Cara Mengatasi Writers Block yang Perlu Kamu Tahu

Daftar Isi

Writers block adalah hal yang sering dirasakan oleh penulis pemula maupun profesional. Tetapi, penulis profesional dengan cepat mengatasi hal ini. Lalu, apa itu writers block? Writers block adalah kondisi di mana seorang penulis kehabisan ide, tidak bisa melanjutkan tulisan, tak ada kata, kalimat atau paragraf yang terangkai, atau kata lainnya adalah buntu.  

Sebab dan Akibat Writers Block.   

Sesuatu tidak akan terjadi tanpa sebab dan sesuatu yang terjadi pasti menimbulkan akibat. Begitu juga dengan writer’s block.  

Sebab Writers block Antara Lain:  

Hampir semua penulis pasti mengalami writer’s block. Namun hanya beberapa orang saja yang menyadari penyebabnya. Nah, penyebab writer’s block yang paling umum adalah stagnasi ide dan labilitas psikologi (Zainurrahman, 2011). Stagnasi ide adalah berhentinya ide pada seseorang yang terpacu oleh keadaan psikologi seseorang yang kurang baik. Misalnya, gara-gara terlalu sedih, gelisah, banyak pikiran dan takut (takut salah, takut tulisan tidak diterima pembaca), an sebagainya. Nah selain itu, ada beberapa faktor lain yang menimbulkan writer’s block, di antaranya:  

Baca Juga: Cara Mengatasi Kendala Menulis Puisi untuk Pemula, Wajib Kamu Tahu!

A. Perfeksionis   

Ada sebagian penulis yang memiliki karakter perfeksionis, yaitu terlalu mengejar kesempurnaan. Sifat ini sangatlah bagus, tapi ada tidak baiknya juga. Banyak terjadi orang yang terlalu mengejar kesempurnaan atau terobsebsi membuat karya yang tanpa cacat membuat diri seorang penulis ketakutan untuk memulai menulis, padahal kesempurnaan hanya milik Allah SWT.   

2. Lingkungan yang Kurang Kondusif  

Lingkungan juga mempengaruhi terjadinya writer’s block. Kita harus mencari tempat yang nyaman untuk menulis agar tidak terjadi gangguan karena suara yang bising atau karena tempat yang kotor.  

3. Tidak dalam Mood yang Baik 

Mood atau istilah gampangnya adalah semangat. Penulis yang kehilangan mood-nya, maka ia sulit untuk menuangkan suatu ide untuk dinarasikan. Sebaliknya, penulis yang memiliki mood yang besar, ia bisa menulis novel dalam sekali duduk. Maka, mood di sini penting untuk menjaga energi menulis kita. Misalnya, saat dia diputusin kekasih, maka mood-nya kurang baik, bahkan tidak bisa sama sekali menulis.

4. Sakit

Ketika sedang sakit juga dapat mempengaruhi proses menulis kita. Jangan dipaksakan beristirahatlah agar dapat menulis dengan baik kembali.   

5. Topik yang Sulit

Ketika kita mulai menulis topik yang sulit, justru akan memberatkan kita  untuk melanjutkan menulis karena kita tidak memahami topik tersebut. Jadi, pilihlah topik yang sekiranya kita pahami agar tidak terjadi writer’s block.  

Akibat Writers Block   

Dalam menulis sebuah karya bukan tidak mungkin seorang penulis mengalami hambatan yang terkadang mempengaruhi penulis dalam proses penulisan tersebut beberapa hambatan yang biasanya muncul yaitu terkait mood penulis dan writer’s block  (Syaharani, 2017). 

Menurut Poff, penulis yang mengalami writer's block bukan berarti dia tidak memiliki keinginan untuk menulis tapi karena penulis tersebut merasa gagal dalam menghasilkan suatu teks (Batug, 2017:60). 

Secara tidak langsung writer’s block  mempengaruhi pada produktivitas karya yang dihasilkan penulis. Kekayaan sebuah informasi yang dimiliki penulis dalam penyusunan sebuah karya merupakan modal yang amat dibutuhkan. Bila writer’s block sudah terjadi, kita bisa menghabiskan waktu lama memandang layar kosong. Menatap halaman baru di Microsoft Word tanpa mengetikkan satu huruf pun, atau mengetuk-ngetukkan pena di atas kertas tapi tidak membuat coretan baru, terkadang mencoba menulis tapi berakhir dengan coretan kekesalan.  

Cara Mengatasi Writers Block

Ketika seseorang mengalami writer’s block, jangan terlalu diambil pusing. Selalu ada solusi dalam setiap masalah. Nah, ini ada tips untuk mengatasi writer’s block, di antaranya: 

1. Menyegarkan Pikiran Terlebih Dahulu   

Mungkin seharian kita telah terpaku pada handphone dan laptop dengan sekian lamanya. Kejenuhan pun akhirnya terjadi, writers block pun menghapiri. Mungkin kamu perlu mencari udara segar untuk menyegarkan pikiranmu terlebih dahulu.  

2. Mengendapkan/Menghentikan Tulisan Terlebih Dahulu.    

Jangan panik ketika tidak dapat melanjutkan menulis (Writers Block). Mungkin kamu bisa mengendapkan/menghentikan tulisan terlebih dahulu untuk mengembalikan mood-mu.  

3. Mencari Inspirasi dengan Membaca Buku

Mungkin kamu mengalami writers block karena kekurangan ide. Kamu bisa mencari inspirasi dengan membaca buku. Ada banyak inspirasi yang bisa kita dapatkan dengan membaca buku.  

4. Mencari Tempat yang Baik

Ketika kita menulis, mungkin kita menulis di tempat yang ribut atau kotor sehingga membuat kita kurang nyaman, dan menggangu proses menulis. Untuk itulah pentingnya kita mencari tempat yang baik untuk menulis seperti perpustakaan atau mungkin coffee shop.  

5. Mencari Waktu yang Terbaik (Golden Times)  

Setiap orang memiliki waktu terbaiknya dalam menulis. Tidak ada yang sama.  Ada yang nyaman menulis pada waktu subuh, ada yang di saat semua orang tidur atau saat bangun tidur. Nah, kamu tinggal menganalisa mana golden times kamu  

Writers Block Vs Malas Baca 

Sudah dikatakan sebelumnya bahwa writers block adalah keadaan di mana seorang penulis tidak bisa menuangkan semua idenya ke dalam tulisan. Pikirannya menjadi buntu, otak terasa kaku, seolah ada yang menghalangi keluarnya gagasan. Tak satu pun kata, apalagi kalimat atau pun paragraf yang mampu dihasilkan oleh sang penulis. 

Ketika hal ini terjadi, otak kita seolah memblokir inspirasi menulis yang masuk. Selain yang sudah dipaparkan sebelumnya, writers block bisa juga dipicu oleh kekhawatiran yang tinggi akan opini orang lain hingga menimbulkan keraguan dalam diri sendiri. Sebagai contoh ketika seorang penulis menghabiskan waktu lama memandang layar kosong, menatap halaman baru di Microsoft Word tanpa mengetikan satu huruf pun atau mematung ketika memegang pena di atas kertas kosong. 

Bingung dari mana harus memulai? Takut akan opini orang lain atas tulisan kita? Tak punya inspirasi untuk mengolah kata? Ya, itu semua adalah ciri-ciri writers block. 

Sedangkan malas baca merupakan kondisi dimana seseorang tidak memiliki minat untuk membaca.  Pasti semua orang pernah mengalaminya bukan? Begitu juga dengan saya. Kurangnya minat baca didasari beberapa faktor, yakni faktor internal dan eksternal. 

1.  Faktor internal:  

a) Kurangnya motivasi. 

b) Memiliki rasa keingintahuan yang rendah.

c) Pribadi yang acuh atau apatis.

d) Cenderung individualis.  

2.  Faktor eksternal:  

a) Lingkungan keluarga.

b) Lingkungan masyarakat. 

c) Perkembangan teknologi yang kian canggih (sosial media & game online) dan gerakan serba instan. 

c) Di sekolah siswa kurang dirangsangan untuk membaca dalam mencari informasi. 

d) Sarana yang tidak memadai. 

Perbedaan mendasar dari kedua hal ini terjadi ketika berlangsungnya 'Writers Block' dan ketika berlangsungnya 'Malas Membaca'. 

Ketika writers block terjadi kita ingin mencipta karya tulisan namun berkendala dengan diri kita sendiri, utamanya disebebkan faktor internal seperti tidak fokus. Sedangkan ketika malas membaca berlangsung kita memang tidak mempunyai minat untuk membaca, kendalanya pun lebih didominasi oleh faktor eksternal yang mana membuat kita 'malas' atau 'semakin tidak mau' untuk membaca. 

D.  Writers Block Tidak Ada? 

Writers block adalah keadaan di mana seorang penulis merasa stuck atau berhenti di tengah jalan karena kehabisan ide yang membuatnya tak mampu menuliskan gagasannya kembali kedalam satu kata, kalimat ataupun paragraf. Hal ini wajar karena banyak pula penulis yang mengalaminya baik penulis pemula maupun professional. Yang membuat kita meyakini adanya writers block tersebut. 

Neil Geiman penulis novel Stardust  mengatakan, Saya tidak percaya dengan writers block, tapi saya justru percaya dengan “ terjebak”. Menurutnya perbedaan antara writers block dan terjebak terletak pada kesalahan yang dilakukan penulis.  

Baca Juga: Asupan Gizi Energi bagi Penulis yang Wajib Kamu Ketahui

Maksudnya  ketika seseorang tidak bisa menulis lalu dia mengatakan bahwa dirinya sedang mengalami writers block, menandakan bahwa orang tersebut menyalahkan keadaan bukan menyalahkan dirinya. Sebaliknya, jika orang tersebut mengatakan dirinya terjebak berarti dia menyalahkan dirinya karena  kurang membaca, kekurangan ide dan seterusnya. 

Pendapat kedua opini dari Exeweriyan, dirinya mengatakan bahwa writers block adalah mitos, kita menjadikan writers block sebagai alasan ketika dalam menulis merasa tidak sanggup lagi untuk melanjutkan tulisan dan menyalahkan writers block lalu tidak melanjutkan tulisan lagi. Jadi ketika mengalami terjebak, tidak dapat melanjutkan tulisan itu  jangan salahkan writers block. Hal itu terjadi karena kita kekurangan ide untuk mengolah kata, kekurangan ide untuk tulisan.   

Dari beberapa pendapat di atas kami menyimpulkan bahwa writers block ada atau tidak itu hanyalah perbedaan penafsiran  writers block saja.  Tergantung diri kita mengangap writers block itu seperti  apa. 

E.  Kesimpulan

Writers block semacam penyakit penulis. Namun, obat dari penyakit tersebut ada pada dalam dirinya sendiri. Writers block semacam penyakit yang tidak terlihat, ia akan menyakiti hati dan perasaan penulis. Oleh karena itu, penulis yang mengalami penyakit tersebut, dia harus bisa menrefreskan hati dan pikirannya. 

*Penulis: Sitti Rahmah, Shii, Hanif Muslim Ramdani, Umi Jari Widayah, Azzahra, dan Hilma Nurul.

 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Related Articles
Penulis

Admin Ruang Sekolah

Tulisan Populer
Mei 14, 2020, 4:39 PM - Aswan
Jun 1, 2020, 10:08 AM - Ruang Sekolah
Jun 10, 2020, 4:58 PM - Ruang Sekolah
Feb 1, 2020, 1:53 PM - Sumarni Safaruddin
Apr 11, 2020, 5:49 PM - Ruang Sekolah