Imajinasi dalam Diksi

Secara umum definisi atau pengertian imajinasi adalah daya pikir membentuk gambaran tentang sesuatu yang tidak ada pada indra yang didapat dari kenyataan atau pengalaman seseorang secara umum maupun gambaran yang mampu dihasilkan sekalipun tidak pernah sepenuhnya dirasakan dalam kenyataan sebelumnya. 

Terkadang, memori juga disebut dengan imajinasi reproduksi sebab di dalamnya terdapat isi pengalaman dari masa lalu yang diproduksi dalam bentuk serta urutan yang sama. 

Baca Juga: Pengantar Ilmu Puisi

Contohnya, anda mempersepsikan sebuah taman dengan banyak jenis bunga serta tanaman yang tersusun dengan urutan tertentu.

Anda kemudian bisa mengingatnya sekarang dengan urutan yang sama seperti yang sudah anda rasakan di masa lalu dan ini dinamakan dengan memori. 

Sedangkan ketika anda mengingat emas serta gunung di masa lalu, maka anda mengingat dan menggabungkannya serta membayangkan gunung emas yang disebut dengan imajinasi. 

Karena imajinasi terkadang disebut dengan imajinasi produktif atau konstruktif, maka di dalamnya pikiran akan membentuk gambar baru dari isi pengalaman dari masa lalu.

Nah, imajinasi ini bisa kalian munculkan dengan membayangkan, meneliti dengan kekuatan rasa, olah pikir, dan penjiwaan kalian. Contoh mudahnya ketika kalian mau bikin puisi atau ada yg spontan sudah terbiasa menuangkan perasaannya ke puisi, pastinya merasakan hal-hal yang sehari-hari, kayak sedih, bahagia, galau, bokek, nungguin kepastian doi. 

Baca Juga: Cara Memilih Judul Puisi Menggugah Pembaca dan Selalu Dicari

Jadi, kalo kita boleh analisis nih ya, memunculkan imajinasi gak harus refreshing atau jalan-jalan ke mana-mana, walaupun refreshing adalah salah satu bentuk penggugah imajinasi namun nyatanya 70% imajinasi muncul dari diri sendiri karena kodratnya imaji adalah suatu output manusia yang sangat alami. Namun, kita kadang kesulitan mengatakannya dengan kata-kata, apalagi menggunakan puisi.

Imajinasi bisa kita bangun dengan beberapa hal kok temen-temen, tetapi sebelum itu kita cari tahu dulu sifat-sifat imajinasi terlebih dahulu biar kita lebih paham imajinasi yang kita munculkan.

Baca Juga: 7 Cara Memilih Diksi dalam Puisi yang Bagus dan Efektif

Sifat dari imajinasi sendiri terdiri dari dua bentuk yakni imajinasi konstruktif atau produktif. Ini merupakan pengaturan ulang dari pengalaman masa lalu menjadi pola yang baru. Sifat ini tidak membuat elemen atau bahan gambar namun mereproduksi elemen pengalaman masa lalu serta membentuknya menjadi sebuah kombinasi yang baru.

Imajinasi bukan reproduksi yang tepat dari pengalaman di masa lalu. Isi dari pengalaman masa lalu akan diproduksi dan digabungkan menjadi bentuk yang baru. Contohnya anda pernah memikirkan mawar serta warna biru, namun tidak untuk mawar biru. Akan tetapi anda bisa memproduksi gambar mawar serta gambar warna biru kemudian digabungkan menjadi mawar biru.

Konstruktif dan produktif ini memiliki perbedaan yang mencolok, dan biasanya kalo imajinasi konstruktif ini membangun daya olah pikir yang condong kepada sesuatu hal yang baru namun tidak terlalu cepat waktunya. Dan orang yang memiliki pola pikir imajinasi konstruktif seperti ini adalah orang-orang yang suka meneliti dan merancang. Imajinasi konstruktif bisa melahirkan inovasi.

Baca Juga: Puisi Romansa: Pengertian, Jenis, dan Contoh

Untuk produktif ini lebih ke pembangunan imajinasi yang waktunya relatif singkat dan memiliki pola pikir yang tanggap. Orang seperti ini cocok untuk pekerja kreatif namun memiliki sisi kelemahan, yakni lemah dalam menentukan keputusan karena suka dengan hal simpel dan pemaknaan yang perlu direkonstruksi.

Jadi, produktif di sini bukan pada terus menerus berkarya ya, tetapi pada sisi penentuan diksi, majas, analogi dan gaya bahasa yang bisa kalian gunakan pada menyusun puisi. Dan jika kalian ingin membuat puisi yang bermakna dan memiliki banyak permainan kata, cobalah untuk mencoba berpikir kreatif-konstruktif.

Lalu, bagaimana sih analisis imajinasi untuk menyusun sebuah karya puisi? Tepatnya ketika kalian pengen ikut lomba atau membuat antologi puisi, atau juga ingin menyisipkan puisi di dalam alur cerita seperti novella dan novel? Hayo pasti nanya gitu, ya.

Komponen analisa sendiri secara umum adalah memiliki data akurat, hipotesis dan tentunya pengambilan keputusan. Di dalam karya fiksi ini kalian gak perlu susah-susah kok kayak bikin KTI, cukup kalian gunakan olahan kata yang sudah tersedia di KBBI Online, Kamus Bahasa Asing/Serapan atau dengan membuat pola kata sendiri. 

Emang bisa kak? Bisa saja, kan kalian menulis puisi. Jadi rahasia makna dalam kata yang digunakan seharusnya tidak boleh dibocorkan. Kesalahan penulis sekarang adalah terlalu ingin dinilai dan membocorkan makna aslinya, padahal karya sastra adalah melatih pembaca untuk menentukan arti sendiri-sendiri. 

Baca Juga: Diksi Ketika Berpuisi

Misalnya kalian bikin puisi dengan judul Pusaka Negeri yang memiliki tema umumnya adalah perjuangan pahlawan. Nah, penganalisisan dalam membuat puisi wajib tidak boleh terlihat oleh orang lain, cukup kamu aja yang tahu. 

Misal lagi, kalian mau pakai kata-kata yang merepresentasikan tentang kekuatan alam dan doa, tapi dengan tema perjuangan pahlawan itu sangat bisa dan bisa dipastikan memiliki makna yang sangat banyak.

Bisa dilihat puisinya Eyang Sapardi yang judulnya “Aku Ingin” atau “Pada Suatu Hari”, kata-kata yang dipilih sederhana namun memiliki makna yang bermacam-macam, ada yang memaknai cinta tak direstui, ada yang cinta yang sangat indah karena dengan kesederhanaan dan lain-lain. 

Namun, kata Eyang Sapardi dalam acara Jakartanicus dan yang lainnya, itu berbeda dengan tafsiran orang banyak. Artinya, analisis imajinasi ini memang perlu dalam pembuatan puisi, namun hasilnya akan berkualitas karena kodratnya puisi adalah memiliki banyak makna.

Tentunya, kalian dengan mempelajari bagaimana menyusun analisa imajinasi dalam pembuatan puisi menjadikan kalian cerdas dalam mengolah kata yang sederhana namun tetap memiliki estetika dan makna yang sangat beragam.

Analisis Imajinasi dalam Menyusun Puisi

Bahan Dasar:

1.      Unsur Intrinsik

2.      Vocal atau Rima

3.      Penghayatan dan Gaya Bahasa

4.      Kekuatan Analisa dalam Menggandakan Makna

Penggunaannya: kalian mesti mencari lebih banyak kata sinonim atau kosakata yang berdekatan dengan yang ingin kalian sampaikan. 

Lalu, pastikan kalian tidak membuat pusing pembaca namun memberi efek ketagihan dalam membaca karena ingin mencari makna sebenarnya. 

Kemudian, mulai tuliskan perbait bagaimana merepresentasikan tiap kejadian atau imajinasi dengan pengolahan kata yang simpel. Finishing-nya adalah gunakan majas yang pas dengan puisi yang kalian tulis.

Eh, tunggu, Kak. Kenapa kok rima jadi bahan dasar? Apakah itu penting?

Rima akan mempengaruhi gaya membaca dan nantinya bisa kalian aplikasikan menjadi sebuah karya musikalisasi puisi bahkan lagu sekalipun. Kalian mestinya perlu memperhatikan bagaimana singkatnya puisi namun meluas, bagaimana caranya membaca puisi dengan penghayatan dan analisis imajinasi ini memberikan solusi kepada penulis pemula untuk menandakan bahwa karya fiksi bisa memberikan edukasi yang saat ini mulai meredup.

Penulis: Arif Santoso

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Related Articles
Penulis

Admin Ruang Sekolah

Tulisan Populer
Tulisan Baru
Jun 19, 2021, 10:43 PM - Pipin Pirmansyah
Jun 19, 2021, 10:41 PM - Rini Risdayanti
Jun 19, 2021, 10:33 PM - Pohon Jalang
Jun 19, 2021, 10:28 PM - Khurri Ulya