Ngeri! 4 Keadaan Manusia di Padang Mahsyar Setelah Kiamat

Hari kiamat pasti akan datang,  dan tidak ada yang mengetahui kapan hari kiamat benar-benar datang.

Setiap Muslim wajib mempercayai adanya hari kiamat, atau hari akhir. Percaya pada hari akhir, dan berkeyakinan setiap makhluk hidup akan bangkit kembali, lalu mereka akan digiring ke sebuah tempat yang, disebut: Padang Mahsyar. 

Padang Mahsyar adalah tempat berkumpulnya manusia setelah kiamat. Di tempat itu manusia mempertanggungjawabkan amal ibadahnya selama di dunia.

Baca Juga: Mengenal Kepercayaan Masyarakat Jahiliyah Pra-Islam

Di Padang Mahsyar, Manusia dituntut untuk memperhitungkan semua perbuatannya yang kemudian disebut Hari Perhitungan.

Diketahui, di Padang Mahsyar inilah seluruh manusia sejak Nabi Isa, hingga orang terakhir dikumpulkan oleh Allah. Semua makhlukNya dibangkitkan, dan diadili di tempat tersebut.

Disebutkan pula bahwa di Padang Mahsyar setiap jiwa merasakan pembalasan dari apa yang dulu pernah lakukan dan mengembalikannya kepada Allah.

Namun, yang selalu menjadi pertanyaan,  bagaimana keadaan yang dinamakan Padang Mahsyar.  sesungguhnya?

Baca Juga: Rahasia Keutamaan Wudhu Selain Syarat Wajib Sholat

Berikut ini sejumlah fakta kondisi umat manusia dan suasana Padang Mahsyar sebagaimana dijelaskan Nabi Muhammad SAW dalam sejumlah Hadistnya: 

1. Hamparan Tanah Putih

Disebutkan Alam Mahsyar atau  Padang Mahsyar adalah tempat berkumpulnya manusia setelah hari kiamat.

Alam Mahsyar berada di atas  tanah putih kemerah-merahan seperti tepung roti yang bersih dan tidak ada kehidupan, yang disebutkan pula tanah ini  belum pernah ditempati seorang pun. Keadaan hamparan Tanah Putih tersebut, tidak ada gunung, lembah ataupun bangunan satu pun.

Pada hari perhitungan semua akan datang kepada Allah sendiri-sendiri, dan mereka tidak memiliki siapa-siapa, berjalan sendiri-sendiri, selanjutnya Allah hitung satu persatu dikumpulkan dalam Keadaan Mengharap, takut, dan tak berpakaian.

Selain itu manusia yang dikumpulkan di Padang Arafah dalam keadaan mengharap dan takut, kemudian mereka juga dalam keadaan tidak berpakaian, tanpa alas kaki, tanpa disunat. Manusia pertama yang akan diberi pakaian pada hari kiamat menurut riwayat Bukhari-Muslim, yaitu Nabi Ibrahim.

Baca Juga: Kisah Al-Qomah, Derita Sakaratul Maut Atas Durhaka pada Ibunya

 2. Matahari Didekatkan 

Jarak matahari di Padang Mahsyar sangat dekat dan matahari yang diperkirakan jaraknya terhadap makhluk hidup tinggal sejauh satu mil.

Matahari oleh Allah SWT jaraknya sengaja  didekatkan pada makhluk  membuat suhu di kawasan itu yang sangat panas.

Panas teriknya matahari sampai keringat bercucuran dengan amat sangat sehingga meredam sebagian atau bahkan seluruh tubuh mereka berdasar kadar amalan mereka di dunia.

Disebutkan pula dalam riwayat Bukhari-Muslim manusia yang menunggu di Padang Mahsyar di hari kiamat di tengah teriknya matahari sampai berpeluh. Peluhnya begitu deras sehingga meredam mereka tujuh puluh hasta. 

Baca Juga: Derajat Memaafkan Orang Lain, Allah Hadiahi Ini

3. Durasi Waktu Lama

Saat berkumpulnya manusia di Padang Mahsyar Allah memerlukan waktu selama setengah hari dari lima puluh ribu tahun. Allah mengumpulkan semua manusia di tempat itu di tengah terik matahari yang panas.

Beberapa golongan yang dinaungi oleh Allah SWT akan terasa ringan tidak merasakan panasnya  terik matahari ketika berada di Padang Mahsyar, yang disebutkan jarak matahari ditempat tersebut sangat dekat sehingga manusia akan tenggelam dalam keringatnya sendiri.

Baca Juga: Peristiwa Hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah

4. Syafaat atau Naungan Allah 

Di Padang Mahsyar Nabi Muhammad SAW akan memberi syafaat, atau naungan kepada 7 hamba pilihannya berdasar Hadist riwayat Al-Bukhari-Muslim.

Ketujuh hamba tersebut, adalah: Pemimpin yang adil, pemuda yang taat beribadah, seseorang yang hatinya terpaut pada masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah, seseorang yang diajak berzina dan menolak karena Allah, orang yang berdzikir kepada Allah di waktu sunyi dan berlinang air matanya.

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Related Articles
Penulis

Penulis, adalah blogger tinggal di Magelang

Tulisan Baru