Humans Who Propose God Who Determines

Judul : Sungguh, Pertolongan Allah amat Dekat

Penulis : Muhammad Farhan Mauludi

Penerbit : QAF

Cetakan : Pertama, Juni 2018 Tebal : 240 halaman

ISBN : 978-602-5547-26-3

Penulis Resensi: Nabil Fikri

 

"Humans Who Propose God Who Determines"

 

Buku karya Muhammad Farhan Mauludi, seorang penulis berdarah Madura. Lahir di kota Pamekasan tepatnya tanggal 12 November1 986. Beliau yang bukan hanya seorang penulis tapi juga Hafidz Quran 30 juz. Sungguh hebat bukan penulis buku ini, pengalaman beliau dalam menempuh pendidikan mulai dari kecil sudah menjadi santri hingga kuliah di Islamic University of Madinah, Saudi Arabia. Jadi tidak perlu ada yang diragukan dari isi bukunya, memadukan antara logika dan agama. Dilansir dari Internet karya tulis beliau tidak hanya buku ini tetapi ada juga karya tulis lain seperti buku dengan judu l"Semua Indah pada waktunya".

Dalam buku yang bersampul gambar ilustrasi alam dengan perpaduan warna hijau dan ungu ini, penulis membahas tentang permasalahan-permasalahan hidup sehari-hari juga tentang keterlibatan tangan Tuhan disetiap hal yang kita kerjakan. Tentang takdir kita yang sudah Allah tentukan. Takdir yang sudah pasti akan menghampiri kita. Karena tidak ada satupun hal di dunia ini yang keluar dari jalan takdir Allah SWT. Sebagaimana perkataan Umar bin Khattab :

ﺍﻧﻤﺎ ﻧﻔﺮ ﻣﻦ ﻗﺪﺭ ﷲ ﺍﻟﻰ ﻗﺪﺭ ﷲ

"Sesungguhnya kita lari dari takdir Allah SWT. yang satu menuju takdir Allah SWT yang lain" (hal.12).

Bukan hanya didunia tetapi akhirat juga. Akhirat?ya, tentang surga dan nerakapun sudah tertulis di lauhul Mahfudz untuk kita, tempat mana yang akan kita tempati di akhirat nanti.

Hanya saja walaupun sudah tertakar bagaimana takdir kita kelak di akhirat bukan lantas kita berhenti beribadah kepada Allah SWT. karena beribadah kepada Allah SWT. sudah menjadi kewajiban kita sebagai makhluk-NYA.

Tentunya tentang pembahasan takdir tadi kita tidak boleh lupa bahwasanya takdir ada yang bisa diubah yang mana ini bisa disebut dengan takdir muallaq atau takdir yang bergantung.

Artinya, takdir yang bisa kita ubah dengan doa atau perbuatan kita.

 

Seperti contoh kita di takdirkan untuk berumur 100 tahun. 50 tahun di dunia dan 50 tahun di akhirat. Namun Allah memberikan peluang untuk kita memperpanjang kuota umur di dunia dengan syarat kita memperbanyak silaturahmi dan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT.

 

Dengan kata lain Allah misal menambah umur kita 10 tahun di dunia. Jadi di didunia umur kita menjadu 60 tahun dan di akhirat menjadi 40 tahun. (hal.34-35)

Di buku ini penulis juga memberikan pembahasan tentang Jodoh. Yang tentunya juga sudah sering kita dengar sebuah kalimat bahwa "jodoh ditangan tuhan". Ya memang betul, dari pemahaman yang saya ambil dari buku ini bahwa dengan siapa kita akan membina rumah tangga nanti, itu sudah atas ketentuan dari Allah. Sudah tertulis di lauhul Mahfud nantinya siapa yang akan menjadi pelengkap separuh agama kita. Jadi, tidak perlu risau soal jodoh. Orang terbaik sudah Allah persiapkan untuk kita. Tugas kita hanya memperbaiki diri sendiri dulu karena kalimat "jodoh itu cerminan diri" memang benar adanya. Dibuktikan dengan firman Allah dalam surah An-nur:26 yang artinya "Wanita-wanita yang tidak baik untuk lelaki yang tidak baik, dan lelaki yang tidak baik untuk wanita-wanita yang tidak baik (pula). Dan wanita yang baik untuk lelaki yang baik, dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik (pula)". (hal.52)

Jangan sia-siakan masa muda kalian dengan pacaran apalagi dalam tahap pencarian jodoh. Karena, sesuai dengan yang tertera di dalam buku ini. Bahwa keberkahan rumah tangga yang diawali dengan proses pacaran dan yang tidak akan berbeda. Sebagaimana mereka menjaga diri untuk tidak bermaksiat sebelum menikah maka Allah pasti akan menjaga rumah tangga mereka setelah menikah. Dan jangan lupa Allah adalah sebaik-baiknya penjaga. (hal.60)

Tapi walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa jodoh kita ialah pemakaman dan kain kafan bukan pelaminan. Kita sebagai seorang hamba hanya perlu yakin bahwa segala ketentuan dari Allah SWT adalah yang terbaik untuk kita.

Muhammad Farhan Mauludi berhasil membuat saya jatuh cinta pada bukunya ini. Banyak sekali nasihat-nasihat yang terkandung didalamnya. Bahasa yang digunakan pun adalab bahasa yang mudah untuk dimengerti bagi seorang pelajar seperti saya. Tidak perlu buka tutup kamus untuk memahami isi dari buku ini. Di dalam buku ini juga banyak kutipan kata-kata dari Al-Qur'an atau perkataan imam-imam disetiap akhir bab. Yang tentunya bisa dijadikan pegangan hidup untuk kita. Seperti pada halaman 113.

"ﺭﺿﺎ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻏﺎﻳﺔ ﻻ ﺗﺪﺭﻙ ﻭﻟﻴﺲ ﺍﻟﻰ ﺍﻟﺴﻼﻣﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺳﺒﻴﻞ ﻓﻌﻠﻴﻚ ﺑﻤﺎ ﻳﻨﻔﻌﻚ ﻓﺎﻟﺰﻣﻪ"

"Tidak mungkin kita akan disukai oleh semua orang dan tidak mungkin seseorang akan selamat daru perkataan orang lain. Maka lakukanlah sesuatu yang bermanfaat untuk kamu dan tekunilah" (shalih ahmad as-syam'i, ma'izh lil imam asy-syafi'i, hal.31).

Andai saja penulis dalam pencetakannya tidak hanya menggunakan warna hitam-putih disetiap kutipan kalimat di akhir babnya. Pasti akan membuat tampilan dalam buku ini lebih menarik. Namun apalah arti semua itu, isi dari buku ini menutupi semua kekurangan- kekurangan yang lain.

Menulis dari hati juga akan sampai pada hati. Semangat mas Muhammad Farhan Mauludi untuk membuat saya jatuh cinta di karya selanjutnya.

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Related Articles
Penulis

Tulisan Populer
Jun 13, 2020, 5:39 AM - Pohon Jalang
Jul 23, 2021, 11:34 PM - Imroatul Khofifah
Tulisan Baru