Cerpen: Pengertian, Ciri, Fungsi dan Kelebihan Kekurangan

Pada dasarnya cerpen kepanjangan dari cerita pendek. Cerita yang hanya dibaca atau ditulis sekali duduk saja. Berbeda dengan novel atau novelet yang sama ditulis dalam bentuk cerita. Perbedaan ini terletak pada pengangkatan konflik. Jika cerpen hanya memuat satu konflik dan penyelesaian, sementara novel atau novelet memuat beberapa konflik di dalamnya.

Baca Juga: Materi Lengkap Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Cerpen

A. Pengertian Cerpen

1. Menurut KBBI

Cerpen berasal dari dua kata yakni cerita yang mengandung arti tuturan mengenai bagaimana sesuatu hal terjadi dan relatif pendek berarti kisah yang diceritakan pendek atau tidak lebih dari 10.000 kata yang memberikan sebuah kesan dominan serta memusatkan hanya pada satu tokoh saja dalam cerita pendek tersebut.

2. Menurut Susanto dalam Tarigan (1984:176)

Cerita pendek atau cerpen adalah cerita yang panjangnya sekitar 5000 kata atau kira-kira 17 halaman kuarto spasi rangkap yang terpusat dan lengkap pada dirinya sendiri.

3. Menurut Lubis dalam Tarigan (1985:177)

Cerita Pendek harus mengandung interprestasi pengarang tentang konsepsinya mengenai kehidupan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam sebuah cerita pendek sebuah insiden yang terutama menguasai jalan cerita.

B. Ciri-ciri Cerpen

Menurut Nurhayati (2019: 117) cerpen memiliki beberapa ciri-ciri sebagai berikut:

1. Bentuk tulisannya singkat, padat, lebih pendek daripada novel.

2. Terdiri kurang dari 10.000 kata.

3. Sumber cerita dari kehidupan sehari-hari, baik pengalaman penulis sendiri maupun orang lain.

4. Tidak melukiskan seluruh kehidupan pelakunya karena mengangkat masalah tunggal atau intisarinya saja.

5. Tokoh yang dilukiskan mengalami konflik sampai penyelesaiannya.

6. Penggunaan kata-kata ringkas (ekonomis) dan mudah dimengerti atau dikenal oleh masyarakat luas.

7. Dapat meninggalkan kesan mendalam dan mampu menggugah perasaan pembaca.

8. Menceritakan satu peristiwa atau kejadian dari perkembangan dan kegundahan jiwa suatu tokoh.

9. Beralur tunggal (hanya memiliki satu alur).

10. Penokohannya cenderung singkat dan tidak terlalu mendalam.

C. Struktur Cerpen

1. Abstrak (sinopsis) merupakan bagian cerita yang menggambarkan keseluruhan isi cerita.

Contoh:

Cerita ini mengisahkan tentang dua laki-laki yang masih duduk di bangku SMA, yang bernama Reza dan Adit. Setiap hari Reza selalu berangkat sekolah bersama Adit. Mereka bertetangga sekaligus teman sekolah satu kelas. Karena Reza tidak punya sepeda motor, maka dia selalu boncengan dengan Adit--berangkat dan pulang sekolah. Begitulah setiap harinya. Namun, saat Reza sudah memiliki sepeda motor sendiri, ia tak pernah lagi boncengan dengan Adit, bahkan menyapa pun tak pernah. Reza memang tidak memiliki rasa terima kasih kepada Adit.

2. Orientasi atau pengenalan cerita, baik itu tokoh, waktu, tempat ataupun masalah yang dialaminya.

Contoh:

Markonah masih duduk di jalan trotoar, tiba-tiba dia berdiri karena sudah terlalu lama dan lelah mencari alamat rumah yang ada di kertas genggamannya. Markonah memberhentikan angkot yang menuju ke arah utara dan bertanya kepada sopir angkot alamat rumah itu. Sopir angkot pun tahu, Markonah bertanya lagi untuk tarif ke alamat rumah itu. Kata sopir angkot tarifnya lima puluh ribu rupiah karena alamat rumah itu lumayan jauh, jadi tarifnya juga mahal. Markonah menawar dengan harga setengahnya, dua puluh lima ribu rupiah. Tapi sopir angkot itu tidak mau karena tarifnya harus lima puluh ribu rupiah untuk menuju ke alamat itu. Akhirnya Markonah tidak jadi naik angkot. Dia menawar karena uang yang ada di dompetnya tersisa seratus ribu rupiah dan dia harus menghematnya.

Cuplikan cerpen tersebut mengenalkan tokoh yaitu Markonah, dan masalah yang dialaminya yaitu Markonah menawar tarif angkot karena ia hanya mempunyai sisa uang seratus ribu rupiah di dompetnya dan ia harus menghematnya.

 

3. Komplikasi atau puncak konflik, yakni bagian cerpen yang menceritakan puncak masalah.

Contoh:

"Bu, ini tidak adil, kenapa Vivi yang menjadi juara 1? Dia tadi kan di tengah perjalanan menyampaikan pidatonya terdiam. Dia pasti lupa apa yang akan disampaikan. Jadi, tidak adil jika Vivi harus menjadi juara 1." Tangan Mia memukul meja sambil marah kepada juri lomba pidato.

Ya, juri lomba tersebut kaget dengan perkataan Mia dan masih tidak percaya, salah satu juri menanyakan langsung hal tersebut kepada Vivi dan ia menjelaskan semuanya apa yang dikatakan Mia memang benar. Semua juri mempertimbangkan lagi dan memutuskan bahwa Vivi yang menjadi juara 2 dan Mia yang menjadi juara 1. Tapi Vivi tidak berkecil hati, toh ia juga menjadi juara walaupun juara 2.

4. Evaluasi: pengenalan konflik, klimaks, dan penyelesaian masalah mulai dimunculkan.

Contoh:

Kali ini aku dan Wira gagal menegur Bu Jali. Dia masih saja tidak sadar akibat banjir kemarin. Dan tak disangka juga, Bu Jali yang kupikir sangat baik dan ramah namun bisa melakukan hal yang membuat kampung ini selalu banjir. Aku dan Wira sejenak memikirkan masalah ini agar banjir bisa teratasi.

"Wir, bagaimana kalau kita ambil sampah-sampah dari Bu Jali. Setiap Bu Jali akan membuangnya, kita ambil saja sampahnya dan kita kumpulkan lalu kita daur ulang," ujarku yang baru saja mendapatkan ide.

 

5. Resolusi: bagian yang berisi solusi-solusi dari permasalahan yang ada di dalam cerpen.

Contoh:

"Hmmm memang niat kamu baik, tapi apa yang kamu lakukan itu tidak baik. Sekarang begini saja, agar para pelanggan mau berlangganan lagi di pabrik kain batik ini, tolong hapus kebijakan baru itu dan tetap dengan kebijakan yang lama. Coba kamu bandingkan saja kondisi pabrik yang dulu dikelola ayahmu dengan yang sekarang kamu kelola. Lebih baik mana kondisinya?" Tangan Pak RT mengelus punggung Ilham dan memberi solusi kepadanya.

Setelah Ilham memikirkan, dia setuju dengan perkataan pak RT. Ilham akan menghapus kebijakan baru itu dan tetap dengan kebijakan yang lama. Karena dengan begitu bisa memperbaiki kondisi pabrik yang lebih baik lagi dan para pelanggan akan berlangganan lagi. Begitu juga dengan karyawannya, dia tidak akan memecatnya dan bisa kembali bekerja lagi di pabriknya.

6. Koda: berisi pesan atau amanat dan pelajaran yang ada di dalam cerpen.

Contoh:

Selalu bersabarlah dikala masalah muncul dalam hidupmu. Dengan bersabar, maka suatu saat akan mendatangkan hal yang lebih indah.

D. Fungsi Cerpen

Ada beberapa fungsi cerpen, yaitu:

1. Memberikan rasa senang, gembira serta menghibur bagi pembaca.

2. Mengarahkan dan mendidik para pembaca karena adanya nilai-nilai atau pesan moral yang ada dalam cerpen.

3. Memberikan semangat bagi pembaca karena dengan membaca cerpen bisa menambah ilmu dan kosa kata.

4. Mengandung ajaran agama yang dapat dijadikan teladan bagi para pembacanya.

E. Kelebihan dan Kelemahan Cerpen

Beberapa kelebihan cerpen, yaitu:

1. Cerpen menyajikan jalan cerita yang singkat sehingga tidak membosankan pembaca.

2. Penokohan pada cerpen langsung terarah sehingga lebih mudah dipahami.

3. Konflik lebih sederhana.

4. Ringkas. Sehingga bisa dibaca sekali duduk tanpa menyita banyak waktu.

Adapun kelemahannya, yaitu:

1. Narasinya panjang, apalagi ceritanya yang kurang menarik, sehingga dapat membuat pembaca jenuh dan melelahkan.

2. Ada cerpen yang kurang penting sehingga pembaca tidak mendapat manfaat dari cerpen tersebut.

3. Ada cerpen yang tidak diselingi dengan percakapan, sehingga pembaca merasa bosan.

Guru: Anggie Windya Eka Putri

Daftar Pustaka

 

1. Pengertian Cerpen Menurut Para Ahli.  HYPERLINK "https://www.eventhunterindonesia.com/lengkap-15-pengertian-cerpen-menurut-ahli/" https://www.eventhunterindonesia.com/lengkap-15-pengertian-cerpen-menurut-ahli/ (Diakses pada tanggal 04 Juni 2020 jam 18.30).

2. Pengertian Cerpen Menurut para Ahli.  HYPERLINK "https://serupa.id/pengertian-cerpen-menurut-para-ahli/" https://serupa.id/pengertian-cerpen-menurut-para-ahli/ (Diakses pada tanggal 04 Juni 2020 jam 18.30).

3. Pengertian Gaya Bahasa atau Majas dan Jenis serta Contohnya.  HYPERLINK "http://www.pengertianku.net/2015/09/pengertian-gaya-bahasa-atau-majas-dan-jenisnya-serta-contohnya.html" www.pengertianku.net/2015/09/pengertian-gaya-bahasa-atau-majas-dan-jenisnya-serta-contohnya.html (Diakses pada tanggal 04 Juni 2020 jam 18.30).

 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Related Articles
Penulis

Admin Ruang Sekolah

Tulisan Populer
Tulisan Baru