Pembelajaran Cinta

Namaku Dimas, Umurku sekarang 21 Tahun, baru baru saja aku berulang tahun pada bulan juni tanggal 23 tahun 2021 tepatnya 5 hari yang lalu.  Selama umur hidup ku aku pernah beberapa kali merasakan hal yang indah yang seringkali orang katakan itu adalah cinta. Tetapi hanya satu cinta yang sangat berkesan dan juga merupakan sebuah pembelajaran bagiku.

Cinta pertamaku dimulai pada masa aku masih duduk dibangku Madrasah Aliyah. Lebih tepatnya pada saat aku duduk dikelas 2 MA, cinta pertamaku dimulai karena sebuah interaksi virtual yang akhirnya berlanjut dengan pertemuan yang membawa ku kedalam indahnya sebuah rasa , yang bernama rasa cinta.

Awal aku mengenal cinta pertamaku dari bc atau yang lebih dikenal dengan promote kontak dari aplikasi BBM masa itu, awal mula aku mendapatkan kontaknya itu dari adik kelasku, dia juga merupakan sepupu dari cinta pertamaku, dia bernama Diana. Ohh iya kalian mungkin penasaran siapa nama dari cinta pertamaku, aku tidak akan berbelit belit untuk memberi tahu nama dari cinta pertamaku, nama nya yaitu Tiana.

Pada suatu hari Diana mempromotekan kontak dari Tiana, dan pada masa itu entah mengapa aku aku tertarik saja untuk memulai pembicaraan melalui chat dengan orang yang sama sekali belum pernah ku kenal, padahal banyak sekali temen yang sedang promote kontak, tetapi entah mengapa aku hanya tertarik untuk memulai pembicaraan dan ingin mengenal dengan Tiana saja. Aku pun tak tahu entah itu rasa suka yang tiba-tiba atau hanya rasa tertarik saja.

Pada saat itu aku pun memberanikan diri untuk mengenalnya walaupun hanya virtual saja, aku memulai chat dengannya. Yaaa dengan salam layaknya orang biasa, dan diapun merespon dengan baik salam yang kuberikan. Berawal dari salam aku terus menerus ingin mengenal lebih dekat dengannya. Singkatnya perkenalanku bukan hanya saja virtul saja, selang beberapa  minggu aku memberanikan diri untuk mengajaknya bertemu, yaa walaupun hanya pertemuan sederhana, masa itu pada hari minggu pagi aku mengajaknya untuk bertemu disalah satu taman kota, aku mengajaknya untuk lari pagi, yaa terdengar seperti orang tak bermodal. Memang saja aku bukannlah berasal dari orang berada yang bisa saja mengajak orang untuk pergi dengan enak, tetapi aku hanya seorang remaja biasa yang sama sekali kekurangan dalam hal harta.

Lanjutnya, entah mengapa aku sangat senang sekali pada pertemuan pertama itu, bahkan setelah pertemuan pertama itu aku merasa aku sudah mulai merasakan perasaan yang berbeda, ditambah komunikasi virtual kami pun semakin intens dan saling lempar perhatian yaa layaknya remaja yang mabuk, mabuk cinta maksud ku. Hahahahaha

Dan juga aku rasa respon darinya seakan berbeda dari sebelumnya, yang membuat aku semakin suka.

Singkat cerita, selang perkenalan yang kurang dari 2 bulan, dan aku sudah beberapa kali jalan dengannya, aku memberanikan diri untuk menyatakan rasa cintakku kepadanya dengan semua kekuranganku yang ada. Dengan keberanian yang kulakukan akhirnya Tiana pun mengatakan bahwa dia punya rasa yang sama denganku, dan pada hari itupun aku sudah resmi menjalin sebuah hubungan dengannya.

Senang , Saangaaaatt senang rasanya, akhirnya aku punya sorang yang kupikir dapat menghargai keberadaanku, disaat aku punya banyak problem aku punya orang yang dapat menenangkanku. Hubunganku dengan Tiana bejalan dengan baik dan sungguh bahagia rasanya saat menjalaninya, benar kata orang yang mengatakan merasakan jatuh cinta itu sangat menyenangkan tetapi aku tak pernah sama sekali berpikiran bahwa akan ada masa sakit dari sebuah rasa cinta, Jika kalian pikir aku merasa bahagia dengannya tidak pernah ada masalah dalam hubungan, kalian salah, malah sebaliknya masalah itu selalu saja ada tetapi saat 3 sampai 6 bulan kami menjalani hubungan kami dapat mengatasinya.

Sampai akhirnya kami sudah menjalin hubungan selam 1 tahun 2 bulan, yaa mungkin itu bukan waktu yang lama  bagi orang lain, tetapi bagiku  itu waktu yang sangat lama dalam menjalin sebuah hubungan dan menjaga suatu kepercayaan, dimana kami saling berjanji untuk tidak mencari orang ketiga apapun masalah yang dihadapi.

Jujur saja aku sangat bangga mempunyai dia, dia adalah orang yang pertama kali kukenalkan kepada orang tua ku, Setiap kali jalan aku selalu mengajaknya untuk mampir kerumah ku yang kecil apa adanya. Dirumahku kami sering bercanda tawa, berbagi cerita, hingga makan bersama. Tetapi semuanya itu bukanlah sebuah jaminan untuk hubungan dapat bertahan lama.

Disaat aku menjalani hubungan, jujur saja aku sudah merasa aneh apa tujuannya, dia ingin agar hubungan kami  jangan sampai diketahui oleh sepupunya yaitu Diana, dan juga semua teman dekatnya, dengan alasan Diana sebenarnya suka denganku dan Tiana tidak enak dengan Diana maka dari itu ia ingin backstreet dari Diana. Walaupun begitu aku tidak perduli, yang kuperdulikan hanya bahagianya aku bisa menjalin hubungan dengan Tiana. Menurutku cinta itu dapat menutup, menutup mata, menutup hati dan menutup otakku sehingga aku tak menyadari apa yang terjadi.

Pada saat itu aku sudah memasuki kelas 3 hampir menghadapi ujian akhir madrasah berbasis nasional (UAMBN). Jujur saja aku sampai sekarang merasa orang paling bodoh dan bersalah, karena aku pikir aku adalah orang paling egois dalam hubungan itu, aku keras kepala, dan aku mungkin yang sering membuat masalah.

Dua bulan terakhir aku merasa semuanya sudah sangat berbeda, Dia berubah, dan aku tak tau apa sebabnya. Yaaaa aku menganggapnya itu adalah salahku dan aku selalu meminta maaf atas  semuanya, tetapi tetap saja dia sudah berbeda. Sampai suatu ketika disuatu aplikasi Sosial media aku melihat foto profil dari seorang adik kelas ku yang bernama Arif.  Jujur saja sangat kaget dan tidak  menyangka, profil yang sama digunakan juga oleh Tiana. Tepatnya foto berdua dengan pose love ditas bukit.

Ketika aku tanyakan kepadanya, selalu saja ia menjawab tak tahu dengan hal itu, yaaaa selain indah, cinta itu juga membuatku bodoh, aku selalu saja percaya. Hingga hubungan kami  sampai pada 1 tahun 2 bulan, saat itu ada adik kelasku yang bernama Fani, lebih tepatnya dia adalah temanku satu ekstrakulikuler. Darinya aku mendapatkan informasi bahwa Arif dengan Tiana sudah dengan 6 bulan, dimana sudah berpacaran 3 bulan.

Kaget, sedih dan marah semua emosi rasanya naik seketika, tapi aku bukanlah orang yang selalu meluapkan emosi dengan kekerasan. Aku kembali menanyakan kepada tiana mengenai informasi itu dan dia masih tidak mengakui tentang kesalahan itu.

Jujur saja sangat sedih, tangisan tak dapat kutahan lagi, bahkan orang tuaku pun selalu menanyakan perubahanku ketika dirumah, karena aku selalu saja murung dan pendiam berbanding terbalik dengan aku sebelumnya yang riang dan suka bercanda dirumah. Tetapi aku tidak mau sama sekali untuk bercerita, aku selalu mengelak dengan alasan apapun ketika ditanya orang tua ku.

Bingung, Sedih atau bagaimana aku harusnya dimana posisiku sangat tidak mengenakan, disatu sisi aku merasakan kesedihan tetapi satu sisi aku harus fokus dengan masa depan karena aku sebentar lagi akan menghadapi UAMBN (Ujian Akhir Madrasah Berbasis Nasional).

Sampai pada akhirnya aku memutuskan untuk mengakhiri sebuah hubunganku dengan Tiana, dengan rasa ikhas dan tenang apapun yang akan ia lakukan setelahnya itu sudah bukan menjadi urusanku .

Setelah hubungan kami berakhir jujur saja aku sangat susah untuk melupakannya, entah mengapa, aku pun tak tau, sangat berat rasanya untuk melupakan semua yang telah kulewati bersamanya.

Walapun begitu, aku selalu saja menyalahkan kehilangan Tiana adalah pure kesalahanku yang mungkin egois, keras kepala, dan sering kali tak peka dengan keinginannya. Aku tak pernah menyalahkan siapapun, entah itu Arif atau Tiana, karena aku hanya bisa introspeksi diriku dan kekuranganku demi berjalannya hidupku.

Mungkin beberapa dari kalian beranggapan bahwa kisahku adalah cinta monyet yang lebay. Aku Claim itu benar, yaa memang ceritaku ini tentang cinta monyet, aku akui itu, tetapi aku hanya ingin menceritakan ini saja karena cinta pertamakulah yang sangat sulit kulupakan dan sangat sulit bagiku untuk menerima apa yang terjadi, bahkan sampai diumurku yang sekarang, yaitu 21 Tahun

Aku juga menulis cerita ini bukan untuk dikasihani, tetapi aku hanya ingin setiap manusia yang mempunyi suatu hubungan, kalahkan ego kalian dan dahulukan perasaan, karena saling percaya dan menghargai itu penting demi kelangsungan hubungan kalian.

Dan pesanku yang terpenting adalah :

“ Jangan pernah menyalahkan orang lain dalam suatu masalah, salahkan diri sendiri, introspeksi diri, dan perbaiki. Jangan pernah merasa lebih baik dari manusia lain. Bisa saja orang yang kau anggap buruk itu adalah orang yang terbaik dalam hal menghargai orang lain. Dan bisa juga orang yang kau anggap baik itu adalah orang yang belum bisa menghargai orang lain.”

 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Related Articles
Agt 12, 2021, 10:41 PM - Shara Pradonna
Jul 21, 2021, 11:11 PM -
Jul 3, 2021, 7:51 PM - Akhmad Dimas
Okt 26, 2020, 4:39 PM - Fandi Ahmad syah
Agt 11, 2020, 8:53 PM - Ruang Sekolah
Jul 11, 2020, 8:46 PM - Pohon Jalang
Penulis

Aku adalah mahasiswa, suatu fakultas keguruan , dan sekarang aku berumur 21 tahun dan aku tinggal dikota banjarmasin.

Tulisan Baru
Agt 28, 2021, 8:15 PM - Ruang Sekolah
Agt 27, 2021, 11:00 PM - Pohon Jalang
Agt 27, 2021, 10:59 PM - karduskarton