Observasi

Observasi

(Materi Bahasa Indonesia Kls X Sem 1)

            Mendengar istilah observasi, apa yang  terlintas di benak kamu? Untuk lebih jelasnya yuk kita kenalan lebih lanjut dengan observasi.

            Observasi menurut KBBI adalah peninjauan secara cermat. Secara umum observasi dapat kita simpulkan sebagai salah satu cara pengumpulan data melalui pengamatan langsung pada suatu objek.

Objek yang dimaksud adalah benda (papaya, jeruk meja dan sejenisnya), peristiwa (kecelakaan, kebakaran, dll), fenomena alam (gerhana matahari, tanah longsor, gempa dll), sosial (unjuk rasa, dampak negatif dari suatu, penyimpangan sosial dan sejenisnya).

Tujuan observasi ini adalah memberikan informasi kepada pembaca dengan rinci mengenai suatu hal berdasarkan data yang sudah dikumpulkan.

Hasil observasi ini bisa diwujudkan dalam bentuk berbagai jenis teks hasil laporan observasi berupa karya tulis : artikel, esai, berita, karya tulis ilmiah dan sejenisnya.

            Seiring perkembangan teknologi, kita tidak perlu bersusah payah melakukan observasi  dengan cara terjun langsung ke lapangan.

Kita bisa mengumpulkan data-data tersebut dari berbagai sumber media dengan catatan laporan yang kita berikan benar-benar valid.

Oleh sebabnya dalam menulis hasil observasi (jika data tersebut kita ambil dari media) hendaknya mengikut sertakan sumber atau kajian pustaka (sebagai sumber pendukung kevalidan data yang kita ambil), dan yang perlu diperhatikan juga dalam menulis hasil observasi, jika data yang dikumpulkan diambil dari media lain, maka hindarilah plagiasi.

Bagaimana cara menulis teks laporan hasil observasi?

Adapun langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam menyusun laporan teks observasi adalah:

1.      Menentukan tema yang akan kita usung sebelum melakukan observasi.

Tema adalah hal pokok dalam sebuah observasi. Sebelum melangkah lebih mendalam lagi, maka kita harus menentukan tema atau titik koordinat observasi. Contoh: Observasi tentang bahaya narkoba, Manfaat Vaksin di masa Pandemi, dan sebagainya.

2.      Mengumpulkan berbagai data.

Data observasi terdapat dua bagian penting, pertama observasi lapangan dan observasi kajian pustaka.

Jika observasi lapangan maka, kita sebagai peneliti harus mengumpulkan data dengan cara wawancara responden, menganalisa lapangan dan menyusu aspek.

Untuk mempermudah  melakukan pengumpulan data, kita bisa melakukannya sesuai kaidah rumusan wawancara yakni 5 W + 1 H (what, where, when, why, who how).

Adapun observasi kajian pustaka dengan mengumpulkan data data dari buku, jurnal, majalah, maupun artikel internet.

3.      Menentukan tujuan observasi.

Sebagaimana tujuan dari observasi adalah memberikan informasi kepada pembaca dengan rinci mengenai suatu hal. Maka sebelum menyusun teks laporan observasi hendaknya kita menentukan tujuan dari laporan yang akan kita buat.

4.      Setelah data terkumpul, susunlah teks laporan observasi dengan langkah berikut ini;

a.       Menentukan letak ide pokok

Jika teks yang akan kita tulis adalah jenis paragraf deduktif (paragraf yang gagasan utamanya ada di awal) maka mulailah menulis laporan hasil observasi dengan kalimat orientasi. Kalimat orientasi ini merupakan kalimat pengantar/pembuka/umum. Lalu dilanjut dengan paragraf penjelas sebagai pendukung.

Begitu pun sebaliknya jika kita ingin menulis laporan hasil observasi jenis paragraf induktif. Maka kalimat awal yang kita harus tulis adalah kalimat khusus dan ditutup dengan kalimat umum.

b.      Mulailah menyusun kalimat paragraf berdasarkan data-data observasi yang sudah terkumpul. Jika data itu merupakan ulasan dari sumber lain, maka hendaknya cantumkan sumber asal data tersebut, dan hindari plagiasi.

Dalam menyusun teks laporan observasi kita bisa menggunakan kalimat konjungsi subordinatif (kalimat penghubung antarkalimat yang tidak sama kedudukannya seperti ; yang, sehingga, dengan, jka, karena, sesudah, sebelum, adapun. Atau menggunakan konjungsi koordinatif ( kalimat penghubung antarkalimat yang  sama kedudukannya) antara lain: seperti, dan, serta, atau, sedangkan, namun, tetapi, padahal.

Contoh kalimat umum khusus.

            Akhir-akhir ini budaya indonesia mulai terkikis. Pasalnya banyak budaya asing yang mulai diserap sehingga menjadi salah satu faktor utama tersingkirnya budaya indonesia. Faktanya, saat ini sebagian Bangsa Indonesia secara tidak sadar sudah mengubur budaya itu secara perlahan-lahan dengan hal sepele, salah satu di antaranya adalah budaya pakaian asing yang lumrah digunakan oleh warga Indonesia.

Contoh kalimat khusus-umum.

            Kaktus merupakan tumbuhan yg sering kita jumpai di daerah kering, panas. Berdasarkan data menunjukkan bahwa, per tahunnya pecinta kaktus mengalami lonjakan yang cukup luar biasa. Perawatan tanaman satu ini sangat mudah. tidak memakan banyak tempat. Kulitnya yang berduri, membuatnya tidak banyak membutuhkan air dan cocok ditanam bagi mereka yang tinggal di daerah minim air. Tanaman ini merupakan jenis tumbuhan berbunga famili cactaceae. Tubuhnya yang unik membuat tanaman kaktus banyak digemari banyak orang.

 

Pasuruan, 13 Juli 2021 (Kls X MA Darul Ulum Karangpandan)

 

 

 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Penulis

Admin Ruang Sekolah

Tulisan Baru
Jul 29, 2021, 3:27 PM - Ruang Sekolah
Jul 28, 2021, 9:18 PM - Ine Inayah
Jul 27, 2021, 1:04 AM - Imroatul Khofifah
Jul 25, 2021, 10:12 PM - Ine Inayah