Lingkaran Pertemanan Seperti Apa Sih yang Membuatmu Merasa Nyaman?

Halo, assalamu'alaikum. Selamat beraktivitas buat semua. Semoga semuanya masih dianugerahi nikmat sehat dari Yang Kuasa. Aamiin. 

Sebagian besar orang di dunia ini memiliki teman atau bahkan sahabat yang selalu siap untuk menemani dalam melakukan aktivitas harian, baik dikala susah maupun senang.

Namun, pernahkah kamu memiliki lingkaran pertemanan yang menurutmu kurang sehat? Adakah kamu merasakan ketidaknyamanan saat berteman dengan seseorang? Kalau iya, kondisi yang bagaimana yang membuatmu merasa tidak nyaman dalam lingkungan pertemanan itu?

Nah, kali ini, aku mau menulis tentang 3 (tiga) hal yang biasanya membuatku merasa tidak nyaman dalam berteman. Apa sajakah itu?

Baca Juga: Tips Awet Persahabatan Sampai Tua

1. Tentang Privasi

Beberapa orang mungkin tidak masalah jika urusan privasinya diketahui orang lain. Namun, ada juga yang tidak menyukai hal itu. Salah satu hal yang terkadang membuatku tidak nyaman dalam berteman adalah, saat semua hal tentangku ingin diketahui. Semisal, aku sedang komunikasi dengan siapa, berbagi pesan dengan siapa di aplikasi WhatsApp, membuka pesan yang dikirimkan seseorang untukku tanpa meminta izin. 

Ya, terkadang hal itu terlihat sepele, tetapi tidak semua orang merasa nyaman dengan hal itu, seperti aku misalnya. Sebab, bagaimana jika pesan yang dibuka itu adalah pesan yang memang tidak ingin kubalas? Bagaimana jika si pengirim pesan merasa tersinggung karena pesannya telah dibuka dan aku tidak menyadari, kemudian tidak membalasnya karena bukan aku yang membukanya?

So, sedekat apa pun hubungan pertemanan atau persahabatan, tetaplah saling menghargai. Minta izinlah jika kamu hendak melakukan sesuatu di ponsel teman atau sahabatmu. Jangan membajak. Nanti ada yang ngambek, atau ada menimbulkan masalah, kan ... jadi lebih tidak enak. Itu juga bisa merusak hubungan pertemanan atau persahabatan yang sudah terjalin baik.

Perihal privasi, bukan hanya tentang isi pesan atau ponsel, melainkan banyak hal yang lainnya. Mungkin juga tentang identitas dan foto.

Baca Juga: Tips Menjadi Remaja Kekinian Yang Memiliki Kesehatan Mental Secara Psikologi

2. Terlalu Posesif

Dalam lingkup pertemanan, tidak dapat dipungkiri bahwa terkadang ada muncul rasa cemburu saat teman atau sahabat kita pergi dan bersenang-senang dengan yang lain. Dan saat mereka bersenang-senang, kamu tidak sedang bersamanya. 

Jangan membatasi ruang gerak teman atau sahabatmu. Biarkan dia menemukan lebih banyak relasi, melebarkan pertemanannya, dan melakukan aktivitas bersama temannya yang lain. Kamu tidak bisa terlalu membatasi ruang gerak seseorang.

Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin kamu sering mendengar istilah, semakin banyak teman, semakin banyak relasi, maka semakin besar pula peluang untuk memperoleh informasi yang akan mengantarkan kepada jalan menuju sukses. Hal ini berlaku jika lingkaran pertemanannya adalah lingkaran pertemanan yang positif, maybe.

3. Memaksakan Kehendak

Beberapa orang, mungkin akan sangat memperhatikan penampilan saat berada di luar rumah. Nah, beberapa orang pun ada yang tidak mengurusi perihal itu. 

Dalam hubungan pertemanan, tidak perlulah terlalu mengurusi teman atau sahabatmu akan mengenakan pakaian apa dan bagaimana. Menurutku, asal yang dia gunakan itu nyaman untuknya,  masih sopan dan menutup aurat—terutama bagi seorang muslimah, itu tidak menjadi masalah. Dan, hem ... selera berpakaian setiap orang memang berbeda-beda, juga tidak dapat dipaksakan untuk sama antara satu dengan yang lain. Bisa saja kamu merasa nyaman dengan yang kamu kenakan, tetapi tidak nyaman untuk orang lain.

Baca Juga: Menikmati Hidup Meskipun Pada Saat Pandemi

Tidak boleh egois dalam menjalani setiap hubungan, meski itu hubungan pertemanan atau persahabatan yang sudah terjalin seperti saudara. Memaksakan kehendak tidak akan membuat orang lain merasa nyaman saat berada di sisimu.

Itulah beberapa hal yang terkadang membuatku merasa tidak nyaman dalam lingkup pertemanan. Bagaimana dengan pendapat teman-teman? Apakah dalam hubungan pertemanan itu dibolehkan adanya batasan-batasan seperti yang telah kusebutkan di atas? Kalau tidak, mengapa? Dan jika ada pendapat lain, silakan ditambahkan. 

Sekian thread kali ini, jangan ada yang tersinggung, ya. Terima kasih, dan semoga bermanfaat. Assalamu'alaikum.

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Related Articles
Tulisan Baru
Okt 17, 2021, 11:12 PM - Della putri utami
Okt 17, 2021, 11:03 PM - Andi Anis Magfiroh
Okt 8, 2021, 12:01 AM - Regita Putri Cahyani
Okt 7, 2021, 11:55 PM - Ilham Saifullah