7 Cara Memilih Diksi dalam Puisi yang Bagus dan Efektif

Dalam dunia perpuisian terdapat istilah menyentuh, menarik, bersedih dan menyemangat. Puisi termasuk pada istilah tersebut tidak lepas dari memilih diksi yang sesuai dengan ide dan konteks yang akan penulis buat.

Misalnya, puisi tentang kesedihan, maka diksi-diksi di dalamnya mencangkup kesedihan, seperti pilu, sendu, syahdu, air mata dan lain sebagainya. Artinya, antara diksi, konteks dan ide harus menyatu agar puisi itu sampai pada puncak klimaks atau feel.

Baca Juga: SEKOLAH PUISI Intensif 20 Hari, Bimbingan Jadi Penulis & Mentor

Pernah dengar kan? Puisi dapat menyembuhkan orang sakit atau puisi dapat membuat seseorang bahagia atau sedih. Itulah kenapa memilih diksi dalam puisi penting, sebab keutuhan dan keabsahan puisi terlihat dari diksi-diksinya.

Namun, sebelum itu saya akan memberikan pemaparan mulai dari dasar hingga ke tingkat lebih lanjut.

1. Diksi

Menurut Keraf (2008), diksi adalah pemakaian kata yang digunakan untuk dapat menginformasikan sebuah gagasan dalam bentuk kelompok kata yang sesuai serta tepat dalam situasi. Sedangkan menurut Enre, diksi yaitu pilihan kata yang tepat dan selaras dalam mewakili perasaan yang nyata dalam pola sebuah kalimat.

Baca Juga: Diksi: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Pemilihan Diksi

Dari dua pengertian di atas, maka dapat ditarik kesimpulan diksi adalah pilihan kata yang digunakan oleh penulis untuk menggambarkan isi atau cerita dari tulisan yang dibuatnya. Diksi atau biasa disebut dengan untaian kata penuh makna memanglah sangat sakral dimasukkan ke dalam tulisan, baik itu puisi, karangan, cerpen maupun novel.

Diksi dapat membuat kita mengerti tentang karakter penulis hanya dengan pilihan kata-kata yang digunakannya dalam sebuah tulisan dan dapat menjadi pembeda antara penulis satu dengan yang lainnya.[1]

2. Diksi dan Puisi

Setelah kita mengetahui tentang istilah diksi, maka selanjutnya bagaimana posisi atau kedudukan diksi dalam dunia puisi. Seyogyanya, diksi masuk pada karya tulisan yang lain, seperti: cerpen, novel, novelet, cerbung, dan lain sebagainya.

Namun, pemilihan diksi dari tulisan-tulisan tersebut lebih rumit kita memilih diksi pada puisi. Kenapa? Sebab, diksi yang akan dinarasikan dan perwakilan dari imajinasi benar-benar tepat. Selain itu, puisi termasuk karya yang pelit pada diksi. Jadi, pemilihan diksi yang tepat sangat dibutuhkan untuk menghindari pemborosan kata.

Baca Juga: Materi Unsur Fisik Puisi dan Unsur Batin Puisi

Oleh karena itu, diksi dan puisi adalah satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan meskipun sang penyair menemukan karakter sendiri, seperti Afrizal Malna, tetap penyampaiannya berbentuk titik disebut diksi.

3. Memilih Diksi dalam Puisi

Setelah kita mengetahui kedudukan yang sama antara diksi dan puisi, selanjutnya lebih spesifik ke dalam, yaitu memilih diksi dalam puisi.

Seperti yang sudah saya katakan di atas, bahwa puisi yang bagus dilihat dari pemilihan diksi-diksi. Antara pemilihan diksi puisi dengan karya yang lain sangat berbeda, jika kita ditinjau dari aspek kesesuaian dan pemborosan kata.

Ada beberapa teori mudah cara memilih diksi yang bagus bagi puisi kita sendiri, yaitu:

a) Menambah Kosa Kata Baru

Sadar atau tidak, kosa kata adalah asupan energi terpenting bagi manusia selain kebutuhan primer. Manusia mampu berbicara, sebab dalam otaknya terdapat kamus kosa kata yang kapan pun dan di mana pun keluar dengan sendirinya atas perintah panca indra.

Baca Juga: Menulis dan Mendalami Karakter Puisi

Sama halnya dengan puisi agar puisi kita bagus dan sesuai, maka mencari dan menambah kosa kata baru solusi paling tepat. Sebab, salah meletakkan diksi, dapat mengubah makna dan maksud sang penulis.

Contoh: “Ibu! Aku nitip ikan di pasar.” Atau “Ibu! Aku nitip ayam di pasar”

Pada contoh di atas terdapat kata “ikan” dan “ayam”. Keduanya sangatlah beda jika tinjau dari segi kehewanan. Namun, dalam dunia makanan, semuanya sama namun rasanya berbeda.

Dalam berkomunikasi dengan orang lain apabila menitipkan belanjaan di pasar pasti semua lauk pauk dikategorikan ikan. Di sinilah timbul kesalahpahaman antara penitip dan yang dititip sehingga hasil yang di bawah tidak jelas.

b) Kesesuaian Diksi dan Imajinasi

Menyesuaikan diksi dengan imajinasi tanpa didukung kosa kata yang banyak sangat menyulitkan. Sebab, kita akan memilah dan memilih yang cocok dengan penggambaran imajinasi kita sendiri.

Baca Juga: Majas: Pengertian, Fungsi, Macam dan Analisis Contoh

Contoh:

Cintaku bagai salju menusuk kalbu. (Salah)

Cintaku bagai buih lautan menghanyutkan kenangan. (Benar)

Penafsiran: Letak kesalahan contoh pertama pada diksi salju. Jika penulis Indonesia merasakan bagaimana kehidupan salju, maka ia pantas mendeskripsikan suasana atau perasaan pada salju. Sedangkan contoh kedua, kehidupan penulis Indonesia tidak akan lepas dari lautan dan buih. Di sinilah ke-konkret-an diksi pada puisi itu penting untuk mendeskripsikan suasana hati.

c) Kesesuaian Diksi dan Realita

Jika poin kedua diksi dan imajinasi, maka ketiga ada diksi dan realita. Di sini penulis tidak hanya bermodal imajinasi, namun perlu mengaitkan pada realita di sekitar kita.

Baca Juga: Konkret Puisi: Pengertian, Fungsi, dan Pemilihan Diksi Konkret

Contoh:

Suara Klakson motor saling bersapa. (Benar)

Suara bising klakson buatku tenang. (salah)

Penafsiran: Contoh pertama, suara klakson motor atau mobil biasanya yang terjadi di masyarakat untuk saling bersapa jarak jauh atau jarak dekat. Sedangkan, contoh kedua secara realita bising klakson selalu membuat orang tidak tenang.

4. Kesimpulan

Dalam dunia puisi, diksi, imajinasi, pencitraan saling berkaitan untuk mencapai puncak dari puisi itu sendiri atau feel. Seperti puisi, Sapardi Djoko Damono, Chairil Anwar, Acep Zamzam Noer, WS Rendra dan penyair legendaris lainnya yang setiap puisinya menyampaikan diksi sederhana namun memiliki kedalaman imajinasi yang tinggi.

Oleh karena itu, memilih diksi yang tepat dan sesuai dengan konteks dan ide kita dapat menjadi jalan menuju kejayaan perpuisian Indonesia atau setidaknya dapat menemukan karakter dalam puisi kita.

*Materi Qiey Romdani dalam Seminar Nasional bertema “Tips & Trik Pemilihan Diksi dalam Puisi” diselenggarakan Komunitas Gbasa pada Minggu, 20 September 2020.

 

[1] Siswa dan Guru Sekolah, Sekolah Menulis: Materi Lengkap Seputar Puisi, Cerpen, Artikel, dan Motivasi Menulis, (Ruang Sekolah: Sumenep, 2020), hlm. 56. 

 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments
Saiful Bahri - Okt 18, 2020, 6:38 PM - Add Reply

Tercerahkan

You must be logged in to post a comment.

You must be logged in to post a comment.

Related Articles
Penulis

Admin Ruang Sekolah

Tulisan Baru
Mar 2, 2021, 8:17 AM - Ruang Sekolah
Feb 28, 2021, 4:35 PM - HARIYANTI AF.
Feb 22, 2021, 8:00 PM - RISAL