Derajat Memaafkan Orang Lain, Allah Hadiahi Ini

Allah sudah menyiapkan hadiah derajat orang yang memaafkan atau meminta orang lain kepada sesama manusia dan beragama.

Setiap orang tidak luput dari kesalahan, dan kekhilafan yang disengaja atau tidak. Ketika merasa melakukan kesalahan dan kekhilafan pada orang lain.

Ada cara yang bijak dan sederhana ketika orang lain berbuat kesalahan, adalah:  saling memaafkan. Kata maaf mudah diucapkan. Kata maaf mudah dilakukan, tetapi memaafkan lahir dan batin penuh penyesalan dan ikhlas tidaklah mudah.

Baca Juga: Peristiwa Hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah

1. Memaafkan Lahir dan Batin

Memaafkan lahir, dan batin pada orang yang bersalah dan membuatnya kecewa  menjadi penghalang untuk saling memaafkan. Memaafkan lahir dan batin,  adalah: cara sederhana melupakan rasa sakit hati, luka hati yang telah membekas dihati.

Hal ini sulit memang  dilakukan oleh sebagian orang dan terkadang untuk memaafkannya  membutuhkan waktu panjang. Namun, saling memaafkan  juga menjadi cara bijak untuk memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik.

Baca Juga: 6 Kunci Meraih Kebahagian Dunia dan Akhirat dari Syekh Nawawi Al-Banteni

Saling memaafkan itu indah, bila sudah menjadi kebiasaan yang tertanam dihati. Pada akhirnya,  akan membuat hati tenang membawa kebaikan serta kebahagian.

Saling memaafkan,  adalah pilihan yang bijak untuk menyambung tali silaturahmi. Pemaaf, adalah:  amalan berat, tetapi sikap saling memaafkan pada mereka yang berbuat bersalah memang bukan perkara yang mudah. Ada rasa gengsi untuk meminta maaf. Meminta maaf pada orang yang berbuat salah,  adalah perbuatan terpuji.

2. Balasan Orang yang Pemaaf adalah Surga 

Balasan orang yang pemaaf adalah surga. Surga menjadi tempat tinggal yang indah bagi orang yang pemaaf.

Tidak semua orang mudah memaafkan kesalahan orang lain. Ketika berbuat kesalahan pada orang lain, adalah saling memaafkan. Saling memaafkan adalah tidak selalu mudah bagi sebagian orang. Allah menyukai orang yang memiliki sifat  pemaaf.

Baca Juga: Hukum Tidak Shalat Jumat pada Masa Pandemi, Kafir atau Tidak?

Ketika orang lain menyakiti hati perlu dibalas dengan saling memaafkan dan kebaikan. Bukan dengan marah dan balas dendam. 

3. Ketulusan Hati

Sebagian orang beranggapan memberi maaf sama sulitnya dengan mengakui kesalahan. Ketulusan hati yang ikhlas adalah salah satu kunci ketika saling memaafkan kesalahan orang lain. Kata maaf tidaklah cukup, tetapi membutuhkan  ketulusan hati yang ikhlas ketika saling memaafkan.

Tanpa ketulusan hati ketika meminta maaf membuat hati tidak tenang.Tanpa ketulusan hati ketika saling memaafkan seakan kata maaf yang diucapkan tidak sampai.

Baca Juga: Pandangan Islam Mengenai Coronavirus (Covid-19)

Kata tulus ikhlas saat saling memaafkan itu penting. Tidak ikhlas dan tulus dikhawatirkan akan terulang lagi pada kesalahan yang sama. Ketulusan hati ketika saling  memaafkan memang tidak mudah dan  perlu ketenangan hati, kejernihan berfikir agar rasa tulus,ikhlas tertanam dalam hati.

4. Terbuka dan Mengakui Segala Kesalahan

Terbuka dan bersikap jujur mengakui segala kesalahan  dimasa lalu menjadi solusi. Dari sikap ini membuat diri sendiri sadar akan kehadiran Allah dengan bertaubat, memohon ampunan dari Allah atas segala dosanya. Sikap seperti ini akan membuat diri sendiri sibuk menyibukkan diri dekat pada Allah 

5. Bersikap Mengalah

Tak perlu balas dendam dengan membenci, marah, membalas apa yang telah melukai hati. Bukan pula dengan balasan saling balas dendam saat orang lain berbuat kesalahan.

Lebih baik bersikap diam dengan menundukkan hati, merendahkan hati, agar ego dan emosi tak lagi bersarang dihati. Hal ini menjadi cara yang bijak dan sederhana menyikapi permasalahan yang dialami.

Baca Juga: Peran Teknologi dalam Strategi Dakwah Islam

Bersikap mengalah daripada saling balas dendam yang menyakitkan hati buat emosi. Bersikap bijak dengan mengalah yang tidak berarti lemah, tetapi mengalah dalam arti sabar dan ikhlas buat indah dimata Allah.

Kesemuanya ini, adalah ujian sebagai pelajaran dan pengalaman hidup ,agar selalu bijak bersikap akan membawa kebaikan dan kebahagian hati

Belajar hati untuk saling memaafkan menjadi solusi untuk menjawab kegelisahan hati, karena memaafkan itu menyehatkan. Meningkatkan iman, menghilangkan kebencian, tingkatkan tali silaturahmi menjadi alasan memaafkan orang lain.

Selain itu, memaafkan orang lain berbuat kesalahan, adalah: perbuatan yang dianjurkan oleh Allah, karena sifat memaafkan orang lain itu, baginya surga.

 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Related Articles
Penulis

Penulis, adalah blogger tinggal di Magelang

Tulisan Baru
Agt 28, 2021, 8:15 PM - Ruang Sekolah
Agt 27, 2021, 11:00 PM - Pohon Jalang
Agt 27, 2021, 10:59 PM - karduskarton