Penyebab Rusaknya Hati Menurut Kitab Nashoihul Ibad

Berikut ini penyebab rusaknya hati menurut Kitab Nashoihul Ibad yang dapat diketahui oleh oleh semua orang.

Penyebab rusaknya hati menurut Kitab Nashoihul Ibad dapat membantu manusia untuk menyadari tentang perasaan.

Tau gak sih, salah satu ciri dari rusaknya hati seseorang? Rusak disini diartikan sebagai perasaan hati yang selalu bertolak-belakang seakan-akan terus merasa bahwa pendapatnya lah yang benar, bisa juga diartikan sebagai kerasnya hati seseorang.

Baca Juga: Di Balik Syair Suci, Tersirat Motivasi yang Harus Kamu Tahu

Untuk itu mari kita simak sebenaranya apa sih penyebab fakta dari rusaknya hati.

Artikel ini ditulis merujuk langsung pada kitab Nashoihul Ibad bagian kedua "Petunjuk yang memuat 3 perkara" karangan Syeikh Muhammad Nawawi Al-Bantani kutipan kalimatnya:

Al-Maqolatu tsaminah, 'an abu hurairah radliyallahu anhu wa ismuhu abdurrahman ibn shihr annahu qala, qala annabiyu SAW ......"wa ammal muhlikaatu fa syuhhu syadidun wa hawaa muttaba'un wa i'jaabul mar'i binafsihi" .....

1. Bakhil (pelit) sampai kelewat batas (fasyuhhu syadidun)

Seseorang yang memiliki sifat satu ini jelas merupakan salah satu manusia yang kotak kebatinan manusiawinya putus.

Baca Juga: Cara Cepat Menghafal Al Quran Selama 2 Bulan

Sebab orang jenis ini membantu sedikitpun saja enggan sekali, meskipun sebenarnya ia mampu dalam hal tersebut namun jika dasarannya memang pelit, mau bagaimana lagi? Orang-orang macam ini wajib diingatkan, wajib diberi pengertian bahwa sejatinya jika engkau mau menolong oranglain maka sudah pasti engkau pula akan ditolong Tuhanmu.

Meskipun secara dhohir tampak kehilangan namun secara ilmu keimanannya ialah bertambah dan sama halnya kita berinvestasi kebaikan.

Sebagaimana kita ketahui bahwa kodrat manusia ialah sebagai manusia yang bisa bermanfaat bagi manusia lain.

Baca Juga: Etika Santri Terhadap Guru Menurut KH. Hasyim Asy'ari

Dan kita juga makhluk sosial pasti suatu saat akan membutuhkan bantuan oranglain. Maka dari itu sudah pantasnya kita tidak memelihara sifat ini.

2. Selalu menuruti hawa nafsu (wa hawaa muttaba'un)

Sifat ini bisa juga dikatakan sebagai tamak (serakah) karena apa yang ia beli merupakan bukan apa yang ia butuhkan, melainkan itu hanya  keinginannya saja.

Jadi ia membiarkan nafsu tersebut datang dan bersemayam. Tidak memikirkan akibat dan dampak dikemudian. Boros dalam segala hal merupakan kebiasaannya

3. Ujub : membanggakan diri( i'jaabul mar'i binafsihi)   

Kalau boleh saya katakan, biasanya ini berawal dari akibat merasa kurang mendapat perhatian, sehingga untuk menarik perhatian oranglain maka dilakukannya lah cara-cara supaya dirinya terlihat ‘wah’.

Baca Juga: 3 Sebab Penyesalan Santri Usai Meninggalkan Pesantren

Entah karena kemampuannya, kecantikannya, kekayaannya, hingga hubungan keharmonisannya dengan keluarga atau pasangan.

Ia membanggakan kelebihan-kelebihan yang ia punya sebagai bentuk menyalurkan kepuasannya (sombong) Untuk itu, kita tidak sepantasnya memiliki sifat ini.

Apa yang pantas disombongkan jika udara yang kita hirup saja masih gratis. Artinya masih ada yang lebih agung dari keagungan manusia yang dimilikinya.

Itulah penyebab rusaknya hati menurut Kitab Nashoihul Ibad yang dapat kamu ketahui dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Related Articles
Penulis
Tulisan Populer
Tulisan Baru
Jul 29, 2021, 3:27 PM - Ruang Sekolah
Jul 28, 2021, 9:18 PM - Ine Inayah
Jul 27, 2021, 1:04 AM - Imroatul Khofifah
Jul 25, 2021, 10:12 PM - Ine Inayah