Mendongkrak Literasi Digital lewat Budaya Menulis

Sekarang ini literasi digital sedang familiar dan populer dikalangan masyarakat. Hal ini terlihat dari adanya  kebiasaan masyarakat membaca dan menulis.

Selain itu, ada cara lain masyarakat mencari informasi maupun berita dengan sering menggunakan mesin pencari google.

Perilaku yang demikian ini menunjukan kemajuan dalam bidang tehnologi digital. Kemajuan tehnologi dan derasnya informasi mendorong masyarakat begitu masif menggunakan internet. Teknologi digital memudahkan mencari informasi yang diinginkan secara cepat.

Baca Juga: Puisi Romantis: Pengertian, Unsur dan Cara Membuatnya

Pada era digital semua orang memiliki kebebasan mengakses, menyebarkan berbagai informasi sampai karya tulis di dunia maya atau media sosial.

Dari sinilah munculnya   literasi digital menjadi tempat berbagi informasi dan ilmu pengetahuan. Literasi digital banyak   informasi dan gagasan yang dibuat bisa diakses, dibaca orang lain. Tidak hanya dibaca, diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat.

Literasi digital tidak saja menarik mampu menciptakan pengetahuan baru berbasis digital. Sisi lain, dari literasi digital membuat masyarakat cerdas dalam berinteraksi di dunia digital dan media sosial.

Baca Juga: Puisi Prosais: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Cara Membuatnya

Lewat Literasi digital masyarakat lebih selektif dalam menerima kabar berita dengan rasional dan menjadi pembelajaran bagi masyarakat 

Literasi digital juga menjadi cara baru  membangun budaya menulis dengan membiasakan diri budaya menulis. Kebiasaan menulis  membuat diri sendiri terampil menulis dengan bahasa yang mudah dipahami.

Apa Literasi Digital Itu?

Siapa yang tidak mengital istilah literasi digital?. Istilah literasi digital saat ini sedang populer dan familiar dikalangan masyarakat. Sebagian orang memang kenal dunia membaca dan menulis, tetapi tidak semua orang  memahami, mengerti apa itu literasi  digital sesungguhnya?

Baca Juga: Puisi Patidusa: Pengertian, Jenis, dan Cara Membuatnya

Ada yang menyebut literasi digital, adalah kemampuan menggunakan tehnologi informasi dan komunikasi. Hal ini dilakukan untuk menemukan, memanfaatkan, membuat konten, informasi yang bermanfaat bagi orang lain.

Apapun pengertian tentang literasi digital, tetapi pada dasarnya literasi digital  tidak sekedar dimengerti, tetapi mampu membangun budaya membaca dan menulis. Cara ini membuatnya memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas 

Kebiasaan membaca dan budaya menulis di Indonesia masih rendah. Tidak seperti negara Jepang yang penduduknya memiliki tradisi membaca dan menulis selama berabad-abad lamanya berlangsung turun temurun sampai sekarang.

Tradisi budaya membaca dan menulis di Indonesia  musti dibangun. Hanya dengan pendekatan-pendekatan yang kreatif dan inovatif ini pula tradisi menulis, membaca bisa tercipta. Lewat cara inilah budaya membaca menulis itu agar  menjadi kebiasaan dan  tradisi.

Baca Juga: Puisi Esai: Pengertian, Pencetus dan Cara Membuatnya

Mendongkrak Budaya menulis di Indonesia 

Membiasakan  budaya membaca menulis dikalangan masyarakat Indonesia  agar menjadi kebiasaan dan tradisi. Adalah cara sederhana mendongkrak budaya menulis

Dari  kebiasaan  menulis dan membaca  melahirkan tulisan, ide, gagasan yang menginspirasi. Bahkan dari sinilah muncul penulis-penulis yang handal dikemudian hari.

Tidaklah mudah mengubah kebiasaan budaya menulis dan membaca dikalangan masyarakat. Namun, setidaknya mencoba mengubahnya dengan melakukan lewat pendekatan-pendekatan.

Lewat berbagai pendekatan inilah ada harapan perubahan secara perlahan. Adapun beberapa pendekatan  tersebut yang bisa mendongkrak budaya menulis di Indonesia sebagai berikut: 

Baca Juga: Teori Puisi Akrostik Lengkap Pengertian, Jenis, dan Cara Membuatnya

Pertama, menulis apa  difikirkan dalam bentuk catatan, atau notes. Menulis dalam bentuk ini paling mudah dilakukan lewat ungkapan kata Cara ini bisa memperkaya kosa kata dalam kegiatan menulis.

Kedua, menulis buku harian yang berupa catatan kegiatan sehari-hari. Buku harian, salah satu cara sederhana belajar menulis, karena dalam buku harian tersebut bercerita dalam bentuk tulisan

Ketiga, menulis menurut pendapat sendiri, tanpa pengaruh paragraf atau pendapat orang lain. Seringkali dalam kegiatan menulis terkadang  terjebak paragraf yang dibuat  orang lain sehingga sulit mengembangkan tulisan dalam bentuk artikel.

Keempat, Perjuangkan waktu untuk dapat menulis yang tidak biasa  berbeda dengan lainnya, unik sebagai jawaban atas masalah yang terjadi.

Kelima, Tumbuhkan rasa penasaran yang tinggi. Lewat cara ini perlahan tapi pasti akan muncul kebiasaan menulis. Keenam, pengalaman, karena pengalaman ini pula bisa muncul inspirasi, ide, gagasan yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Itulah cara mendongkrak budaya menulis lewat literasi digital.

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Related Articles
Penulis

Penulis, adalah blogger tinggal di Magelang