Mengapa Wanita Harus Malu? Temukan Jawabannya Di sini

Kebanyakan orang berpendapat bahwa pemalu hanya ada dalam pribadi yang introvert. Namun, bukan berarti orang ekstrovert tidak punya malu.

Tidak sedikit yang bilang bahwa malu hanya untuk pribadi yang tidak percaya diri. Ternyata malu adalah sebuah sikap yang harus ada ketika proses penjagaan kehormatan pribadi.

Terlebih wanita, yang seringkali terlena dan menghiraukan rasa malu jika sudah merasa dirinya orang paling bahagia di dunia.

Kok bisa? Ya, karena ketika bahagia dengan spontan orang tidak peduli bagaimana dan dimana mereka dengan kerasnya mereka bersorak gembira karena kebahagiaannya.

Baca Juga: Cowok Harus Peka! Ini Cara Hubungan Tambah Romantis

Setiap prilaku sudah dibagi tempatnya untuk bertingkah laku yang baik. Hendaknya kita selalu memperhatikan bagaimana agar karisma diri kita selalu terlihat, bukan justru merendahkan diri sendiri.

Di sini sifat malu itu berperan. Sifat malu yang maksud diperlukan pada implementasi sikap iffah, yaitu sikap pengendalian diri dan menjaga wibawa dengan mengoptimalkan image baik dimanapun dan kapanpun. Untuk itu, peran sifat malu adalah supaya seorang bisa menjaga image ketika melakukan kegiatan apapun.

Mayoritas sikap ini harus dimiliki seorang wanita, kenapa ? karena wanita yang rentan mengabaikan sifat ini.

Kalau pria mayoritas dengan mudah terkesan wibawa dan cuek. Sedangkan wanita inilah yang membuat sikap malu sering dihiraukan.

Hal ini terjadi karena kebanyakan wanita sering banyak omong didepan umum, banyak tingkah, cerewet, dan kadangpula bisa ngambek dan dikatakan malu-maluin dijalan. Diantara manfaat wanita yang meneguhkan sifat malunya, yaitu:

Baca Juga: Tiga Tanda Masa Datang Bulan Akan Tiba, Perempuan Wajib Tahu!

1.  Terjunjungnya Kehormatan

Ada sebuah ungkapan, “Maka Perihalah Sifat Malu, Karena Itu yang membuat Wanita Mulia. Namun, jikalau Kau menanggalkan Malumu, Pantaskah Kau Masih Dipandang Indah?”.

Maqolah tersebut menunjukkan pentingnya sikap malu yang harus melekat untuk meninggikan martabat wanita agar tidak direndahkan oleh siapapun yang memandangnya.

Dengan demikian seseorang justru akan memuliakan seseorang yang mengutamakan sifat malu. Karena seorang wanita ersebut lebih bisa menjaga diri.

Dikatakan bisa menjaga diri karena wanita yang memperhatikan sikap ini cenderung selalu bercermin dan memikirkan sebelum melakukan tindakan. Dan wanita seperti inilah yang senantiasa memperdulikan sikap malu, selalu ingat jaga image, dan tidak bar-bar.

Baca Juga: Perspektif Nikah Dini; Kebangkitan Tradisi di Zaman Milenial

2.   Terhindar dari Godaan

Semakin wanita itu menjaga dan melindungi dirinya, terutama dijaga dengan sifat malu, seorang lelaki akan sungkan jika ingin mendekatinya.

Bukan berarti tidak suka, namun lelaki akan merasa minder jika yang didekatinya terlalu shalihah dan baik untuk digoda. Alangkah tidak pantasnya jika emas diambil oleh seorang preman yang tidak bermoral.

Makanya seburuk apapun sikap pria, jika bertemu orang baik akan luluh. Bukan berarti bisa membuatnya insaf tapi sedikit tersadar dan memantaskan diri.

Lelaki yang buruk akan menggoda wanita karena nafsunya. Dan yang seringkali terjadi adalah wanita yang suka tebar pesona yang dapat memancing keburukan dimana saja. Jika kita senantiasa menjaga insyaallah allah pula menjaga kita.

Baca Juga: Bulan Berlutut Di bawah Kaki Preman

3.      Lebih menarik dan membuat penasaran

Ibarat pria yang cuek, wanita hanya akan diam jika malu yang dimilikinya sangat besar. Kebanyakan wanita memendam katanya dan memilih diam seribu bahasa.

Hal ini semakin menarik perhatian karena penasaran sang adam tentang definisi wanita yang unik dipendam dalam kediaman.

Diam di sini berarti suatu komitmen pribadi pada seseorang untuk hemat berbicara. Karena prinsipnya jika ingin berkata yang tidak perlu lebih baik diamlah daripada membuang-buang waktu.

Bukan berarti malu selalu diutamakan dalam hal apapun, melainkan lebihlah kita dapat menjaga sikap dan memantaskan prilaku dalam kondisi yang tepat.

Perihal percaya diri dan malu itu berbeda karena haruslah setiap pribadi mengerti langkah agar harga diri tetap terjaga.

Malu bukanlah suatu hambatan dalam bergerak, melainkan suatu kendali yang meminimalisir kecenderungan orang terbuka.

Semestinya kita mengingat satu hal bahwa setiap orang memiliki aib yang tidak seharusnya diumbar. Patutlah kita menjaga suatu kehormatan dengan Allah yang senantiasa tidak membuka aibmu.

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Related Articles
Jul 21, 2021, 11:11 PM -
Des 5, 2020, 10:38 PM - Silivester Kiik
Mei 18, 2020, 2:23 AM - Renalia Rhomadani
Penulis

Halo sahabat pena ! , nama saya LAIL panjangnya lailil farokhah ... asli berkelahiran dikota soto lamongan 19 mei 2002, status sebagai pelajar dirumah saja, baru dikejutkan pemerintah bahwa lulus sekolah MAN dengan mudah dan surprise seindonesia jalur korona. Dan alhamdulillah sekarang sudah menjadi mahasiswa UIN sunan ampel surabaya prodi pendidikan bahasa arab. saya suka menulis, lebih suka lagi tulisan saya disaingi oleh penulis penulis hebat dalam dunia jurnalistik ini. saya gemar berkarya, lebih giat lagi jika karya ini tak terhenti di file PC ku saja. Mohon kebijakan nya membantu impian saya agar tulisan saya dikenal sejarah. karena jika kalian bukan anak raja, maka menulislah Terimakasih Salam karya !

Tulisan Baru
Agt 28, 2021, 8:15 PM - Ruang Sekolah
Agt 27, 2021, 11:00 PM - Pohon Jalang
Agt 27, 2021, 10:59 PM - karduskarton