Mengenal Kepercayaan Masyarakat Jahiliyah Pra-Islam

Hidup Nomaden di Gurun Pasir menjadi ciri khas dan gaya hidup masyarakat Jahiliyah. Kitab Al-Ashnam (berhala) karangan Al-Kalbi 819-20 M memberi gambaran kepercayaan orang-orang Arab Baduwi itu merupakan tingkatan pertama dari kepercayaan primitif dari orang Semite.

Masyarakat Arab Baduwi yang hidup nomaden di gurun pasir seringkali penuh ancaman, ketakutan yang pada akhirnya menyebabkan celaka. Dari latar belakang hidup masyarakat Jahiliyah inilah, mereka memuja hantu-hantu untuk membujuk pembawa bencana agar tidak mencelakai mereka.

Baca Juga: Rahasia Keutamaan Wudhu Selain Syarat Wajib Sholat

Sementara itu, obyek-obyek alam, seperti pohon, mata air, gua hingga batu tetap menjadi tempat suci, karena disinilah tempat kediaman roh-roh yang dijadikan perantaraan untuk menyampaikan sesembahan dan permintaan kepada dewa-dewa.

Ada cara unik yang dilakukan masyarakat Jahiliah untuk  dipersembahkan pada dewa yang ada di pohon palm suci di Najra. Sesembahan atau disebut sesajen yang berupa senjata, baju, dan kain tua digantung pada pohon itu. Tempat penggantungan ini dinamakan Dhat-Anwath.

Baca Juga: Kisah Al-Qomah, Derita Sakaratul Maut Atas Durhaka pada Ibunya

Kitab Al-Ashnam karangan Al-Kalbi menyebutkan Al-Uzza yang disembah orang-orang mempunyai tempat suci berupa tiga pohon. Setiap tahun orang-orang Mekah menyampaikan sesembahan dan sesajennya yang dipersembahkan kepada Al-Uzza.

Mata air yang diberi nama Ba'i juga merupakan salah satu objek yang dikeramatkan. Disebutkan pula orang-orang Arab Baduwi menjadikan pohon, dan mata air sebagai tempat suci, dikeramatkan secara bersamaan.

Baca Juga: Derajat Memaafkan Orang Lain, Allah Hadiahi Ini

Menariknya orang-orang Tsaqif, yang bertempat tinggal di Thaif,  menjadikan sebuah batu yang berbentuk bujur sangkar. Sementara orang-orang Petra memuja yang, disebut: Dzu As-Syara yang berbentuk batu hitam kasar. Lain lagi yang dinamakan Al-Manah, sebuah tempat suci terletak di Qudaid, Mekah, dan Madinah berbentuk batu hitam. Al-Manah dikenal sebagai sesembahan orang-orang Aus dan Khazraj di Madinah.

Baca Juga: Peristiwa Hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah

Bulan bagian penting bagi kehidupan orang-orang Baduwi, karena penyembahan terhadap benda-benda alam berpusat pada bulan. Bulan menurut orang-orang Baduwi yang mengatur kehidupan mereka. 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Related Articles
Penulis

Penulis, adalah blogger tinggal di Magelang

Tulisan Baru