Peran Penting Lingkungan Terhadap Pola Asuh Anak di Usia Dini

Anak merupakan titipan dari Tuhan. Berkah untuk keluarga. Pada usia dini, anak merupakan usia emas (the golden ages) yaitu, anak dapat mengakses suatu kejadian dengan cepat dan menyimpannya melekat dalam otaknya.

Anak lebih suka bermain, melakukan hal-hal yang ia suka, cenderung sensitif dan kadang drop semangatnya karena beberapa hal.  Maka dari itu, ciptakan masa paling berharga buat anak. Berikan sentuhan lembut, serta pelukan hangat.

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan rangsangan anak beradaptasi dengan pelajaran namun tidak menghilangkan kesukaan anak-anak, yaitu bermain. Karenanya, belajar dan bermain harus seimbang. Lebih banyak belajar juga mengganggu perkembangannya, begitu juga sebaliknya.

Dalam mengasuh anak, banyak versi yang masyarakat pakai. Ada yang memanjakan tanpa batas tentunya merugikan. Ada memanjakan namun dibatasi. Ada lagi yang lebih parah yaitu mengekang atau sangat ketat.

Saya ulas dari yang memanjakan tanpa batas. Membelikan barang-barang mewah, membelikan apa yang anak ingin, terlalu memberikan pelayanan istimewa tanpa berpikir dampaknya. Hanya akan membuat anak cengeng dan tidak mandiri, gampang bosan, cenderung agresif. Berilah pelayanan sesuai kebutuhannya.

Yang kedua, mengasuh anak dengan cara memanjakan namun dibatasi. Artinya, orang tua memberikan pelayanan sesuai porsi dan kebutuhan. Anak-anak bisa memilih yang ia suka, dengan catatan yang anak ingin berguna dan tidak merugikan. Don't worry!

Biasanya anak juga tidak suka sesuatu yang dibeli tidak seauai dengan keinginannya. Cepat bosan, meenggangu pikirannya, dan bisa-bisa mengganggu temannya.

Selanjutnya, pola asuh anak dengan terlalu mengekang atau ketat. Melarang anak melakukan suatu hal memang tidak salah. Memarahinya karena salah juga it's okay. Biar anak tidak mengulangi lagi hal ceroboh. Kalau berkelanjut terus-menerus, bisa-bisa si anak bosan.

Namanya juga anak-anak, ada saja kelakuannya yang buat kesal. Kadang tidak mau belajar, mau main tanah... tapi sesekali anak juga butuh refreshing. Tidak perlu khawatir anak takut kotor. Anak yang mainnya bebas kadang menjadikannya tangguh.

Masih banyak sebagian orang berlaku kasar pada anaka. Memukul, menjewer, mencubit sampai anak nangis. Gara-garanya cuma hal spele. Karena ia tidak tahu baca ABCD.

Satu hal yang perlu  diingat adalah, pada umumnya anak adalah manusia paling lembut dan halus. Baik hati, pikiran, perasaan maulun fisik. Stop berpikiran anak akan nurut jika anda masih berlaku kasar!

Anak usia dini sangat butuh sentuhan kasih dan hangatnya pelukan. So, kasih ia pelukan ketika ia gagal, semangati agar bangkit. Olahlah kepribadiannya dengan tangan anda sendiri. Dengan interaksi langsung dengan anak.

Jangan mentang-mentang anak sudah sekolah, lantas mengatakan bukan urusan lagi untuk memberikan didikan pada anak. Tidak! Anak, orang tua, guru dan lingkungan harus bekerja sama untuk mencetak goal. Untuk menerapkan pendidikan agar masa depannya bagus.

Menjadi orang tua bukanlah perkara yang mudah. Menjadi guru juga tidak asal memberi pelajaran. Banyak lelah dan harus lebih sabar lagi. Anda sebagai orang tua atau guru dituntut untuk menciptakan generasi yang cerdas. Generasi yang berakhlak. Salah sedikit saja, pasti jadi jadi sasaran salah.

Ada beberapa hal yang perlu dihindari dalam mengasuh anak.

a.) Menuntut Kesempurnaan Di luar Kemampuan anak

Orang tua adalah orang paling berhak atas anak-anaknya. Tapi masih banyak orang yang menggunakan haknya dengan semena-mena. Menuntut ini itu, melarang ini itu. Dengan alasan yang sama sekali tidak masuk akal. Memang khawatir, takut kenapa-napa, kalau parno juga gak baik, Ma.

Seperti halnya menuntut anak harus pintar. Alasannya biar dapat juara kelas. Ujung-ujungnya yang dicari popularitas. Ini harus diaadari oleh para orang tua. Bahwa IQ masing-masing anak berbeda. Ada yang memang pintar.

Dan meraka melupakan peran anak. Bahwa mereka bisanya cuma main, main dan main. Pola pikirnya masih rentan. Hatinya masih sering bolak-balik. Yang dipikirnya hanya hal-hal yang membuatnya senang.

Kasih ruang untuk ia melakukan hal-hal kesenangannya, Bunda. Selagi tidak merugikan dirinya dan orang lain kenapa tidak? Anak akam cerdas dengan pemikirannya sendiri tanpa harus dipaksa agar pintar.

b.) Ingkar janji

Dari kecil orang tua inginkan anak berakhlak baik. Menanamkan sikap jujur, suka membantu dan tidak mengganggu. Jangan sering lakukan janji lalu tidak ditepati, karena sangat mengganggu pola pikirnya.

Anak nangis tidak mau sekolah, anda bilang, "Nanti kalau kamu sekolah, Ayah belikan mainan. Si anak pun senang karena jaminannya mainan. Pas pulang sekolah ditagih, jawabnya besok, besok dan besok. Nyatanya, hanya omong kosong. Anak anggap anda pembohong. Di sini letak kegagalan orang tua dalam mendidik.

Orang tua merupakan guru pertama? Guru termasuk orang yang sitiru ucapannya maupun akhlaknya. Jadi , stop PHP pada anak, Bunda!

c.) Main gadget

Di zaman teknologi seperti sekarang, semuanya serba instan. Bahkan mainan anak juga dapat dibungkus dalam hp/android. Banyak sebagian orang tua tidak membatasi anak dalam nermain gadget. Yang lebih parahnya lagi, anak dibelikan android.

Terkadang tanpa tahu dampaknya, yang penting anak senang. Itu aja cukup. Tidak sampai di  situ. Gadget sangat berpengaruh pada pertumbuhan otak anak dalam perkembangannya. Gangguan proses belajar dan menurunnya kemampuan mandiri anak.

Baca juga: Ubahlah Kebiasaan Anak Main Gadget saat Makan, Inilah Alasannya!

Bill Gates, orang terkaya di dunia dan pencipta teknologi modern di industri komputer membatasi tiga anaknya dan menerapkan aturan tegas tentang memiliki ponsel dengan usia maksimum.

Pendidikan yang patut kita tiru. Bukan lantas kita kasihan terhadap anak karena tidak mempunyai gadget sedangkan teman-temannya sudah mempunyai. Terkadang kita memang harus tega membatasi anak dalam main gadget demi masa depannya.

So, ciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, harmonis, agar perkembangan anak memang benar-benar menjadi golden age.

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Related Articles
Penulis

Penulis Pecinta Bakso

Tulisan Populer
Mei 14, 2020, 4:39 PM - Aswan
Jun 1, 2020, 10:08 AM - Ruang Sekolah
Jun 10, 2020, 4:58 PM - Ruang Sekolah
Feb 1, 2020, 1:53 PM - Sumarni Safaruddin