Persiapan Berbeluarga, Promosi Kesehatan Remaja Putri Sangat Penting

Remaja adalah sekelompok penduduk yang ber usia 10-19 tahun (definisi menurut WHO dan Departemen Kesehatan) atau 10-24 tahun (menurut UNFPA) dan belum menikah. Menuju suatu jenjang kehidupan rumah tangga akan selalu di alami setiap orang. Masa persiapan rumah tangga atau berkeluarga bagi seorang wanita di mulai sejak remaja. Tidak semua remaja putri mengetahui keadaan kesehatan saat memasuki masa keluarga. Sebelum memasuski jenjang berkeluarga, wanita mengalami perubahan menuju kedewasaan.

Perubahan itu meliputi perubahan bentuk tubuh (fisik), perubahan kesehatan tubuh (biologis), dan perubahan perilaku (psikologis). Perubahan bentuk tubuh atau fisik di tandai dengan ukuran tubuh yeng lebih besar, tinggi dan payudara yang membesar. Perubahan itu di tandahi pula dengan kelauarnya darah melalui alat kelamin wanita yang disebut haid. Sedangkan perubahan perilaku di tandai dengan remaja putri terlihat cantik, menarik, senang bergaul, mudah marah, mudah sedih, dan mudah kecewa.

Karena perubahan tersebut, remaja putri sering mendapat gangguan kesehatan. Oleh sebab itu, saat remaja perlu di berikan berbagai informasi tentang kesehatan. Dengan keadaan kesehatan yang baik, proses pendewasaan seorang remaja putri dalam menuju perkawinan menjadi lebih baik dan lebih siap dan matang.

Kegiatan promosi kesehatan pada remaja meliputi:

  1. Menjalin hubungan yang sehat dengan lingkungan termasuk teman sebaya wanita dan pria.
  2. Memberikan informasi tentang kesehatan reproduksi, dapat dengan cara memanfaatkan pelayanan kesehatan remaja di posyandu remaja.
  3. Memberikan nutrisi yang bergizi dan seimbang kepada remaja putri, karena status gizi akan berdampak pada kehamilannya kelak. Pada kenyataannya, remaja saat ini tidak begitu memperhatikan gizi karena takut gemuk sehingga akhirnya mengadakan program diet dengan mementingkan penampilan tanpa memperhitungkan dampak jangka panjang pada kesehatanya.
  4.  Memberikan informasi tentang bahaya seks bebas dan pergaulan bebas pada kalangan remaja.
  5. Memberikan informasi tentang bahaya NAPZA kepada remaja.
  6. Menganjurkan kepada orang tua tetap memperhatikan perkembangan anak remajanya dengan memberikan perhatian dan kasih sayang . misalnya menjadi teman curhat anak remajanya sehingga jika anak ada masalah segera dapat di atasi.
  7. Jika sudah merasa siap dan matang secara fisik, usia, dan psikologisnya untuk menikah maka segera  dinikahkan.
  8. Memberikan imunisasi TT untuk remaja putri sebelum menikah.

 

Referensi : Siti Maryam, SST,M.Kes, Promosi Kesehatan dalam Pelayanan Kesehatan, 2014

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments
Siti Masytho - Feb 16, 2020, 10:09 PM - Add Reply

Kok berasa aku ya. Hahaha.

You must be logged in to post a comment.
Nurul Jannah - Feb 16, 2020, 10:24 PM - Add Reply

Tarik tangan Bapak KUA. Hahaha.

You must be logged in to post a comment.
Ana Erfiana - Feb 17, 2020, 7:36 AM - Add Reply

hehehehe, mungkin ada yang merasa

You must be logged in to post a comment.

You must be logged in to post a comment.

Related Articles
Penulis
Tulisan Baru