Pengantar Ilmu Puisi

Puisi adalah sebuah karya sastra yang suci. Sebab, puisi itu tercipta dari perasaan sang penyair bukan dari logika. Sementara, perasaan seseorang tidak pernah berdusta. Sebagaimana, dikatakan sang pujanggga, “Hati ada suci. Maka, kesuciannya dapat diambil dengan hati pula.”

Baca Juga: Puisi Romansa: Pengertian, Jenis, dan Contoh

 

Sebagaimana dijelaskan oleh pujangga klasik Jalaluddin Rumi pernah berkata, “Tulislah dengan hati, maka seorang akan membacanya dengan hati.” Pernyataan tersebut akan membawa seseorang kepada perasaan dan ruh dalam tulisannya.

Tulisan benar-benar memiliki ruh setelah pembaca menyadari bahwa tulisan yang dibacanya hidup. Mungkin, pembaca tidak menyadari bahwa isi tulisannya akan membawa kesadaran menuju ruang di mana kesediahan dan kebahagiaan menjadi jalan berbeda yang harus ditempuh.

Baca Juga: Diksi Ketika Berpuisi

 

Oleh karenanya, puisi berbeda dengan karya sastra lainnya. Seorang yang mampu menguasai puisi, maka ia bisa menguasai semua tulisan. Sebab, puisi adalah kunci dari semua tulisan.

Dalam puisi nantinya, penulis akan dihadapkan dengan teori dan praktek menulis. Apakah keduanya penting? Ya, semuanya sangat penting. Teori bertujuan untuk membangun sebuah jembatan, sementara praktek adalah kaki yang mampu memilih jembatan mana yang harus dilaluinya.

Baca Juga: Tema dan Judul: Pengertian, Fungsi, dan Tujuan

 

Terlepas dari itu, teori dalam ilmu puisi di era sekarang ini sangat banyak. Banyak literatur buku atau internet yang mempelajari tentang ilmu puisi. Namun, hanya segilintir orang yang mampu menjadi penyair sesungguhnya. Kenapa?

Baca Juga: Cara Memilih Judul Puisi Menggugah Pembaca dan Selalu Dicari

 

Karena seorang tersebut mengetahui teori dan praktek tanpa memfokuskan untuk mendalaminya. Seperti jembatan, kaki sudah melangkah, tapi tidak fokus malah melihat-lihat dan tersungkur atau jatuh serta enggan melanjutkan perjalannya lagi.

Itulah siklus kehidupan, seorang penyair sukses karena dirinya fokus terlebih dahulu sampai betul-betul menguasainya. Setelah itu, dia mempelajari ilmu karya sastra lainnya sehingga memiliki kemampuan universal dan mampu membuat teori dan karakter dalam karya sastranya sendiri.

Baca Juga: 7 Cara Memilih Diksi dalam Puisi yang Bagus dan Efektif

 

Maka dari itu, seorang yang menulis puisi hendaklah fokus untuk mendalami teori puisi yang akan dipelajarinya. Barulah setelah menguasainya, pindah ke teori lainnya.

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Related Articles
Penulis

Admin Ruang Sekolah

Tulisan Populer
Tulisan Baru
Jun 19, 2021, 10:43 PM - Pipin Pirmansyah
Jun 19, 2021, 10:41 PM - Rini Risdayanti
Jun 19, 2021, 10:33 PM - Pohon Jalang
Jun 19, 2021, 10:28 PM - Khurri Ulya