Cara Menulis Artikel Jurnal Akademisi

Jurnal biasanya dikenal oleh mahasiswa atau dosen akademisi. Terkadang, banyak mahasiswa yang kurang faham tentang ilmu jurnal. Maka, di sini saya akan menyajikan materi Cara Menulis Artikel Jurnal untuk pemula. 

Baca Juga: Cara Mudah Menulis Artikel yang Baik dan Benar untuk Penulis Pemula

A. Pengertian Artikel Jurnal

1. Artikel Jurnal terdiri dari dua kata, yaitu artikel dan jurnal. Artikel adalah sebuah esai atau tulisan lengkap dengan panjang tertentu yang disajikan dengan fakta-fakta yang menyakinkan, mendidik dan menghibur dan artikel itu biasanya untuk dipublikasikan (melalui koran, majalah, buletin, dan lain sebagainya).

2. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), artikel merupakan suatu karya tulis yang ditulis secara lengkap. Sementara menurut Webster's New World Dictionary (1990:26), artikel merupakan tulisan non fiksi yang singkat dan lengkap seperti halnya karangan khas dalam surat kabar dan majalah.

3. Dalam pengertian lain, seperti yang dijelaskan oleh Sumadiria (2004), artikel adalah sebuah tulisan lepas berisikan opini seseorang yang membahas perihal sebuah masalah yang bersifat aktual dan kontroversial. Dalam hal ini, artikel mempunyai tujuan untuk mempengaruhi, memberitahu, meyakinkan dan menghibur para pembaca.

Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa jurnal adalah kumpulan beberapa artikel ilmiah, disebut juga Jurnal Ilmiah dan bersifat efektif dan pada umumnya jurnal biasa diterbitkan 2-3 kali setahun guna memberitahu kepada pembaca terhadap suatu penelitian. Artinya, lewat pengertian artikel  jurnal di atas sudah jelas dan gampang kita mengetahui Cara Menulis Artikel Jurnal yang baik.

B. Outline (Kerangka) Jurnal

Pengertian Outline (Kerangka) menurut bahasa adalah kerangka, regangan, garis besar, atau guratan. Outline juga merupakan suatu rencana penulisan yang memuat beberapa garis besar dari suatu tulisan yang akan digarap dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara teratur, logis, terstruktur, dan pastinya sistematis.

1. Manfaat Outline (Kerangka):

a) Menjadikan tulisan lebih sistematis.

b) Penulis dapat mencegah dari sasaran yang sudah dirumuskan dalam judul atau topik karangan.

c) Penulis menjadi lebih mudah melihat dan memastikan gagasan-gagasannya sudah tepat, baik dan harmonis dalam perimbangannya.

 

d) Mempermudah mencari fakta-fakta atau data-data untuk memperjelas atau membuktikan tulisan.

e) Dapat mengetahui data dan fakta yang telah dikumpulkan nanti akan dipergunakan di bagian mana dalam tulisan tersebut.

f) Membantu penulis menciptakan suasana yang berbeda-beda dengan variasi yang diinginkan.

 

g) Membantu mengumpulkan data dan sumber-sumber yang diperlukan.

C. Fungsi Artikel Jurnal

1. Sebagai sarana komunikasi akademik antara para ilmuwan.

2. Penyebaran (diseminasi) hasil-hasil penelitian.

3. Pengembangan budaya akademik di perguruan tinggi.

4. Sebagai bentuk pertukaran informasi untuk menghasilkan ide-ide baru akan ilmu pengetahuan dan teknologi.[1]

 

D. Manfaat Artikel Jurnal

1. Sebagai Sarana Pengembangan Ilmu Pengetahuan.

Mengapa dikatakan demikian? Karena, dalam pengembangan ilmu pengetahuan dapat dilakukan dengan temuan penelitian, temuan baru dan pembentukan konsensus. Dan proses tersebut dapat berlangsung terus-menerus, sehingga jurnal berperan sangat penting sebagai sarananya.

2. Sebagai Basis Data Kebijakan Publik.

Apa maksudnya? Begini, dalam kebijakan publik biasanya memerlukan naskah akademik sebagai pondasinya, disini jurnal berperan sebagai dasar ilmiah dibuatnya kebijakan publik. Tanpa dasar ilmiah, kebijakan publik tersebut dikatakan kebijakan publik yang dibuat semena-mena.

E. Format Umum Jurnal ilmiah

1.  Judul;

2. Abstrak;

3. Pendahuluan;

4. Bahan dan Metode;

5. Hasil;

6. Pembahasan;

7. Kesimpulan;

8. Daftar pustaka.

F. Pengutipan Sumber Referensi

Cara menulis artikel jurnal, penulis membutuhkan banyak referensi. Hal ini tujuannya untuk menguatkan ide atau gagasan yang ditulis dalam artikel tersebut. Pengutipan, footnote, dan daftar pustaka adalah tata cara penulisan sumber acuan atau referensi yang digunakan dalam penulisan artikel. Tiga cara tersebut sangat penting, karena ketika artikel yang diterbitkan dalam sebuah jurnal, tetapi tidak disertakan sumber yang dikutip, maka akan dianggap plagiarisme. Sebagai sesama penulis wajib hukumnya menghargai masing-masing karya tulis.

1. Pengutipan

Kata "Pengutipan" berasal dari kata dasar "Kutip" atau kata turunan "Kutipan", yang menurut KBBI edisi ke-5 merupakan pengambilan satu kalimat atau lebih dari karya tulisan lain untuk tujuan ilustrasi atau memperkokoh argumen dalam tulisan sendiri. Menurut Gorys Keraf, kutipan merupakan bagian dari suatu pernyataan ataupun pendapat yang telah  terdokumentasi.

Jenis-jenis pengutipan ada beberapa jenis kutipan yang perlu diketahui. Di antaranya adalah Innote atau bodynote, footnote dan endnote.

a) Innote atau Bodynote

Innote atau yang disebut in-text note adalah penulisan kutipan atau rujukan yang diletakkan di dalam teks karya ilmiah.

Macam-macam Innote:

1) Pengutipan langsung.

2) Pengutipan tak langsung.

Perbedaan dari kedua pengutipan di atas terletak pada cara penulis dalam mengutip sumber. Adapun cara membedakannya, yaitu: pada pengutipan langsung, penulis artikel mengutip kata-kata yang sesuai dengan buku, artikel, atau tulisan lain yang dijadikan sumber acuan. Sementara, pada pengutipan tak langsung, penulis hanya mengambil ide atau gagasan yang tercantum dalam sumber dan ditulis dengan bahasanya sendiri tanpa mengurangi esensi dari paragraf yang dikutip.

Ada dua jenis pengutipan langsung, di antaranya:

1) Kutipan Pendek

Kutipan pendek biasanya hanya ditulis 2-3 baris saja, ditandai dengan tanda baca petik ("...") dan tanda baca elipsis (...) pada bagian yang tidak dikutip. Selanjutnya, pengutip menuliskan sumber dengan mencantumkan nama penulis, tahun dan halaman. Untuk penulisan nama penulis, tahun dan halaman bisa diletakkan di awal atau di akhir kutipan.

2)  Kutipan Panjang

Penulisan kutipan panjang sama seperti kutipan pendek, hanya saja, kutipan panjang biasanya terdiri dari 4 baris atau lebih dan diletakkan pada paragraf tersendiri. Eco (1979: 42) mendefinisikan informasi dalam perspektif atau segi pandangan pengirim, "... informasi menyajikan kebebasan pilihan yang tersedia dalam suatu seleksi peristiwa yang mungkin..." atau "... informasi menyajikan kebebasan pilihan yang tersedia dalam suatu seleksi peristiwa yang mungkin...".

Cara Penulisan Kutipan Tak Langsung 

Untuk menulis kutipan tak langsung, pengutip bisa mencantumkan nama penulis, tahun terbit dan halaman buku. Dalam model kutipan ini, pengutip harus menyajikan informasi dalam teks yang ditulisnya dalam bentuk parafrase dari sumber yang digunakannya. Apa itu parafrasa?

Parafrasa adalah kegiatan menuliskan kembali ide, gagasan, opini atau pernyataan seseorang dengan menggunakan kalimat sendiri tanpa menghilangkan inti dari sumber yang asli.

Pada dasarnya, terdapat hubungan langsung antara penampilan suatu tanda di satu pihak dan jumlah informasi yang dibawa oleh tanda tersebut di lain pihak. Semakin mungkin penampilan suatu sarana informasi tertentu, semakin lebih kecil jumlah informasi yang dihasilkan. Konsep ini secara sosiokultural diterapkan oleh van Dijk (Segers, 2000: 10)

2. Footnote

Footnote atau catatan kaki adalah keterangan yang ditulis secara khusus di bagian tulisan pada suatu karya ilmiah. Keterangan inilah yang menjelaskan sumber acuan dari suatu kutipan, baik itu kutipan langsung maupun tidak langsung. Catatan kaki ditulis di bawah halaman dengan menggunakan huruf lebih kecil dari huruf teks. Fungsinya adalah untuk menambahkan uraian di dalam naskah pokok.

Ada beberapa jenis catatan kaki dalam buku panduan kepenulisan, yaitu:

a) Catatan Kaki Lengkap

Catatan Kaki Lengkap terdiri dari nama pengarang, judul buku, (kota terbit: nama penerbit, tahun terbit), nomor halaman. Contoh:

Qiey Romdani, Kokkonang Tempatku Pulang, (Tuban: Kars Publisher. 1936), hlm. 397.

a Catatan Kaki Tak Lengkap atau Singkat

Catatan Kaki Singkat ada 3 macam:

1) Ibid.

Singkatan dari insiden yang artinya sama dengan yang di atas.

Maksudnya adalah catatan kaki dari sumber yang sama dan belum diselingi dengan kutipan dari sumber lain. Penulisan kata Ibid diikuti titik (.) dan koma (,) lalu nomor halaman.

Contoh:

Soerjono Soekanto, Pengantar Sosiologi Hukum, (Jakarta: Bharatara, 1973), hlm. 138.

Ibid., hlm. 319 (berarti dikutip dari buku yang sama dengan yang di atas)

2) Op.cit.

Singkatan dari opere citato. Artinya dalam karya yang telah kutip.

Digunakan untuk catatan kaki yang sudah pernah dikutip, namun diselingi dengan catatan kaki dari sumber lain. Urutan penulisannya adalah nama pengarang, op.cit., nomor halaman.

Contoh:

Ralph Linton, The Study of Man, an Introduction, (New York: Appleton Century Crofts, 1956), hlm. 105. Roucek dan Warren, Sosiologi, an Introduction, (Peterson New Jersey: Littlefield, Adams & Co, 1962), hlm. 60. Ralph Linton, op.cit., hlm. 113. (artinya sumber acuan sama dengan yang di atas namun beda halaman).

3) Loc.cit.

Singkatan dari loco citato. Artinya dikutip dari tempat atau halaman yang sama. 

Loc.cit. sama dengan op.cit. Namun tidak perlu menyertakan nomor halaman. Penulisan: nama pengarang, loc.cit.

Contoh:

Ralph Linton, The Study of Man, an Introduction, (New York: Appleton Century Crofts, 1956), hlm. 105. Roucek dan Warren, Sosiologi, an Introduction, (Peterson New Jersey: Littlefield, Adams & Co, 1962), hlm. 60. Ralph Linton, loc.cit.

3.   Daftar Pustaka

Daftar Pustaka adalah catatan sumber acuan yang dicantumkan di akhir karya tulis. Tujuannya adalah untuk menunjukkan sumber atau rujukan yang digunakan oleh penulis dalam menyusun tulisannya.  Daftar pustaka biasanya disertakan dalam berbagai karya yang bersifat ilmiah atau akademik, dan karya tulis di populer non fiksi, seperti artikel jurnal, buku, skripsi, tesis, esai, disertasi dan karya ilmiah lainnya.

Adapun unsur-unsur yang terdapat dalam daftar pustaka, di antaranya:

a) Nama Penulis (dibalik, tanpa menyertakan gelar) contoh: Zuni Fatmasari maka menjadi Fatmasari, Zuni.

b) Tahun terbit.

c) Judul.

d) Tempat terbit.

e)  Nama penerbit.

Contoh:

Arifin, Abdulrachman. Asta Brata Dalam Rangka Management. Jakarta: Lembaga Administrasi, 1962.

G. Analisis Artikel Jurnal

Analisis artikel jurnal ini dilakukan agar pembaca dapat memahami tanpa perlu membaca keseluruhan dari isi artikel jurnal yang asli. Analisis artikel jurnal merupakan kegiatan menguraikan dan menyajikan gambaran pokok suatu penelitian yang diterbitkan dalam sumber ilmiah yang disajikan dengan memadukan pemikiran sendiri. Analisis artikel jurnal juga berisi tentang komentar deskriptif pendek dari keseluruhan isi artikel.

a) Proses-proses analisis artikel jurnal, di antaranya:

1) Membaca abstrak.

2) Memahami konteks penelitian.

3) Menuju pada kesimpulan.

4) Mengenali gagasan utama.

5) Mencari poin-poin penting.

b) Membuat Rancangan Tulisan

1) Tulis deskripsi singkat tentang artikel penelitian yang sudah dibaca.

2) Siapkan catatan tentang poin-poinnya.

3) Tentukan aspek-aspek yang paling penting.

4) Identifikasi kata kunci.

5)   Pastikan tetap ringkas.

c) Cara Menulis Ringkasan

1) Identifikasi rumusan masalah.

2) Diskusi metodologi yang digunakan oleh penulis.

3) Deskripsikan hasil penelitian.

4) Hubungkan gagasan utama dengan yang terdapat dalam artikel.

H. Kesimpulan

Jurnal adalah kumpulan artikel penelitian. Artikel Jurnal terdiri dari dua kata, yaitu artikel dan jurnal. Artikel adalah sebuah esai atau tulisan lengkap dengan panjang tertentu yang disajikan dengan fakta-fakta yang menyakinkan, mendidik dan menghibur dan artikel itu biasanya untuk dipublikasikan (melalui koran, majalah, buletin, dan lain sebagainya). Di dalam artikel jurnal untuk menjaga kevalidan dan kepercayaan suatu tulisan, maka membutuhkan data analisis dengan cara pengutipan, respnden, daftar pustaka dan lain sebagainya. Maka, materi Cara Menulis Artikel Jurnal dapat membantu para dosesn atau mahasiswa. 

*Penulis: Muhammad Rizal, Annisatul Latifah, Ikhma Dewi, Zuni Fatmasari, Annida Nur Alifa, Nadia Nafissira Bawaqih, Lia Hikmatul Maula, Luthfia Rizki Istifarin, Aslan, dan Santi.

[1]Pengertian Jurnal Ilmiah dan Manfaatnya,  http://legalstudies71.blogspot.com/2019/09/pengertian-jurnal-ilmiah-manfaat-dan.html?m=1 (Diakses pada tanggal 07 Juni 2020 jam 01.00)

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Related Articles
Penulis

Admin Ruang Sekolah

Tulisan Baru
Agt 28, 2021, 8:15 PM - Ruang Sekolah
Agt 27, 2021, 11:00 PM - Pohon Jalang
Agt 27, 2021, 10:59 PM - karduskarton