Menjaga Kebersihan Menurut Pandangan Islam, Demi Menghindari Penyebaran Virus Covid19

Beberapa bulan ini, masyarakat dunia dihebohkan dengan adanya penemuan mengenai suatu penyakit yang dapat melumpuhkan korbannya secara tiba-tiba. Awalnya World Health Organization (WHO) mendapatkan informasi mengenai kasus pneumonia yang terjadi di kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina. Kemudian pada tanggal 7 Januari 2020, otoritas China mengkonfirmasi telah mengidentifikasi virus baru, yaitu virus Corona, yang merupakan famili virus flu, seperti virus SARS dan MERS, yang mana dilaporkan lebih dari 2.000 kasus infeksi virus tersebut terjadi di Cina, termasuk di luar Provinsi Hubei.

Corona Virus Disease (Covid-19) yang telah ditetapkan oleh WHO (World Health Organization) sebagai Pandemi Global telah menggemparkan 80% Negara-negara di dunia. Makhluk Allah Swt yang berukuran sangat kecil ini mampu menjatuhkan banyak korban jiwa di seluruh dunia. 

Baca Juga: Deretan Vitamin Ampuh Cegah Virus Corona

Berbagai macam cara dilakukan pemerintah di setiap negara termasuk indonesia demi memutus mata rantai penyebarannya. Cara yang dapat dilakukan seperti menjaga jarak, menjaga kebersihan, Menjaga kesehatan, dan tetap menerapkan protokol kesehatan yang telah dibuat pemerintah. 

Salah satu cara yang terpenting adalah menjaga kebersihan. Agama Islam adalah agama yang menjadikan kebersihan sebagai salah satu aspek yang amat penting di dalam kehidupan. Kebersihan merupakan satu diantara banyaknya aspek kehidupan yang sehat. "Dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam: Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu." (HR. Tirmizi).

Baca Juga: Galaxy Watch, Aplikasi Buatan Samsung Pengingat Cuci Tangan

Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, mestinya kita tahu bahwa pesan untuk selalu menjaga kebersihan sebenarnya telah disampaikan oleh Rasulullah SAW sekitar 14 abad yang lalu, baik melalui ucapan maupun teladan langsung dari Nabi Muhammad SAW. Tujuanya agar umat manusia menjadi orang yang sehat dan kuat, baik jasmani maupun rohani. Dalam sebuah hadis disebutkan: “Seorang mukmin yang kuat (fisik, mental, jiwa, dan raga) lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada seorang mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan.” (HR Muslim).

Walaupun Nabi Muhammad SAW bukan seorang dokter, beliau atas bimbingan Allah SWT selalu mengingatkan umatnya untuk senantiasa menjaga kebersihan. Caranya, kita bisa aktif melakukan aktivitas membersihkan diri dan lingkungan sekitar agar tetap bersih. Bisa juga hal ini dilakukan dengan cara pasif, yakni tidak mengotori lingkungan sekitar dengan cara berdiam diri.

Tidak ada agama dan aliran kepercayaan yang memperhatikan masalah kesehatan manusia melebihi agama Islam. Sebagaimana Rasulullah Saw bersabda, "Islam dibangun atas pondasi kebersihan dan kesucian." Sebagai umat muslim kita dianjurkan untuk selalu menjaga kebersihan karena kebersihan merupakan sebagian dari iman.

Baca Juga: Cara Tetap Sehat dan Menyenangkan Belajar Di rumah

Tanpa kita sadar, jika kita menjalankan perintah agama dan juga syariat Islam, secara tidak langsung kita sudah berhasil menjaga kebersihan. Hal ini dapat dilihat dari Islam selalu mengajarkan kita untuk mencuci tangan sebelum makan, dengan kita melaksanakan sholat 5 waktu dan mengambil air wudhu secara tidak langsung kita sudah sering mencuci tangan dan wajah kita, selain itu islam juga mengajarkan kita untuk tidak memakan makanan yang mentah dan selalu memasak makanan agar bakteri yang ada bisa mati.

Al-Quran berulang kali mengingatkan bahwa Allah Swt telah memperkenankan makanan yang halal dan sehat kepada manusia serta melarang mereka dari mengkonsumsi makanan dan minuman yang haram dan kotor. Imam Shadiq as berkata, "Allah Swt telah menciptakan manusia, Dia mengetahui apa saja yang baik untuknya dan apa saja yang mudharat. Dia menghalalkan apa yang bermanfaat dan mengharamkan apa yang mudharat."

Selain itu, pada zaman dahulu Nabi Muhammad SAW jika di suatu daerah sedang terjangkit wabah penyakit, maka kita hendaklah menjauhi daerah tersebut. Rasulullah juga menganjurkan kita untuk melakukan isolasi mandiri dirumah ketika sakit agar penyakit kita tidak menular kepada saudara yang lain. Tentunya Nabi Muhammad Saw tidak menggunakan istilah isolasi atau karantina. Isolasi yang dilakukan Nabi tertulis dalam sebuah hadis, “Jika kamu mendengar wabah disuatu wilayah, maka jangan lah kalian memasukinya. tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.” (HR. Bukhari)

Pada masa sekarang, pemerintah juga menganjurkan kita untuk melakukan isolasi mandiri untuk menghindari diri kita dari terkena wabah penyakit, inilah yang sekarang kita sebut dengan social distancing. Kita dianjurkan untuk menjauhi kerumunan, menjaga jarak agar tidak terlalu dekat dengan orang lain, menghentikan aktivitas yang menyebabkan kita berada di keramaian, bahkan kita juga dianjurkan untuk melakukan kegiatan ibadah dirumah masing-masing. 

Baca Juga: Pencegahan Infeksi kuman & Virus

Maka dari itu sebagai umat muslim kita harusnya selalu menjaga kebersihan agar terhindar dari segala jenis penyakit. Terbatasnya fasilitas kesehatan di Negeri kita ini tidak sebanding dengan banyaknya korban yang terjangkit tiap harinya. Maka dari itu kit harus membangun kesadaran dari diri kita sendiri dahulu. Ada baiknya kita selalu berdoa kepada Allah agar terhindar dari segala macam penyakit dan pandemi ini segera berakhir.

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Related Articles
Tulisan Populer
Tulisan Baru
Jun 19, 2021, 10:43 PM - Pipin Pirmansyah
Jun 19, 2021, 10:41 PM - Rini Risdayanti
Jun 19, 2021, 10:33 PM - Pohon Jalang
Jun 19, 2021, 10:28 PM - Khurri Ulya