Cara Menarik Minat Pembaca

Di masa sekarang ini penulis menjadi salah satu profesi yang sedang trend dan banyak diminati karena memiliki banyak kelebihan dan jam kerja yang fleksibel. Banyak penulis yang bahkan tidak mempunyai pengalaman menulis dan hanya belajar dari media sosial dengan mengikuti grup-grup kepenulisan yang sudah tersebar di berbagai aplikasi/komunitas.

Dengan hasil yang menjanjikan dan tidak terbatas umur dan strata pendidikan menjadikan profesi satu ini banyak dijadikan alternatif untuk mencari penghasilan tambahan.

Terlepas dari potensi yang menjanjikan tersebut tentunya cerita yang disajikan harus bisa menarik para pembaca untuk membaca karya sang penulis sehingga karya tersebut dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Sebagai penulis pasti ingin tulisannya dibaca oleh banyak orang, tetapi untuk itu penulis perlu memperhatikan beberapa hal agar tulisannya mampu menarik minat pembaca. Karena tulisan tersebut akan bersaing dengan tulisan penulis-penulis lain, jadi perlu diberikan sentuhan yang berbeda yang membuat tulisan tersebut menjadi lebih baik dari yang lain. Berikut cara agar tulisan mampu menarik minat pembaca.

Pilih Tema yang Tepat

Pemilihan tema adalah langkah pertama sekaligus yang paling penting untuk dilakukan agar tulisanmu menarik minat pembaca. Hal ini dikarenakan setiap orang yang akan membaca pasti terlebih dahulu melihat apa yang dibahas di tulisan tersebut.

Kalau tema yang kamu angkat menarik dan sedang ramai diperbincangkan, maka kemungkinan besar pembaca akan membaca tulisanmu. Cobalah untuk mengangkat tema sesuai dengan target pasarmu, sebut saja anak muda, kamu bisa mengangkat tema tentang dunia K-Pop, Fashion, atau Pendidikan.

Buat Judul Unik

Judul yang unik bahkan aneh dan lain dari biasanya cenderung banyak menarik minat pembaca daripada judul yang biasa dan terkesan tidak menarik. Semakin aneh dan berbeda judul suatu cerita maka pembaca akan semakin penasaran bagaimana kira-kira isi cerita tersebut.

Bertemakan kehidupan sehari-hari

Cerita yang mengambil latar belakang berupa kehidupan sehari-hari juga cenderung banyak diminati pembaca. Hal ini karena banyak para membaca merasa relate dengan kejadian yang dialami tokoh dalam cerita tersebut dan bersemangat untuk mengetahui seperti apa langkah yang akan diambil oleh penulis untuk menentukan seperti apa sikap yang akan diambil oleh si tokoh untuk menyikapi setiap keadaan yang menimpanya.

Mengangkat Isu Yang tengah Viral

Bukan hanya berita, tapi cerita-cerita fiksi pun ikut mengikuti berbagai isu yang tengah viral di masyarakat. Selain untuk mengungkapkan sudut pandang penulis tentang suatu isu, mengangkat masalah yang tengah viral juga bisa menjadi sarana bagi pembaca untuk mengungkapkan pendapat.

Gunakan Bahasa yang Santai dan Easy to Read

Untuk tulisan yang tidak resmi seperti ini, pembaca cenderung lebih suka dengan gaya bahasa yang santai dan easy to read, apalagi kalau kamu memberi kata sapaan seperti dear, peeps, kawan, dan lain lain, itu semakin membuat mereka merasa nyaman dan tertarik membaca tulisanmu.

Ingat, kamu menulis novel bukan untuk dibaca oleh robot, tapi untuk manusia. Jadi, buatlah bahasa yang lebih luwes dan mudah dipahami oleh manusia supaya pembaca bisa lebih betah membaca novelmu hingga habis.

Perbaiki Kualitas Tulisan

Tulisan yang baik dan sesuai dengan aturan yang berlaku tentu akan nyaman dibaca dan mudah dimengerti. Oleh karena itu, tulisan tersebut perlu ditingkatkan kualitasnya. Misalnya seperti tata bahasa dan penulisan yang sesuai dengan PUEBI, kerapian tulisan, serta pembahasan yang runtut. Tidak harus langsung bagus tetapi bisa secara bertahap. Kualitas tulisan yang baik juga akan menjadikanmu penulis panutan bagi penulis yang lain.

Perhatikan Tampilan Visual

Kualitas konten yang bagus, rajin update, tapi tidak dibarengi dengan tampilan visual yang menarik kemungkinan akan sulit juga untuk membuat pembaca betah berlama-lama di ceritamu. Maka dari itu, penting untuk memperhatikan tampilan visual.

Buatlah visual ceritamu menarik dan ramah pengguna. Kamu bisa menambahkan foto, gambar, dan desain grafis yang menarik dan relevan dengan konten dan pembacamu. Sajikan informasi-informasi penting dalam bentuk visual agar lebih menarik. Seperti; nama tokoh, umur, hobby, kelemahan, dan kelebihan.

Bangun Interaksi dengan Pembaca

Membangun interaksi dengan pembaca merupakan hal yang perlu diperhatikan. Pembaca akan merasa lebih dianggap kehadirannya saat diajak berinteraksi. Komunikasi yang terjalin juga akan terkesan dua arah. Bagaimana caranya?

Kamu bisa menambahkan author note di setiap akhir konten ceritamu. Kamu juga bisa menyelipkan pertanyaan-pertanyaan atau meminta feedback dari pembaca. Hal ini akan membantumu untuk mengenal pembaca lebih dalam lagi sehingga bisa kamu gunakan untuk mengembangkan ceritamu nantinya.

Selain itu, jangan sungkan-sungkan juga untuk membalas komentar mereka. Saat pembaca memberikan feedback lalu kamu membalas komentarnya, pembaca akan merasa dirinya diperhitungkan dan didengar suaranya. Dengan begitu, rasa kepercayaan mereka juga akan bertumbuh.

Alur Plot Twist

Alur plot twist adalah alur cerita yang memiliki akhir cerita sangat berbeda dari apa yang dipikirkan oleh pembaca. Biasanya setiap membaca setengah cerita pembaca sudah dapat memperkirakan akhir cerita tersebut akan seperti apa, tapi dengan adanya plot twist akan mematahkan semua spekulasi pembaca dan akan membuat pembaca menjadi semakin penasaran akan kelanjutan cerita itu. Semakin penulis mampu membanting ekspektasi pembaca maka pembaca akan semakin berminat untuk membaca cerita tersebut.

Ini penting! Berikan akhir bab yang menggantung (cliffhanger). Seringkali penulis menggunakan cara ini supaya pembaca terus membuka bab selanjutnya.

  

SESI Q & A

 

Pertanyaan ke-1

★Nama: Cheria

★Domisili : Padang

★Pertanyaan: Sebelum kita meningkatkan minat membaca orang lain, tentunya kita harus mulai dari diri kita sendirikan kak. Gimana cara kaka meningkatkan minat membaca pada diri kakak sendiri? Soalnya pasti ada saat dimana minat baca pada diri kita menurun drastis. 🥲

★Peserta Umum/Perwakilan Media Partner: Perwakilan Media Partner  dari NWC ( Novice Writer Community)

 

Jawaban :

Hai, Kak!

Terima kasih untuk pertanyaannya. Izin jawab dari versi saya, ya.

 

Saya? Atau bahkan kalian pasti juga butuh bacaan supaya tidak boring, 'kan? Pada dasarnya seorang penulis terlahir dari pembaca. Benar apa tidak? Untuk meningkatkan minat baca pada diri sendiri saya melakukan membaca minimal 1 jam dalam sehari (literasi harian) kenapa demikian? Saya mudah jenuh. Saya bekerja dari pukul 10 pagi sampai 10 malam. Bagaimana waktu itu saya sisihkan untuk hobby lain yakni; membaca dan menonton. Saya tidak bisa melukis maka dari itu, dua hobby itu sebagai pelarian dikala jenuh.

 

🗣️Kenapa harus membaca, kalay?

Karena bersinggungan dengan dunia tulis-menulis makanya saya butuh referensi. Sekali lagi supaya tidak jenuh. Membaca buku yang berkebalikan dengan genre yang saya baca. (ini agak aneh, tapi saya suka)

Mungkin cara ini bisa Kakak tiru. Jangan lupa nonton, apa saja bahkan saya suka nonton yang komedi sejenis 'Lapor Pak!' tahu nggak?

 

Selanjutnya saya tipikal orang yang tidak pernah puas. Dari membaca kalau belum tamat bacaannya akan saya kejar demi mengetahui ending bukunya. Tanpa saya sadari ini juga bagian minat baca, ya? Biasanya pembaca bakalan ninggalin bacaan saat alur sudah ketebak, atau saat tidak sesuai ekspektasi, kalau saya nggak. Ketika sudah memulai maka harus dipertanggungjawabkan. Itulah mengapa saya nggak pernah punya minat baca turun. He-he. Kalau Kakak kendalanya gimana, nih?

 

Cukup sekian jawaban dari saya kurang dan lebihnya mohon maaf.

 

Pertanyaan ke-2

 

★Nama: Nurliani Sudrajat

★Domisili : Tasikmalaya

★Pertanyaan: Kalau Alur plot twist nya lagi nggak nyambung itu, solusinya gimana ya, Kak?

★Peserta Umum/Perwakilan Media Partner: Perwakilan Media partner dari RBLC

 

Jawaban :

Hai, Kak!

Terima kasih untuk pertanyaannya. Izin jawab dari versi saya, ya.

 

Kalau sudah tertuang dalam outline dijamin nyambung, sih, Kak. Sejauh yang saya alami.

Itulah sebabnya sangat disarankan membuat outline sebelum cerita itu dituangkan. Kerangka ini menjadi peta penulis disaat si penulis sedang writer block.

 

Cukup sekian jawaban dari saya kurang dan lebihnya mohon maaf.

 

Pertanyaan ke-3

 

★Nama: Yayah

★Domisili : Majalengka

★Pertanyaan: Hai kak Sasa, makasih sebelumnya. Aku mau nanya kalo ngerasa stuck  udah buat Naskah karya atau tulisan, terus ilang udah cape. Hiatus, dikejar deadline. Kadang ditolak penerbitan. Gimana ya balikin mood semangat tujuan nulis dan cita cita udah lama tuh? Terus prosa ungu itu apa dan kaya gimana?

★Peserta Umum/Perwakilan Media Partner:Momod MLI😁

 

Jawaban :

Hai, Kak!

Terima kasih untuk pertanyaannya. Izin jawab dari versi saya, ya.

 

HIATUS 1 BULAN!

 

Sumpah saya pernah. Pas lagi sibuk sama RL terus nulis mandeg endingnya saya hiatus 1 bulan bahkan lebih. Buku pada mangkrak dan bikin sakit mata wkwkw.

Selama masa hening itu coba lakukan relaksasi untuk diri sendiri. Kunjungi tempat-tempat yang merasa mampu membuat kita senang. Liburan kek, mancing kek, kadang belanja juga bikin makin fresh. Saking fresh-nya langsung gas nulis buat nutupin tabungan yang terkuras wkwkw.

Untuk urusan ditolak penerbit coba benahi tulisannya, terus minta saran ke editornya dan sebisa mungkin bisa kita imbangi.

Oh, ya, ada saran dari saya yang mungkin bisa Kakak lakukan. Kasih jeda ke diri sendiri jangan terus dipaksa menulis. Kalau sudah namatin buku kasih jeda sebulan untuk refresh otak sembari riset untuk buku baru.

Namun, saran ini bukan berarti kamu nggak nyentuh naskah. Tips supaya tidak WB kita harus biasakan setiap hari menulis walau hanya satu paragraf untuk melatih otak kita terbiasa. Kelak kalau sudah terbiasa sehari tidak menulis rasanya uring-uringan dan tulisan tidak akan terasa menjadi beban.

Prosa ungu itu kata yang terkesan bertele-tele, tapi intinya ya begitu.

Contoh: Matanya memerah, hidungnya kembang-kempis. Kedua tangannya mengepal erat begitu mendapati sosok laki-laki yang sukses membuatnya ingin membunuhnya hidup-hidup.

(Kalau di PF gratis nggak masalah. Kalau di PF berbayar kasihan si pembaca. Terlalu berat dijumlah kata.)

Padahal intinya apa? Si tokoh lagi marah, 'kan?

Memakai diksi memang bagus, tapi ada baiknya dikondisikan.

Cukup sekian jawaban dari saya kurang dan lebihnya mohon maaf.

 

Pertanyaan ke-4

★Nama: Deeps

★Domisili : Sumatera Utara

★Pertanyaan: Terima kasih Mas Lay untuk materinya, mau tanya nih, kalau semisal minat pembaca lumayan lah ya, tapi kalau pembacanya tuh malah kaya ngatur alur cerita kita tuh ngadepinnya gimana menurut Mas Lay?

★ ~Peserta Umum~ /Perwakilan Media Partner: Komunitas Freedom Literacy

 

Jawaban :

Hai, Kak!

Terima kasih untuk pertanyaannya. Izin jawab dari versi saya, ya.

Kalau penulisnya semacam saya lebih milih blok. Soalnya dia ngatur, tapi masih baca dan kasih komen nyelekit. Terus endingnya saya ajak gelud.

Gelud di sini bukan yang ngomong kasar, tapi kasih peringatan halus. Disuruh baca senyap atau hilang aja dari buku saya.

Cukup kejam? Biarin dikata kejam. Saya nulis buat cari duit, pembaca membaca buku saya juga pakai duit. Jadi nggak ada ruginya bagi kita berdua. Dia kehilangan bacaan dan saya kehilangan duitnya wkwkw. Sarkas bener?

Tidak, kok! Harga diri, Coy! Jangan sampai kita sebagai penulis merendahkan diri di hadapan pembaca. Istilah lain sungkem. Iya benar penulis memang butuh pembaca, tapi kalau pembacanya macam anu lebih baik kehilangan pembaca. Karena saya percaya buku sudah ada pembacanya. Nggak mungkin tidak ada.

Ingat! Kita nggak harus ngikutin pembaca yang berujung jadi belok alur dsb terus kalau endingnya nggak sesuai pembaca juga sewot lagi. Tulis apa yang kamu sukai.

Soalnya saya sudah dapati pembaca yang macam-macam bentuk, Kak. Jadi, sudah hafal. Tapi alhamdulilah buku saya ada saja yang baca. Jadi sejauh ini yang saya lakukan benar.

Ingat sayangi mental kita sebagai penulis. Hargai waktu kita yang dibuat ngetik.

Cukup sekian jawaban dari saya kurang dan lebihnya mohon maaf.

 

Pertanyaan ke-5

 

★Nama: Naira

★Domisili : Medan

★Pertanyaan: Kak, kita dah angkat nih tema viral. Pelakor nih misalnya, udah kita buat kak semenarik mungkin. Pembaca tetap aja segitu kak nggak nambah2. Apalagi ya kak yg harus kita perbaiki diluar tips tadi?

★Peserta Umum/Perwakilan Media Partner : Peserta Umum

 

Jawaban :

Hai, Kak!

Terima kasih untuk pertanyaannya. Izin jawab dari versi saya, ya.

 

PROMOSI, DONG!

Jangan biarin bukumu dirayapi. Terus bikin jadwal update dan konsisten. Kalau update-nya seminggu sekali atau bahkan sebulan sekali ya itu alasannya kenapa pembaca pada suka nabung bab dan malas baca.

Sekarang zaman sudah canggih, grup-grup Facebook menyediakan tempat promosi dari berbagai platform ada. Apalagi pasti pada mainan Tik-tok, 'kan? Nah, jadikan platform itu untuk promosi buku. Kasih konten yang menjual, buat judul yang menarik.

Cukup sekian jawaban dari saya kurang dan lebihnya mohon maaf.

 

Pertanyaan ke-6

 

★Nama: Kevin kurniawan

★Domisili : Semarang

★Pertanyaan: Sebelum meningkatkan minat baca pada orang lain kan harus meningkatkan minat baca kepada diri sendiri dulu bagaimana solusi yang tepat untuk meningkatkan minat baca pada diri sendiri.

★Peserta Umum/Perwakilan Media Partner:Penulis indonesia berkarya

 

Jawaban :

Hai, Kak!

Terima kasih untuk pertanyaannya. Izin jawab dari versi saya, ya.

Pertanyaan serupa seperti dari kak Cheria, ya.

Cukup sekian jawaban dari saya kurang dan lebihnya mohon maaf.

 

Pertanyaan ke-7

 

★Nama:joyie

★Domisili :jabar

★Pertanyaan:kak, apa tips membuat plot twist yg bener-bener bikin greget dan bisa berulang-ulang kali di baca oleh pembaca?

★Perwakilan Media Partner:sultan aksara

Terimakasih

 

Jawaban :

Hai, Kak!

Terima kasih untuk pertanyaannya. Izin jawab dari versi saya, ya.

 

Cara Membuat Plot Twist

     1. Bunuh Karakter yang Terlihat Penting

Biasanya pembaca, penonton, atau pendengar akan menganggap satu atau lebih tokoh penting dalam sebuah cerita. Maka penulis dapat membuat plot twist dengan membuat tokoh tersebut terlihat penting sampai 1/5 bagian.

     Kemudian berikan atau ciptakan peristiwa yang tidak terduga, misalnya tokoh tersebut mati, masuk penjara, atau tidak berdaya lagi. Sehingga, penonton, pembaca, atau pendengar akan penasaran karena salah memprediksi tokoh tersebut sebagai tokoh utama, tetapi kenyataannya ia bukan tokoh utama yang sebenarnya.

     2. Biarkan Karakter dalam Cerita Menemukan Alur Cerita Secara Organik

     Teknik ini dapat menjadi alternatif dalam menuliskan cerita daripada menggunakan teknik narasi. Misalnya membuat satu tokoh mengungkapkan fakta bahwa dia bukan orang yang selama ini diduga atau diprediksi audien menyandang satu karakter tertentu.

     Penulis juga dapat membuat tokoh yang dianggap telah mati ternyata masih hidup dan terus memantau jalannya cerita. Ia akan dimunculkan pada waktu-waktu yang dianggap realistis dan tidak terkesan tiba-tiba atau fantasi.

     3. Tinggalkan Karakter yang Terlihat Minor

     Teknik ini menekankan pada karakter tokoh yang tidak dianggap penting. Namun, ternyata sangat berperan atau mengambil kendali pada jalannya cerita. Misalnya, satu tokoh yang tidak dianggap penting, tetapi ternyata ia yang memegang rahasia atau menjadi kunci dari alur cerita.

     4. Ciptakan Kejadian Besar untuk Mengakhiri Twist

     Teknik ini menekankan pada penciptaan kejadian besar dan tidak terduga di akhir alur cerita. Misalnya buatlah alur cerita yang tidak menyelesaikan klimaks atau akhir cerita saat itu juga. Namun, buatlah cerita tersebut memiliki konsekuensi ke depan karena masalah tersebut akan diselesaikan oleh tokoh protagonis.

     Dengan begitu, cerita akan menjadi semakin menarik. Lalu, penonton, pembaca, atau pendengar akan mengikuti cerita sampai akhir dan tidak merasa bosan.

     5. Pastikan Menciptakan Alur Cerita yang Berhasil

     Alur cerita harus dirancang dengan matang sehingga ketika eksekusi berlangsung akan menghasilkan alur yang jelas dan menarik perhatian pembaca, penonton, atau pendengar. Akan lebih baik jika mempersiapkan rencana cadangan sebagai antisipasi ketika dirasa alur yang telah ditulis tidak cocok atau kurang.

     Alur yang terlihat acak tanpa ada atau penghubung akan membuat pembaca kesulitan mengikuti jalan cerita. Hal ini juga menjadikan karya yang dihasilkan termasuk dalam karya cacat.

Cukup sekian jawaban dari saya kurang dan lebihnya mohon maaf.

 

Pertanyaan ke-8

 

★Nama: S. R. K.

★Domisili : Semarang

★Pertanyaan:

1. Apa strategi terbaik untuk memperkaya karakter-karakter cerita agar pembaca dapat merasakan kedekatan dan kekhususan dengan masing-masing tokoh?

2. Apa cara terbaik untuk menghadirkan konflik yang menarik dan relevan, sehingga memicu perasaan penasaran dan dorongan bagi pembaca untuk terus membaca?

3. Bagaimana menyusun dialog yang autentik dan memikat, sehingga mampu menggambarkan kepribadian karakter dan mendorong perkembangan cerita secara menyeluruh?

★Peserta Umum/Perwakilan Media Partner: -

Jawaban :

Hai, Kak!

Terima kasih untuk pertanyaannya. Izin jawab dari versi saya, ya.

 

1. Buatlah setiap tokoh memiliki karakteristik, buat yang unik, yang susah dilupakan. Kalau nggak salah Samuel anaknya Martabak dia itu punya ciri khas unik. Suka minum susu dengan botol Spiderman. (Ini bener nggak, sih? Saya sedikit lupa sama ceritanya)

2. Bikin konflik yang related bagi pembaca, yang sering terjadi, tidak harus konflik berat, kok.

Lebih lengkapnya ada di postingan saya, monggo jika mau diunduh.

https://www.instagram.com/reel/CvrIE7sP7z4ICscviGOPxN7CMMgBhKRYzF182Q0/?igshid=MzRlODBiNWFlZA==

3. Jangan memakai diksi terlalu tinggi, buatlah seakan dua tokoh atau parah tokoh dalam ceritamu benar-benar sedang berbincang dan kerasa feel-nya. Seimbangkan juga dengan narasi.

Cukup sekian jawaban dari saya kurang dan lebihnya mohon maaf.

 

Pertanyaan ke-9

 

★Nama: Nurliani Sudrajat

★Domisili : Tasikmalaya

★Pertanyaan: Kalau Alur plot twist nya lagi nggak nyambung itu, solusinya gimana ya, Kak?

★Peserta Umum/Perwakilan Media Partner: Perwakilan Media partner dari RBLC

 

Jawaban :

Hai, Kak!

Terima kasih untuk pertanyaannya. Izin jawab dari versi saya, ya.

 

Kak, usahakan setiap mau ngetik kita baca bab sebelumnya, terus buka juga outline-nya.

Kayaknya nggak ada saran harus diakali supaya nyambung karena yang namanya plot twist itu berarti sudah diperkirakan dari prolog sampai epilog. Kalau saya pribadi sebisa mungkin plot twist jangan sampai berujung jadi plot hole. Saran dari saya fokuskan pada konflik utama. Jangan dulu menambah konflik-konflik cadangan yang justru melupakan twist-nya.

 

Cukup sekian jawaban dari saya kurang dan lebihnya mohon maaf.

 

Pertanyaan ke-10

 

★Nama: Risma ZE

★Domisili : Jaktim

★Pertanyaan:Judul novel itu apa kah harus orisinil? Tidak boleh sama dengan novel orang lain?

★Peserta Umum/Perwakilan Media Partner: KaDes (Kang Desain)

 

Jawaban :

Hai, Kak!

Terima kasih untuk pertanyaannya. Izin jawab dari versi saya, ya.

Boleh saja, judul yang sama belum tentu ending yang sama, 'kan? Judul novel tidak bisa dikatakan plagiat selagi isinya berbeda jauh dan tidak ada unsur kesengajaan.

Tema perjodohan anak SMA bukankan banyak ditemui yang mana judulnya adalah; Suamiku Badboy, Dinikahi Ketua OSIS Galak. Dsb

Cukup sekian jawaban dari saya kurang dan lebihnya mohon maaf.

 

Pertanyaan ke-11

 

★Nama: gilang monoarfa

★Domisili : Sulawesi Tengah

★Pertanyaan: bagaimana cara membuat plot twist yang simpel tetapi mengejewantahkan alur cerita dimaksud?

★Peserta Umum/Perwakilan Media Partner: aninditha literasi author

 

Jawaban :

Hai, Kak!

Terima kasih untuk pertanyaannya. Izin jawab dari versi saya, ya.

 

Buat premis dulu, Kak.

Saya kasih contoh singkat.

Premis: Sepasang kekasih yang jenuh dalam hubungannya.

Plot twist-nya: pembaca mengira mereka akan putus, tapi faktanya kedua female dan male justru memiliki kiat lain. Pada akhirnya mereka tetap bersama, tapi demi membuang rasa jenuh ke satu sama lain mereka memilih jalur saling selingkuh dengan perizinan.

 

Nah, tuh ide buru diketik wkwkw.

 

Cukup sekian jawaban dari saya kurang dan lebihnya mohon maaf.

 

Pertanyaan ke-12

 

★Nama: Rokhmat Hidayat

★Domisili : Pasuruan Jatim

★Pertanyaan:

1. Saat menulis terkadang dalam hati sudah merasa bagus sudah ada feel-nya, tetapi saat ingin menuangkan apa yang tadinya ada dalam kepala, kok, tidak sesuai ekspektasi, ya, Kak. Adakah saran dari Kakak?

2. Saya sangat kesulitan dalam membangun relasi. Rasanya malu, tepatnya minder untuk memulai komunikasi dwngan orang lain. Langkah apa yang harus saya lakukan?

★Peserta Umum/Perwakilan Media Partner: dari nwc ( Novice Writer Community)

 

Jawaban :

Hai, Kak!

Terima kasih untuk pertanyaannya. Izin jawab dari versi saya, ya.

 

1. Nggak semua orang ke mana-mana bawa note, tapi kebanyakan orang susah LDR sama ponsel. Benar tidak? Saat kita dapat ilham, sebaris saja langsung buat ringkasan kasarnya. Atau kalau emang lagi nggak sibuk langsung tuangkan.

Kalau saya suka kecolongan lupa jadi karena setiap hari di depan layar maka, ketika dapat ilham langsung dituangkan, Kak.

Mengenai feel, kira-kira Kakak malu atau tidak jika sebelum publish meminta teman untuk membaca ceritanya? Minta pendapat sebagaimana sebagai pembaca kepada temanmu. Atau jika tidak bisa coba baca keras ceritamu dengan artikulasi. Apakah sudah dapat fee-nya?

Rasa nggak puas hati itu selalu ada, tapi coba sesekali banggailah diri kita. Jika di pandangan kita biasa saja belum tentu di pandangan pembaca juga biasa saja. Ayok lebih percaya diri dan yakinkan kalau Kakak itu bisa.

 

2. Dikira saya langsung punya relasi? Bahkan saking jarang ngumpul, jarang nimbrung saya nggak kenal sama orang-orang, tapi anehnya saya dikenal sebagai penulis cerita ini misalnya. Kita tidak perlu mencari relasi karena saya merasakan dua perbedaan ini. Bersama circle justru produktivitas saya terganggu. Banyak ngobrol dsb. Setelah saya memfokuskan diri ya saya kehilangan teman, tapi imbas positifnya saya jadi produktif dan merasakan kesenangan itu. Karena apa? Kita nggak dibiayai sama relasi, kok. Wkwkw. Namun, kendati demikian relasi emang penting, tapi usahakan pilih. Kita cari relasi yang positif, yang bisa diajak bisnis, yang bisa diajak sharing. Jangan minder karena tak punya relasi. Ada istilah carilah temen penjual minyak wangi. Nah, tahu istilah ini, 'kan? Temenan sama saya aja biar kita ngetik bareng bukan ghibah bareng.

Relasi itu akan datang ketika kita punya nama, punya sesuatu yang pantas kita banggakan. Karena itulah relasi yang positif. Tak perlu mencari pengakuan dsb. Kasih karya kita, tunjukkan kita ini hidup di dunia karena karya kita dikenal.

 

Cukup sekian jawaban dari saya kurang dan lebihnya mohon maaf.

 

 

Pertanyaan ke-13

 

★Nama: Gita Nur Febriani

★Domisili : Sulawesi Selatan

★Pertanyaan: Hallo Kak, saya ingin bertanya gimana si caranya agar tulisan kita banyak di baca di aplikasi platform?

★Peserta Umum/Perwakilan Media Partner: perwakilan media patner dari komunitas Republik bahasa literasi Comunity

 

Jawaban :

Terima kasih untuk pertanyaannya. Izin jawab dari versi saya, ya.

Sejauh yang saya ketahui platform menulis sudah menyediakan ladang sistem promosi by sistem. Dari rekomendasi editor juga karena ini sistem perusahaan. Jadi, besar kemungkinan ada pembaca yang nyantol. Selagi menunggu dibantu sama platform kita coba promosi mandiri dulu, Kak.

Untuk masalah internal kita benahi tulisannya, terlebih dengan tema-tema sesuai target marketing dari platform itu. Misal di kuning lebih laku cerita rumah tangga, pelakor, di Oren lebih laku teenfiction dsb. Nah, kalau tujuan kita menulis untuk cari duit maka kejar target marketing dari platform itu, tapi kalau sekedar hobi maka, tulis suka-suka. Kalau saya begini, Kak. Baru setelah tahu bagaimana siklus dari platform itu mari coba tantangan dengan tema yang berkebalikan.

 

Cukup sekian jawaban dari saya kurang dan lebihnya mohon maaf.

 

Pertanyaan ke-14

 

★Nama: Dwi Noviantiro

★Domisili : Mojokerto

★Pertanyaan:

Terima kasih atas materinya Kak. Izin tanya:

- Tips dan trik membuat kontena visual yang menarik, terkadang iri dan minder melihat karya-karya penulis lain banyak like, komen dan followers (secara saya benar-benar tak ahli desain)?

- Apakah baik membuat cerita dulu setelah itu baru judul? Saya sering begitu.

★Peserta Umum/Perwakilan Media Partner: perwakilan media patner dari Komunitas Freedom Literacy

 

 

 

Jawaban :

 

Hai, Kak!

Terima kasih untuk pertanyaannya. Izin jawab dari versi saya, ya.

1. Wkwkw saya juga nggak pandai main desain-desain, pakai Canva saja, deh. Cover buku aja saya suka beli daripada bikin nggak sesuai ekspektasi. Jangan dibikin ribet wkwkw.

Tapi kalau untuk yang sunnah semisal visual dsb jangan risau yang penting yang wajib (cover) sudah terpenuhi baiknya. Karena cerita juga dilihat dari cover bukunya.

Cari yang tidak ada hak ciptanya. Di sana sudah ada template dan kita tinggal pilih saja.

Kalau like dan komen saya angkat tangan karena itu hak mereka kasih tanggapan. Sejatinya bukan perihal tanggapan mereka, tapi yang terpenting sudah berusaha, sudah kasih visual. Yang menurut kita biasa saja karena tak pandai, maka bisa saja di mata orang yang benar-benar tak pandai justru kelihatan wah, loh. Jangan malu-malu, Kak. Tunjukkan saja. Walau sekedar coret-coretan. Lebih baik jelek karena hasil karya sendiri daripada jelek malah jiplakan. Iya nggak?

 

2. Sama. Wkwwk, aduh jangan-jangan kita berjodoh nih!

Entah kenapa saya juga sering begitu, tingkah kesusahan ada di bagian judul. Pernah saking ruwetnya justru judul dengan nama tokoh utamanya.

Tidak masalah, buat saja sub-bab dan tabung banyak-banyak jika sudah siapkah judulnya. Nggak ada aturan harus judul duluan. Yang penting outline harus disiapkan sebelum menulis, ya.

Cukup sekian jawaban dari saya kurang dan lebihnya mohon maaf.

*Materi ini disampaikan oleh Kak Sasalay1402 dipandu moderator Tiara Novita Sari

*Notulen: Hanni Vinolyta Pramungtyas

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Penulis

Admin Ruang Sekolah

Tulisan Baru
Feb 19, 2024, 12:11 PM - Ruang Sekolah
Feb 19, 2024, 12:09 PM - Ruang Sekolah
Feb 19, 2024, 12:05 PM - Ruang Sekolah
Feb 19, 2024, 12:03 PM - Ruang Sekolah
Feb 19, 2024, 11:59 AM - Ruang Sekolah