Pilih Berjuang atau Menyerah?

Assalamu'alaikum, selamat siang semuanya. Semoga di hari yang cerah ini, semua hal baik menghampiri kita.
 
Tetap semangat, meski tak dipungkiri jika sebagian dari kita—mungkin saja sudah merasa bosan dengan keadaan hari ini. Termasuk aku tentunya. Semoga semuanya segera berlalu dan keadaan menjadi jauh lebih baik nantinya. 
 
Kali ini, aku sedikit mau menuliskan tentang hal yang mungkin bisa memberi sedikit motivasi untuk siapa pun yang hari ini sedang merasa putus asa dan ingin menyerah—termasuk diriku sendiri.
 
Tema yang aku ambil hari ini adalah tentang pilihan. Yakni, memilih terus berjuang—apa pun yang terjadi—atau berhenti dan menyerah karena lelah untuk terus berjuang?
 
Kita semua mungkin sudah tahu bahwa hidup ini tidak pernah lepas dari pilihan. Entah itu pilihan yang sangat sederhana atau pilihan yang benar-benar harus dipikirkan secara matang sebelum akhirnya mengambil keputusan.
 
Sejak kecil, kita sudah sering dipertemukan dengan sebuah pilihan. Pilihan paling sederhananya adalah saat ibu membawa kita ke pasar, beliau akan bertanya, "Nak, kamu mau beli apa?"
 
Dan kita sebagai seorang anak sudah pasti akan memilih. Karena menurut kita, saat kita ditawari hal seperti itu, berarti itu adalah kesempatan untuk kita memilih sendiri apa yang kita inginkan. 
 
Seiring berjalannya waktu, pilihan-pilihan yang kita temui dalam hidup ini juga semakin banyak. Semakin dewasa seseorang maka semakin berat pula pilihan yang harus dipilihnya. 
 
Misalnya saja, saat hendak memasuki bangku SMA. Kita sudah dihadapkan dengan pilihan jurusan, berlanjut saat memilih PTN, akan ada lebih banyak lagi pilihan jurusan. Pada intinya, pilihan dalam hidup ini tidak akan pernah ada akhirnya. 
 
Bahkan setelah lulus dari PTN misalnya. Pilihan-pilihan lain akan bermunculan. Seperti pilihan untuk menentukan langkah selanjutnya.
 
Apakah akan memilih untuk bekerja, melanjutkan studi, atau menemukan pasangan hidup. Lalu, saat kita telah menetapkan pilihan tersebut, pastinya akan ada pilihan lain yang akan muncul setelahnya dan itu akan berlanjut terus. 
 
Sesuai dengan tema kali ini, memilih berjuang atau berhenti. Saat kita telah menentukan satu pilihan dalam hidup, sebaiknya jangan pernah berpikir untuk berhenti atau menyerah.
 
Jika kamu telah bersusah payah untuk mendapatkan hal itu. Kenapa? Karena saat kita memilih berhenti, maka semua impian dan rencana yang telah kita susun sebelumnya akan berhenti sampai di situ saja. 
 
Dengan kata lain, semuanya telah usai dan selesai. Impian, rencana beberapa tahun ke depan semuanya akan hilang. Jadi, ketika teman-teman, termasuk aku sendiri, telah memilih satu jalan. Maka, tetaplah fokus pada jalan itu, tetaplah optimis dan berada di barisan orang-orang yang mau berjuang, bukan berada di barisan orang-orang yang memilih untuk berhenti dan menyerah. Apapun keadaan yang kita hadapi kedepannya, pilihannya hanya ada dua. Jika bukan berjuang, maka pasti berhenti atau menyerah. Tetapi, tak ada hal yang lebih baik selain memilih untuk berjuang. 
 
Mungkin, kita sering mendengar kalimat, "Man jadda wa jada, siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan."
 
Maka dari itu, marilah kita bersama-bersama berjalan menjadi seorang pejuang. Berjuang tak kenal kata menyerah. Hingga kelak Allah berkata, "Waktunya untuk pulang." Dan di situlah, akhir dari sebuah perjuanganmu di dunia. 
 
Namun, setidaknya kita telah berusaha dan berjuang semaksimal mungkin. Sesuai kemampuan yang telah Dia berikan, yang bisa kita manfaatkan untuk menjadi seorang pejuang. Menjadi kelompok mereka yang selalu berjuang tak kenal lelah, demi impian dan cita-cita, demi keluarga, demi kebahagiaan orang tua kita tercinta. 
 
"Tak ada perjuangan yang tidak akan menuai hasil, semuanya akan berbuah manis saat masanya telah tiba." 
 
Tetaplah semangat, dan fokuslah pada masa depan, wahai para pejuang. Jangan pernah lelah, karena sejatinya seorang pejuang tak akan pernah berpikir untuk berhenti meski keadaan sedang tidak mendukung. 
 
Berjuang? Atau berhenti?
 
Itu adalah pilihan masing-masing individu. Pilihan yang tak bisa untuk dipaksakan kepada siapa pun. 
 
Masa depan setiap orang ditentukan oleh orang itu sendiri. Bukan ditentukan oleh orang lain, masa depan kita adalah pilihan kita. Pilihan kita saat ini, akan menentukan kita akan menjadi apa dan bagaimana keadaan kita di masa depan. Semua itu tergantung dari apa yang kita pilih hari ini. 
 
Oleh sebab itu, jangan terlalu gegabah dalam menentukan pilihan. Menjadi seorang pejuang, juga butuh pemikiran yang cerdas. Berjuang tidak semudah mengatakannya. Dan seorang pejuang, bukanlah dia yang memiliki mental lemah dan mudah menyerah. 
 
Seorang pejuang tangguh, bukan dia yang tak pernah patah dan terjatuh. Tapi seorang pejuang adalah dia yang selalu berusaha tak kenal lelah dan menyerah. Jatuh, bangkit lagi, jatuh lagi, bangkit lagi. [I]So[/I], hidup memang butuh perjuangan bukan? 
 
Berjuang? Atau berhenti? Lebih baik berjuang daripada meyerah sebelum merasakan manisnya kesuksesan. Kecuali jika kita merasa bahwa jalan itu adalah jalan yang salah untuk kita, maka kita boleh menyerah dan memilih jalan baru yang sekiranya dapat mengantarkan kita pada jalan kesuksesan, juga memberikan dampak baik bagi diri, seperti membawa kita menjadi lebih dekat dengan Allah, Pencipta Alam Semesta.
 
Terima kasih, sekian celotehanku untuk hari ini. Semoga bermanfaat, terutama untuk diriku sendiri. Wassalamu'alaikum. Selamat beraktivitas buat semua.
 
Adiva Azzahra,
Gowa, 23 September 2021.
 
Sumber: Opini pribadi Adiva.

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Related Articles