jalang
Agt 27, 2021, 10:49 PM - Pohon Jalang
Agt 27, 2021, 10:46 PM - Pohon Jalang
Penulis

Admin Ruang Sekolah

Tulisan Baru
Okt 17, 2021, 11:12 PM - Della putri utami
Okt 17, 2021, 11:03 PM - Andi Anis Magfiroh
Okt 8, 2021, 12:01 AM - Regita Putri Cahyani
Okt 7, 2021, 11:55 PM - Ilham Saifullah