Hal Apa Saja yang Perlu Diperhatikan dalam Membuat Cover Buku

Sebagai pemanasan sebelum berlanjut ke inti materi, perlu di ketahui sebenernya apa sih fungsi dari cover buku? Kenapa cover buku jadi salah satu penentu untuk memutuskan membaca atau membelinya sebuah buku

Ada istilah yang mungkin tidak akan asing di dengar yaitu "Don't Judge Book By It's Cover" yang memiliki arti "Jangan menilai buku dari sampulnya,"   tetapi dalam konteks ini cover bukan hanya sebagai pemikat daya tarik pembeli/pembaca, namun juga sebagai perwakilan/gambaran yang memvisualisasikan suatu isi buku selain blurb.

Bahkan tidak jarang para penulis rela mengeluarkan budget yang tidak sedikit agar mendapatkan cover yang sesuai dengan buku mereka, agar fell/rasa dalam ceritanya itu tersampaikan ke pembacanya. Jadi istilah tersebut rasanya terpatahkan oleh fakta bahwa sebagian pembaca tertarik membeli/membaca isi buku, sebab covernya yang membuat penasaran maupun indah di pandang.

Selain itu saya juga menemukan fakta dari salah satu customer (penulis) saya yang menganggap bahwa cover sebagai dorongan semangat dalam  menulis ceritanya. Pada intinya cover buku ini memiliki peran yang lumayan besar dalam mencapai target pembaca, karena apa? Pembaca kamu baik yang ada di platform maupun yang enggak, pasti yang pertama di lihat kalo nggak blurb/sinopsinya, ya pasti covernya.

Hal yang perlu kita perhatikan dalam membuat sebuah cover buku antara lain:

Kita lanjut ke materi intinya, yaitu "Apa saja kah yang perlu di perhatikan dalam membuat cover buku?"

 1. Penulisan judul dan nama penulis yang mudah di baca. 

Penulisan judul yang di maksud adalah pemakaian font pada judul cover dan penulis dapat dengan mudah di baca/di eja. Hal ini bertujuan agar memudahkan pembaca mengetahui judul cerita maupun nama penulisnya. Contohnya 

2. Menentukan ukuran cover 

Menentukan ukuran cover ini di sesuaikan kebutuhan platform (misal cover WP 512*800 atau1024*1600) bertujuan agar cover setelah proses upload pada platform menulis dapat tampil HD/jelas. Jika tidak menyesuaikan ukuran biasanya hal yang akan terjadi kemungkinan file cover blur dan tidak jelas. Hal ini sama dengan pembuatan cover untuk keperluan cetak, sangat perlu di perhatikan ukurannya karena tidak semua cover cetak itu memiliki ukuran yang serupa. Cover buku cetak sendiri amat perlu di kerjakan dengan teliti di bandingkan cover buku platform, hal ini di karenakan jika file cover cetak tidak sesuai ukurannya/resolusinya rendah hasil cetak gambarnya akan pecah.

3. Pemilihan elemen dalam cover. 

Pemilihan elemen yang di maksud ini tidak hanya berpacu pada ilustrasi karakter yang ada dalam isi cerita, tetapi juga dapat berupa simbol, benda, tipograpy dll. Intinya pada pemilihan elemen cover ini perlu di ketahui apa sih yang ingin di tonjolkan dalam alur cerita kalian.

4. Penyesuaian cover dengan genre buku 

Penyesuaian yang di maksud di sini adalah genre cerita dapat tercerminkan ke cover buku. Semisal kalian menulis cerita genre romansa, kalian harus memakai warna , elemen, dan juga font yang mendukung genre tersebut. Jangan sampai kalian menulis genre romansa, tetapi kesan yang di bangun pada cover malah elemen² horor, hal ini akan membuat target pembaca kalian tidak tepat sasaran.

 5. Membuat layout cover 

Membuat layout/tata letak penempatan elemen-elemen yang akan berada pada tampilan cover. Tujuan penggunaan layout ini sebagai bantuan untuk memperkirakan posisi yang tepat dari judul cerita, penulis, dan juga element cover. 

Contoh :

Contoh ini bukan patokan untuk membuat berbagai cover, layout bisa di sesuaikan dengan selera. Ini hanya sebagai gambaran penerapan layout cover dari hanya gambaran sederhana hingga saat di realisasikan menjadi cover yang sudah tertata.

 6. Memahami Mengenai Hak Cipta 

Banyak yang terkadang menyepelekan mengenai hak cipta ini, bukan hanya pada elemen gambar, tetapi juga pada penggunaan font juga. Mari kita bahas mengenai elemen gambar terlebih dahulu. 

Elemen pada gambar yang di gunakan untuk cover, tidak boleh sembarangan diambil dari internet dan memakai dengan seenaknya. Untuk mengambil gambar pada internet/web perlu di lihat pada informasi tentang perizinannya gambar tersebut dapat di pakai atau tidak. Perlu di ketahui lagi banyak yang saya lihat dari dulu sampai sekarang beberapa penulis memakai ilustrasi gambar yang berasal dari pinterest yang bahkan kalo di tanya artist-nya siapa juga tidak tahu. 

Tindakan ini merupakan salah satu hal yang  bagi saya tidak baik di lakukan oleh penulis, karena apa? Para penulis itu tujuannya berkarya dengan tulisannya, sama halnya dengan artist mereka juga berkarya dengan gambarnya lalu apakah etis memakai/mengambil karya orang lain tanpa izin? Seharusnya sesama manusia yang memiliki tujuan berkarya saling mendukung dan saling menghargai. Sebab jika di posisi artist yang karyanya di curi, kemudian di balik kepada penulis yang karyanya di plagiat, pasti akan sama² nyeseknya. Selain karena etika yang buruk, mengunakan cover tanpa izin pemiliknya sama seperti melanggar hak cipta yang bisa saja jika artistnya tidak terima akan di tuntut ke jalur hukum. 

Selanjutnya penggunaan font tanpa melihat lisensinya terlebih dahulu sangat harus di hindari, upayakan sebelum memakai font tersebut mencheck ulang lisensinya dan menyesuaikannya dengan kebutuhan kita, untuk sekedar personal kah? Atau komersial? Karena ketahuan melanggar hak cipta pemakaian font ini  tidak main² akibatnya. 

Hal ini pernah terjadi beberapa tahun yang lalu, dimana font yang di gunakan seharusnya tidak dapat di komersial kan, tetapi di pakai tanpa tahu lisensi untuk kebutuhan cetak dan berakhir di tuntut beberapa juta (seingat saya 16 juta) ini bahkan bukunya sebenernya sudah terbit 2 thun, tapi bisa terlacak oleh pembuat font tersebut. Kita nggak tahu kapan kita kena musibah, yang bisa kita lakukan adalah antisipasi supaya hal tersebut tidak terjadi pada kita.

Satu fakta mengenai pencurian karya, saya pernah mengalaminya sendiri🥲 Di mana gambar saya di pakai dan diakui sebagai milik seseorang, di mana dia memakainya sebagai cover wattpad. Tapi untungnya setelah saya tegur terus menerus akhirnya dia hapus gambar tersebut dari cover ceritanya dan meminta maaf. Mungkin jika teman saya tidak memberi tahu saya sampai kapan pun tidak tau, tapi saat gambar pada cover tersebut di pakai tanpa izin dari pemiliknya, InsyaAllah tidak akan memberikan berkah juga pada penulisnya.

 7. Memiliki konsep cover yang matang 

Hal ini di lakukan jika kalian tidak punya waktu/tidak ingin ribet membuat cover sendiri, yaitu pesan kepada jasa descov. Hal yang paling penting jika kalian ingin memesan sebuah cover kepada jasa descov adalah ide/konsep cover kalian harus matang.

Konsep cover yang matang itu cover yang di gunakan jelas dan terarah dari detail objek yang di gunakan, baground maupun atribut tambahan dari objek dll. Misal:

Seorang lelaki beriris mata biru, berusia sekitar 27 thn beraut wajah sedih memakai jas sedang merokok dengan baground kantor yang berantakan (menggambarkan isi cerita tentang bos yang patah hati, misalnya ya 🤣) Bisa juga dengan deskripsi yang lebih spesifik seperti warna baju dll. Pokoknya jangan terserah, paling enggak kasih sedikit detail cerita kamu supaya cover kamu bisa menyesuaikan. 

Jujur point ke 7 ini sebenarnya di dasari dari kisah nyata saya, di mana saya bertemu dengan penulis yang sangat unik. Sangking uniknya saya nggak habis pikir😌beliau  kasih saya file ceritanya yang akan terbit, ketika saya tanya konsep covernya seperti apa. Beliau bilang terserah, dan menyuruh saya menyesuaikan covernya dengan file ceritanya tersebut yang halamannya lebih dari 100 halaman. 

Dan setelah saya tangkap inti ceritanya itu seperti apa, tapi saat saya konfirmasi inti cerita yang saya sampaikan tidak sama dengan pikiran penulis😌dan berakhir saya menyesuaikan kemauannya. Hal tersebut akhirnya membuat saya berpikir kenapa tidak dari awal mengatakannya, ternyata saat saya tanya jawaban penulis tersebut adalah belum memiliki ide konsep untuk tampilan covernya. Sungguh ini sangat menyia-nyiakan waktu saya sebenernya, tapi saat itu saya memaklumi karena usia penulis yang agak lumayan muda. 

Jadi pelajaran yang saya ambil dari hal tersebut adalah tidak semua orang itu bisa berpikiran sama dengan yang kalian pikirkan, dan perencanaan konsep cover itu sangat perlu di lakukan untuk mendapatkan gambaran awal pembuatan cover dan menstrasfer ide dari penulis ke descov. Jangan sampai hanya untuk mencari ide cover membuat waktu yang seharusnya bisa bikin kelar covernya, malah terhambat selesainya.

*Materi ini disampaikan oleh Kak Risma Citra dipandu moderator Recaka Harsa

*Notulen: Shifa

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Related Articles
Penulis

Admin Ruang Sekolah

Tulisan Baru
Feb 19, 2024, 12:11 PM - Ruang Sekolah
Feb 19, 2024, 12:09 PM - Ruang Sekolah
Feb 19, 2024, 12:05 PM - Ruang Sekolah
Feb 19, 2024, 12:03 PM - Ruang Sekolah
Feb 19, 2024, 11:59 AM - Ruang Sekolah