Cara Riset Data Artikel dan Analisis Data dengan Akurat

Melanjuti materi sebelumnya, yaitu Panduan Cara Menulis Artikel untuk Pemula, kali ini saya akan membahas cara riset data artikel dan analisis data secara akurat. Materi ini, akan dibagi menjadi beberapa sesi, yaitu: pertama, data. Kedua cara riset data artikel. Dan ketiga analisis data. 

Materi ini tak kalah penting dengan materi sebelumnya, sebab artikel yang bagus, yaitu artikel yang memiliki data yang benar bukan hoax dan data tersebut tranding atau viral. Sesuai dengan kondisi intelektual orang pribumi Indonesia, 80% warga Indonesia lebih suka akrtikel viral. Biasanya, kurun waktu 3 bulan, artikel itu tenggelam dengan artikel viral lainnya.

Oleh karena itu, perlu kiranya saya membahas cara riset data artikel yang dapat mengundang pembaca membaca tulisan artikel kita.

Cara riset data artikel

1. Data

Dalam sebuah tulisan, data berperan aktif sebuah mekanisme seni tulis menulis. Sederhananya saja, data adalah kumpulan dari fakta-fakta yang dapat memberikan gambaran luas suatu keadaan. Kumudian, data tersebut dikumpulkan melalui cara tertentu, lalu diolah sehingga menghasilkan suatu infomasi yang jelas dan mudah difahami. 

Artikel dapat hidup dan memiliki energi informasi yang aktual, dilatarbelakangi dengan adanya data. Artikel tanpa data, maka informasi tersebut hoax atau bohong. Sementara, eksistensi artikel itu sendiri, yaitu: menginformasikan berita atau gagasan yang terpercaya.

Maka, materi Cara Riset Data Artikel dan Analisis Data dengan Akurat adalah sebuah alternatif bagi kita untuk meninjau sejauh mana kualitas artikel yang kita buat.

Pada hakikatnya, data terbagi menjadi dua elemen dasar dan cara memperolehnya, di antaranya:

a) Data Primer

Data primer adalah data yang didapatkan atau dikumpulkan langsung dari objek atau sumber yang diteliti.

Contoh:

1) Data hasil kuisioner pada responden.

2) Data hasil wawancara langsung.

3) Data hasil survey 

b) Data Sekunder

Data sekunder ialah data yang diperoleh oleh pihak lain atau sumber lain. Sederhananya saja, data sekunder ini penulis dapatkan dari hasil data penelitian orang lain yang diterima dalam bentuk seperti diagram, grafik, dan tabel.

Contoh:

1) Data kasus positif Covid-19 dari WHO.

2) Data kegiatan desa dari Pemdes.

3) Data penelitian mahasiswa dari jurnal kampus.

2. Cara Riset Data Artikel

Cara riset data artikel sangat perlu dilakukan oleh penulis. Menurut para master SEO, artikel internet akan tenggelam dan tidak pernah dibaca di mesin pencarian Google, disebabkan penulis tidak mampu meriset data artikel yang tidak otentik atau tembus pada masanya. 

Baca Juga: Cara Optimasi SEO di Website atau Blog Lengkap

Misalnya, kalian menulis artikel pertunangan. Sementara, data yang diungkapkan tidak unik, dalam artian data yang kalian tulis sama dengan data artikel pertunangan sebelumnya. Tentu, artikel yang dihasilkan tidak ada yang baca, bahkan tenggelam saat itu juga. 

Baca Juga: Tradisi Perjodohan Orang Madura Khususnya Desa Gersik Putih

Bayangkan, artikel yang kalian tulis berjam-jam malah gak ada yang membacanya. Bukan salah tulisan, melainkan data yang disajikan sama dengan artikel sebelumnya.

Seperti kalian tahu, bahwa rata-rata warganet +62 lebih suka pada artikel yang viral. Maka, saat itu juga banyak yang baca dan kurun waktu 3 bulan akan tenggelam. Seolah sampai pada masanya. 

Pertanyannya, bagaimana data yang mampu tembus pandang dan tetap dibaca walau kita sudah meninggal?

Pertanyaan di atas kita jawab dengan niat dan kemanfaatan. Sederhananya saja, jika kita menulis artikel karena ini tenar, maka ketenaran tersebut akan tercapai dan turun seketika itu juga. Sebab, kehidupan adalah siklus. Artinya, selalu berputar-putar.

Lalu, bagaimana cara riset data artikel?

Jawabannya, kita membuat tulisan artikel dengan menyajikan data yang terdapat di lingkungan. 

Contoh: Kita menulis artikel tentang teknologi berupa aplikasi WhastApp. Aplikasi ini adalah aplikasi wajib yang harus ada di ponsel kalian. Namun, berjalannya zaman, aplikasi ini selalu mengalami update atau pembaharuan. Maka, kalian menulis artikel tentang pembaharuan WhastApp. Dengan begitu, tulisan artikelnya akan banyak dibaca dan tetap dibaca sampai kapanpun dan di mana pun.

Alternatif lainnya, kalian bisa caa riset data artikel melalui mesin pencari Google. Mesin ini selalu digunakan oleh miliaran orang di seluruh dunia. Tentu, kita tahu mana data yang tranding atau tidak. Adapun tolls atau alat yang bisa digunakan meriset data, seperti Google Planner, Ubersugets, Wordtracker, dan sebagainya.

Baca Juga: Cara Meningkatkan Traffic Blog atau Web Lewat Iklan Rajatraffic

3. Cara Analisis Data

Setelah kita mengetahui materi data dan cara riset data artikel, maka selanjutnya yaitu, analisis data. Jika data yang kita peroleh dan diletakkan dalam tulisan artikel. Maka, artikel tersebut tidak enak dibaca bahkan gak nyambung. Oleh karenanya, analisis data di sini mampu menyambungkan data satu dengan data lainnya.

Cara analasis data artikel

Analisis data yaitu tahapan dalam proses penelitian dengan tujuan menginvestigasi, mentransformasi, mengungkapkan pola-pola gejala sosial yang diteliti agar laporan  penelitian dapat menunjukkan  infomasi, kesimpulan, atau menyediaka rekomendasi untuk pembuatan kebijakan.

Adapun langkah-langkah menganalisis data dapat saya uraikan di bawah ini:

a) Pengumpulan Data

Tahap paling awal saat hendak menulis dan selesai meriset data, yaitu mengumpulkan data-data yang kita peroleh dari berbagai sumber, baik data primer atau data sekunder.

b) Penyuntingan Data

Setelah data tersebut terkumpul, maka tahap selanjutnya yaitu menyunting data. Menyunting di sini berfungsi untuk menganalisis mana data yang dibutuhkan, sampingan, bahkan tidak dibutuhkan sama sekali.

c) Tahap Pengujian Data

Tahapan ini sebagai bentuk alat ujidata, baik kualitas ataupun kuantitasnya. Pengujian ini dilakukan dari segi validitas maupun realibilitas instrument dari pengumpulan data.

d) Mendeskripsikan Data

Sederhananya, tahapan ini berbentuk penyaringan dari tahapan sebelumnya. Penyaringan ini yang nantinya kita membuat semacam outline atau kerangka tulisan, seperti: tabel, diagram, frekuensi, dll. Adapun tujuan ini tiada lain untuk memahami karakteristik data sampel dari suatu penelitian.

e) Pengujian Hipotesis

Tahapan ini menjadi tahapan akhir dalam menganalisis data. Pengujian hipotesis, yaitu pengujian data apakah data tersebut layak atau tidak atau bermakna atau tidak? Pengujian ini nantinya menjadi titik tumpu kesimpulan pada tahapan sebelumnya.

Baca Juga: Cara Menulis Artikel Jurnal Akademisi

4. Kesimpulan

Artikel yang baik, yaitu artikel yang menyajikan data terpercaya dan mampu memberikan solusi bagi setiap orang. Untuk mendapatkan data, bisa melalui beberapa tahapan, seperti riset data dan analisis data. Jika hanya meriset data, maka tulisan artikel kita tidak akan selesai dan tidak nyambung. Jika hanya analisis data, maka artikel kita juga pasti tenggelam. Maka, dua hal tersebut sangat penting untuk dilakukan oleh penulis artikel. Semoga materi Cara Riset Data Artikel dan Menganalisis Data dengan Akurat dapat membawa manfaat pada kita semua. Amiin.

 

Qiey Romdani. Materi ini disampaikan dalam Pelatihan Menulis Artikel yang diadakan Training Elang Literasi pada tanggal 05-07 Juli 2020

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Related Articles
Penulis

Admin Ruang Sekolah

Tulisan Populer
Mei 14, 2020, 4:39 PM - Aswan
Jun 1, 2020, 10:08 AM - Ruang Sekolah
Jun 10, 2020, 4:58 PM - Ruang Sekolah
Feb 1, 2020, 1:53 PM - Sumarni Safaruddin