Hukum Tidak Shalat Jumat pada Masa Pandemi, Kafir atau Tidak?

Di penghujung akhir tahun 2019, telah terjadi suatu pristiwa yang akan menjadi sejarah tak terlupakan oleh setiap manusia, yaitu munculya suatu virus Corona jenis baru yang terjadi pada daerah penghujung China.

Kemudian virus ini berkembang dan menyebarkan ke berbagai tempat di belahan bumi ini sehingga pada tanggal 11 Februari 2020 WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) telah menetapkan virus sebagai pandemi dan diberi nama Covid-19.

Baca Juga: Corona: Si Kecil Pengguncang Dunia

Dikarenakan virus ini menyebar dengan cepat ke berbagai tempat sehingga beberapa negara menutup dirinya dari negara asing, yaitu melarang negara asing untuk datang kenegara mereka dan juga melarang warga negaranya beraktivitas, yang sering disebut LockDown termasuk Indonesia.

Baca Juga: Deretan Vitamin Ampuh Cegah Virus Corona

Akibatnya aktifitas masyarakat terhenti di berbagai hal, termasuk dalam bidang keagamaan dikarenakan anjuran oleh pemerintah untuk menutup tempat orang-orang berkumpul termasuk masjid karena dikhawatir menjadi klaster atau tempat penyebaran dari virus tersebut.

Sehingga banyak upacara-upacara keagamaan dihentikan ataupun dibatalkan termasuk untuk melaksanakan ibadah shalat Jumat yang dilaksanakan rutin pada hari Jumat. Padahal shalat tersebut menjadi kewajiban dan juga andaman jelas yaitu kafir.

Baca Juga: Pandangan Islam Mengenai Coronavirus (Covid-19)

Oleh karena itu mencari pokok permasalahnya untuk mendapatkan solusinya tentang bagaimana hukum tidak shalat Jumat, yaitu sebagai berikut :

1. Hukum Awal Shalat Jumat

Pada awalnya hukum shalat Jum’at itu hukumnya fardhu ‘ain bagi setiap mukallaf yang mampu dan memenuhi syarat-syaratnya, hal ini berdasarkan pada QS. Al-Jumu’ah : 9

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَا سْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذٰ لِكُمْ خَيْرٌ لَّـكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli.”

Baca juga: Menjaga Kebersihan Menurut Pandangan Islam, Demi Menghindari Penyebaran Virus Covid19

Oleh karena itu, apabila seseorang meninggalkan juga merupakan masalah yang fatal dan dosanya sangat besar yaitu dianggap kafir, sebagaimana hadits yang berasal dari Dari Abul Ja’d Adh Dhamri radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam yaitu

مَن ترَك الجمعةَ ثلاثًا مِن غيرِ عذرٍ فهو منافقٌ

Artinya: “Barangsiapa yang meninggalkan shalat  tiga kali tanpa udzur, maka dia orang kafir” (HR. Ibnu Hibban no.258, dishahihkan Al Albani dalam Shahih At Targhib no.727)

2. Bagaimana Hukum Tidak Shalat Jumat Karena Uzur (Alasan)

Jadi bagaimana hukum tidak shalat Jumat karena adanya virus corona yang ditakutkan menimpah dirinya  ataupun dirinya menyebarkan orang lain, maka kota akan merujuk kepada beberapa kaidah fiqhiyyah, yaitu:

لاضرر ولاضرار

“Tidak boleh membuat kerusakan pada diri sendiri serta membuat kerusakan pada orang lain.”

المشقة تجلب التيسير

“Adanya kesulitan menyebabkan adanya kemudahan.”

Dari beberapa kaidah di atas menunjukan bahwasannya hukum tidak shalat jumat dikarenakan uzur yang memaksa, maka hukumnya tidak menjadi wajib lagi dan tidak berdosa dikeranakan syarat dari melaksanakan shalat jum’at adalah bagi yang mampu.

Oleh karena itu, meninggalkan shalat Jum’at dikarenakan uzur seperti halnya hukum wanita, anak kecil, ataupun orang yang sakit dalam meninggalkan shalat, namun bedanya tidak perlu diganti shalat jum’at tetapi hanya melakukan sholat zuhur di rumah saja.

3. Kesimpulan

Dari penjelasan di atas kita akan mendapatkan suatu garis lurus yaitu kesimpulan bahwasannya orang tidak shalat Jumat pada masa pandemi Covid-19, tidak menjadikan dirinya seorang kafir dikarenakan dirinya mempunyai uzur yang kuat untuk melindungi dirinya dan orang lain dan hal ini sejalan dengan maqasid syariah yaitu hifzun nafsu (melindungi diri).

Oleh karena itu perbuatan ini tidak mendapat dosa tetapi akan mendapat pahala karena menghindari keburukan bagi dirinya dan orang lain.

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Related Articles
Penulis
Tulisan Populer