Menulis dan Mendalami Karakter Puisi

Puisi merupakan satu dari sekian banyak karya sastra yang banyak digemari oleh masyarakat. Karena dalam penulisannya, sederhana dan dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Keindahan puisi sebenarnya terletak pada majas. Majas dalam definisi singkatnya adalah istilah atau kiasan dari kosa kata tertentu, sehingga terdengar lebih indah dibandingkan saat menggunakan kata sebenarnya.

Majas dalam puisi ada banyak macamnya, namun yang paling banyak digunakan oleh penulis adalah personifikasi, metafora, dan hiperbola. Saya sendiri lebih sering menggunakan personifikasi (memperumpamakan seperti orang), dan hiperbola (ungkapan berlebihan). Penulis puisi harus bisa menekan rasa malu, dan mengungkapkan ekspresi secara totalitas sesuai dengan puisi yang dituliskan. Menulis puisi sangat mudah apalagi jika sudah mumpuni dalam bidang sastra. 

Baca Juga: Menulis: Salurkan Hobi, Datangkan Uang

Adapun jika kita ingin bisa menulis puisi dengan mudah, ada beberapa upaya yang dapat dilakukan.

1. Perbanyak diksi dengan cara membaca kamus atau kumpulan kosakata.

2. Bayangkan seolah-olah kita menjadi objek puisi yang dituliskan. Misal jika kita ingin menulis tentang hujan. Maka bayangkanlah bahwa kita adalah hujan, yang mampuh memberikan kesejukan dan mengusir rasa panas, mampuh memberikan air dan menyegarkan lingkungan yang telah gersang.

3. Mulailah menuliskan sesuai dengan isi hati dan pikiran kita. Tulislah seperti air mengalir sambil membayangkan objek puisi.

4. Setelah selesai jangan lupakan menuliskan titimangsa (tempat dan tanggal penulisan puisi). Ini seringkali dilupakan padahal keberadaan titimangsa ini sangat penting untuk menjadi saksi lahirnya puisi.

Setiap orang mempunyai ciri khas masing-masing dalam menulis puisi. Hal itu tidak salah selagi tidak merubah kaidah penulisan. Misalnya menghilangkan majas atau terlalu panjang hingga terkesan seperti cerita atau prosa.

Puisi sendiri ada banyak jenisnya, di antanya:

1. Ada yang biasa umum berbentuk bait.

2 Ada Haiku dengan formasi 5, 7, 5.

3. Ada Akrostik yang digunakan untuk mendeskripsikan sesuatu yang ada di sekitar kita.

Baca Juga: Cara Mudah Memperlajari Puisi Akrostik Beserta Contohnya

Kalau saya sendiri sih menyukai semua jenis puisi tapi kecenderungan untuk menulis lebih sering menggunakan puisi biasa (berbait). Biasanya saya membuat puisi terdiri dari 4 bait (16 baris),karena dalam 16 baris itu sudah mencakup satu halaman buku.

Di sekitar tempat tinggal saya tergabung dalam komunitas "Lingkar Sastra Gombong" (LISONG ). Komunitas yang tidak hanya bergerak melalui portal online di aplikasi WhatsApp tapi sering mengadakan pementasan setiap sebulan sekali di Rumah Budaya MarthaTilaar. Tentu dengan tema berbeda setiap bulannya. Biasanya tema-tema seputar kehidupan sehari-hari. Ketika menulis puisi kita harus benar-benar bisa menyatukan diri dengan judul yang dipilih.Saya tergabung di komunitas itu kurang lebih sudah ada satu tahun.

Setiap orang mempunyai karakter masing-masing dalam menulis puisinya. Menurut saya karakter penulisan itu terbentuk secara alami, dan tidak bisa dipaksakan untuk mendalami karakter puisi tertentu. Apalagi jika bertentangan dengan diri sendiri. Misalnya ketika orang Jawa Tengah seperti saya (ter-khusus Jawa Tengah bagian selatan yang identik dengan puisi ngapak), tentu bukan hal mudah jika harus mempelajari puisi daerah lain. Bisa saja semuanya terjadi tentu membutuhkan waktu yang relatif lama terutama untuk mendalami kebahasaan.

Karakter puisi bisa terbentuk dari pengalaman hidup penulis. Misalnya jika pengalaman penulis dalam hidupnya penuh liku dan kesedihan, biasanya akan cenderung menuliskan puisi sendu penuh derai air mata. Terkadang saya menjumpai puisi dengan tema perjuangan. Karena untuk meluapkan isi hati yang mungkin tidak dapat diungkapkan melalui kata-kata. Ada juga yang identik dengan puisi romantis, karena kehidupan yang selalu diwarnai oleh cinta dan bahagia.

Puisi akan lebih cantik dan maknanya lebih tersampaikan jika kita menulisnya dengan sepenuh hati. Puisi merupakan karya sastra yang menurut saya paling baik digunakan untuk mengungkapkan segala rasa di hati.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa "Karakter puisi tergantung dari latar belakang kehidupan, hal yang dirasakan dan pengaruh bahasa di daerah sekitar tempat tinggal penulis."

Materi Apri Kuncuro dalam Sharing di Komonitas Rew Literasi tanggal 31 Januari 2020

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments
Chairun Nisa - Feb 1, 2020, 3:21 PM - Add Reply

Materi yang sangat bagus

You must be logged in to post a comment.

You must be logged in to post a comment.

Related Articles
Penulis

Admin Ruang Sekolah

Tulisan Baru
Okt 17, 2021, 11:12 PM - Della putri utami
Okt 17, 2021, 11:03 PM - Andi Anis Magfiroh
Okt 8, 2021, 12:01 AM - Regita Putri Cahyani
Okt 7, 2021, 11:55 PM - Ilham Saifullah