Puisi Esai: Pengertian, Pencetus dan Cara Membuatnya

Puisi esai adalah perpaduan antara 2 jenis pemikiran yaitu puisi dan esai. Gagasan mengenai puisi puisi esai pertama kali dikemukakan oleh Denny Januar  Ali. 

Puisi esai pada dasarnya adalah cerita pendek atau drama yang dipuisikan, sehingga bentuknya berupa puisi berbabak yang panjang. 

Baca Juga: Toeri Puisi Akrostik Lengkap Pengertian, Jenis, dan Cara Membuatnya

Pembabakan ini merupakan akibat dari adanya kisah dinamika karakter dan dinamika sebuah kenyataan sosial, penanda khas dari puisi esai adalah adanya catatan kaki. 

Baca Juga: Puisi Romantis: Pengertian, Unsur dan Cara Membuatnya

Keterangan faktual dan referensial mengenai segala bentuk penokohan dan latar peristiwa dapat diperiksa melalui catatan kaki.

Di dalam puisi esai, catatan kaki berfungsi untuk mencegah terjadinya fakta hal-hal yang bersifat fiksi dan juga mencegah terjadinya pem-fiksi-an hal-hal yang merupakan fakta.

A. Cara Membuat Puisi Esai

1. Syarat-syarat puisi esai seperti karya sastra pada umumnya. Puisi esai pun memiliki syarat-syarat tertentu. Oleh pencetusnya, yakni Denny J.A., secara eksplisit dikemukakan bahwa syarat-syarat puisi esai adalah sebagai berikut;

2. Mengekspor sisi batin, psikologi, dan sisi human interest pelaku.

3. Dituangkan dalam larik dan bahasa yang diikhtiarkan puitik dan mudah dipahami.

Baca Juga: Imajinasi dalam Diksi

4. Tak hanya memotret pengalaman batin individu, tapi juga konteks fakta sosialnya. Kehadiran catatan kaki dalam karangan menjadi sentral.

5. Diupayakan tak hanya menyentuh hati pembaca atau pemirsa, tapi juga dicoba menyajikan dan fakta sosial. 

Baca Juga: Puisi Patidusa: Pengertian, Jenis, dan Cara Membuatnya

B.  Contoh Puisi Esai

Untuk memberi gambaran yang komprehensif mengenai wujud puisi esai. Berikut ini adalah salah satu contoh dari kelima puisi esai yang terdapat dalam buku”Antologi puisi esai ‘Atas Nama Cinta’Denny J.A.”

BUNGA KERING PERPISAHAN

/1/

Di nisan suaminya 

Ditaburkan melati dan kenanga

Sambal melafalkan doa

Perempuan itu dewi Namanya.

Terbius rasa pedih 

Ia memohon ampun dengan suara lirih 

Segala yang di dadanya terasa berat,

segala yang disekitarnya semakin pekat.

Sepuluh tahun sudah ia hidup

Bersama joko,suami pilihan Ayah

Perkawinannya selalu redup

 karena Albert pilihan hatinya.

Maafkan aku,suamiku,tangis dewi.

Sepuluh tahun lamanya sudah 

Kita menikah-

Tapi tak mampu jua aku mencintaimu.

Sudah kuberikan segalanya padamu

tapi rupanya bukan engkau milik hatiku

bukan engkau inti angan-anganku joko.

Joko,apa dayaku?

Ditaburkannya bunga sekali lagi

Sambal menelusuri isi hati,

Izinkan kuserahkan sisa hidup ini 

Kepada lelaki yang kucintai.

Kini kau di alam baka-

Setelah sepuluh tahun yang tanpa warna,

Baru sepenuhnya mataku terbuka

Cinta memang tidak bisa dipaksa

/2/

Di kamarnya yang sunyi

Dewi membuka lemari

Diambilnya sebuah kotak kecil

Berwarna nila

Yang sejak menikah tak pernah disentuhnya

Dengan gemetar kotak dibukanya 

Mawar kering itu masih disana

Terbayang olehnya Albert,kekasih hatinya,

Dan tersengat jiwanya oleh kisah lama.

Seolah didengarnya kata pemuda itu,

Disaat perpisahan sepuluh tahun lalu,

Simpan bunga kering ini,dewiku,

Sampai terbebas dari belenggu.

Kalua sampai waktunya nanti,

Kalua kita memang jodoh sejati, 

Kirimlah bunga padauk Kembali

Dan aku akan datang padamuu,

Aku janji!

/3/

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Related Articles
Penulis

Admin Ruang Sekolah

Tulisan Populer