Cerpen

Jul 11, 2020, 8:46 PM - Pohon Jalang
Terjerumus ke dalam game online virtual Hari ini aku begitu penat, langit yang semulanya cerah kini berubah mendung seakan-akan merasakan apa yang kurasakan. Ku tarik gas sepeda motor ku lebih dalam lagi agar segera tiba di rumah. Bukan hanya otak ku, tapi badan ku juga sudah minta jatah istirahat. "Baru pulang main yan" tanya Bapak yang sedang menikmati secangkir kopi bertemankan kicauan burung perkutut kesayangannya. "Iya" jawabku dengan nada pelan karna tubuh sudah lesu. Sesampainya di dalam kamar aku lansung menjatuhkan tubuhku di kasur. Aku terlelap beberapa jam. "Yan, bangun! Ayo kita makan malam dulu" ibu membangunkanku. Masih setengah sadar kulihat benda hitam bulat di lengan tangan kiri ku menunjukkan angka 19:50. "Aku mandi dulu ya bu, agar lebih fresh" aku mulai bangkit dari kasur. "Nanti dulu, panggilkan adikmu dulu ajak makan malam sekalian" perintah ibu yang mengalihkan langkahku untuk menuju kamar Rendy. Rendy adalah adikku yang saat ini kelas 2 SMP, sejak sekolah diliburkan karena ada pandemi covid-19 dia selalu bermain game online sampai lupa waktu. Sudah beberapa kali dia mangajakku untuk main game bersama. Kurasa sekarang waktu yang tepat untuk menemaninya main game, ya hitung-hitung sebagai refreshinglah. Ku percepat langkah ku untuk munuju kamar Rendy. "Rendy" kupanggil namanya dan mengetuk pintu kamarnya, namun tak ada jawaban. "Rendy. Buka pintunya ini kakak, ayo kita main game bersama" masih tak ada jawaban, kemudian aku buka pintu kamarnya perlahan-lahan. Betapa terkejutnya diriku, bukanya Rendy yang kutemukan laptop yang masih dalam keadaan menyala dan berkedip-kedip bertuliskan "play". "Sepertinya game ini sangat bagus" pikirku, kemudian aku arahkan kersornya dan mengklik tombol "play" Seketika semuanya berubah, bagaikan badai yang datang secara tiba-tiba di tengah laut yang tenang. "Aaaaaaahh..." teriak ku "Dimana aku" ku tercengang melihat suasana yang begitu menyeramkan. "Rendy" teriakku "Kakak? Bagaimana Kakak bisa berada di dalam game ini juga?" Rendy yang kaget melihatku. "Apa di dalam game? Bagaimana mungkin jelas-jelas tadi Kakak mencari mu di kamar dan m..." "Sudah kak,lanjutkan nanti lagi, ayo sekarang kita lari" Rendy menarik lenganku. Saat menengok ke belakang aku melihat 3 monster yang mengerikan dan berusaha menangkap kami. Setelah lelah berlari kami melihat mobil, tanpa pikir panjang aku langsung menggunakannya. "Kakak ini senjatanya ayo kita serang monster itu" kami langsung menyerang 3 monster itu. "Selanjutnya apa yang harus kita lakukan? Agar keluar dari game ini?" tanya ku yang sudah tidak bisa menyembunyikan kepanikan lagi. "Tidak bisa kak, harus ada seseorang yang meng'exit'kan game ini atau mematikan laptopnya maka kita akan secara otomatis keluar dari game dan kembali ke rumah. Game ini hanya untuk orang 2 jadi tidak akan ada lagi orang yang bisa masuk ke dalam game ini" jelasnya sambil menyerang monster itu "Apa? Gila" jawab ku dengan teriak. ---- "Loh, tadi Ibu ke sini kalian tidak ada di kamar? Kemana aja kalian ini?" Tanya Ibu yang nampak kebingunan. "Ibu tadi yang mengeluarkan gamenya dan mematikan laptopnya" lanjut Ibu yang melihat kami terdiam memandangi laptop itu. Dan secara tiba-tiba laptopnya menyala lagi kemudian kami berteriak. "Tidak, tidak lagi" kami menggandeng tangan Ibu dan keluar dari kamar menuju meja makan. Priyataqim Purwodadi, 5 Juni 2020
Read More
Jun 29, 2020, 6:53 AM - Ruang Sekolah
Namaku, Bulan. Ibu menafsirkan bahwa aku adalah perempuan yang mampu bertahan, layaknya bulan. Ia bisa hidup di malam hari dan...
Read More
Jun 17, 2020, 8:53 PM - Pohon Jalang
Cerpen Kenakalan Anak Korban dari Perceraian
Read More
Apr 7, 2020, 9:56 AM - A. Jennifer Caroline
Kisah tentang gadis bernama Nathania. Perbedaan di antara cinta, keluarga, dan perasaan bersalah akan masa lalu.
Read More
Feb 18, 2020, 11:44 PM - Tabaza Zahwa Khuzein
Dia Dom. Pria dengan wajah tertutupi kardus bergambar smile. Dom adalah pengidap Bipolar yang merupakan sebuah gangguan mental yang berupa...
Read More
Feb 15, 2020, 11:05 PM - Elsa
Jarak terjauh antara aku dan kamu adalah sejengkal tanah di bawah pijakku
Read More
Feb 9, 2020, 3:32 PM - Yusriani Febrian Ramadani Putri
Terbunuh karena tak kunjung menjawab lamaran pria, membuat dia dibunuh. Dan kematian seorang diri, yang membuat arwahnya gentayangan. Dan harus...
Read More
Jan 31, 2020, 2:20 PM - Zul Musarofah
Kejahilan Ratih dalam Enggak Lucu part 2
Read More
Jan 25, 2020, 5:21 PM - Zul Musarofah
Cerita humor penghibur pembaca
Read More
Jan 24, 2020, 10:57 PM - haifa putri
Aku hanya seorang pengagum rahasia. Dan kini, aku ungkapkan melewati tulisan ini.
Read More
Tulisan Populer
Mei 14, 2020, 4:39 PM - Aswan
Jan 19, 2020, 2:31 PM - Ikhsan apriandani
Feb 1, 2020, 1:53 PM - Sumarni Safaruddin
Jan 16, 2020, 7:52 PM - Wiwi Winarti
Jan 27, 2020, 2:28 PM - Sumarni Safaruddin