Cara Membuat Cerita Inspiratif yang Berispirasi dan Menggugah Pembaca

Membuat cerita inspiratif adalah suatu keharusan yang perlu penulis lakukan, yakni bagaimana cerita yang dibuat mampu menginspirasi dan menggugah pembaca sehingga nilai positif yang terkandung di dalamnya dapat dipahami dan dipraktekkan di masa depan.

Banyak penulis menuliskan cerita, namun tidak semuanya mampu memberikan inspiratif kepada pembacanya. Sebab, feel atau ruh cerita tersebut tidak sampai dan mengakibatkan cerita tersebut tidak mampu beradaptasi di zaman selanjutnya.

Baca Juga: SEKOLAH PUISI Intensif 20 Hari, Bimbingan Jadi Penulis & Mentor

Contoh sederhananya, cerita tentang Laila dan Majnun. Kisah cinta Islami romantis dan memilukan dari sosok Qais dan Layla yang terhalang cintanya sehingga mereka berdua selalu bersyair dan menginspirasi banyak orang.

Kisah ini sebetulnya sudah dikenal di Persia pada abad ke-9. Namun, kisah cinta ini baru populer setelah dirangkai indah oleh seorang pujangga yang sama-sama asal Persia di abad ke-12 bernama Nizami Ganjavi. Kemudian, diadaptasikan oleh beberapa sastrawan dunia menjadi Kisah Romeo dan Juliet dan juga Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck oleh Buya Hamka.

Baca Juga: Cara Membuat Cerpen yang Menarik, Wajib Kamu Coba

Maka membuktikan Kisah Layla Majnun adalah kisah yang inspiratif dan mampu beradaptasi hingga zaman ini dan kisahnya diingat dan selalu dibaca sampai sekarang.

1. Pengertian Cerita Inspiratif

Cerita inspiratif adalah cerita yang diambil dari kisah nyata untuk memberikan energi positif dan motivasi kepada pembaca lewat cerita.

Berdasarkan definisi di atas, tujuan dari cerita inspiratif tiada lain untuk memotivasi, menginspirasi, memberikan semangat dan sebagainya dalam menghadapi tantangan kehidupan selanjutnya.

Baca Juga: Materi Lengkap Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Cerpen

Maka, di sini penulis dituntut untuk memberikan energi positif kepada pembaca yang dapat membawa alam sadarnya melakukan hal-hal positif.

2. Cara Membuat Cerita Inspiratif

Setelah kita mengetahui definisi di atas, maka selanjutnya yaitu cara membuat cerita inspiratif yang berinspirasi dan menggugah pembaca.

Ada beberapa teori yang perlu diperhatikan dalam membuat cerita inspiratif, yaitu:

a) Menentukan Tema Cerita

Tema adalah ide pokok yang harus ada dalam sebuah cerita. Maka, penulis dituntut untuk menentukan tema cerita dan fokus menuliskan cerita sesuai dengan tema yang telah diusung. Misalnya, cinta, rindu, keluarga, pendidikan dan lain-lain.

Baca Juga: Tema dan Judul: Pengertian, Fungsi, dan Tujuan

b) Membuat Judul Inspiratif

Setiap tulisan tidak lepas dari judul, namun tidak semua judul dapat memberikan inspiratif. Maka, di sini penulis dituntut untuk membuat judul inspiratif yang dapat membawa energi kepada pembaca sebelum membaca isi dari cerita tersebut.

Contoh: Bulan Berlutut di Kaki Preman.

c) Cerita yang Diangkat dari Kisah Nyata

Jika kalian ingin menulis cerita inspiratif, maka dituntut untuk mengangkat dari kisah nyata, seperti kisah nyata Layla dan Majnun atau kisah nyata Bulan Berlutut di Kaki Preman.

Penulis dapat merasakan energi data yang nantinya akan ditulis tanpa berimajinasi terlebih dahulu.

Semisal, cerita yang ditulis Ahmad Tohari berjudul Aku ini Anak Kecil Mengencingi Jakarta? Jika dilihat dari judul memang terkesan imajinatif, namun isi dari cerita tersebut diangkat dari kisah nyata yang pernah penulis lihat.

d) Paragraf Pertama Berkesan

Buatlah paragraf pertama berkesan. Artinya, penulis dituntut menyajikan paragraf pertama yang tidak membosankan kepada pembaca. Sebab, paragraf pertama sebagai penentu pembaca melanjutkan ceritanya.

Adapun membuat paragraf berkesan, kita bisa memulainya dari menulis deskripsi umum cerita, suasana, perasaan, konflik, dan sebagainya yang dikreasikan menjadi narasi yang tidak membosankan.

e) Konflik

Konflik adalah bumbu penyedap rasa bagi suatu cerita. Cerita terasa hambar manakala konfliknya tidak ada. Oleh karena itu, cara membuat cerita inspiratif salah satu elemen pentingnya yaitu menyajikan konflik secara tuntas.

f) Buat Cerita Penuh Emosi dan Emosional

Di sini penulis dituntut untuk membuat cerita yang penuh emosi dan emosional dalam setiap konflik yang disajikan. Dua hal tersebut berbeda dari segi maknanya saja, jika emosi, yaitu pembaca benar-benar terbawa emosi saat membaca cerita tersebut, sementara emosional itu sendiri bersifat kasihan atau kebalikan dari sifat emosi.

Baca Juga: Tokoh dan Penokohan: Pengertian, Jenis, Karakter dan Analisis

g) Dialog Tag dan Bukan Tag

Dialog sendiri berfungsi untuk membuat cerita tersebut berkomunikatif antara penulis dan pembaca. Namun, untuk lebih efektif, yaitu penempatan antara dialog tag dan bukan tag.

Dialog tag adalah frase yang mengikuti dialog, yang menginformasikan identitas si pengucap dialog.

Contoh:

a) "Aku membencimu," kata Arman.

b) "Aku mencintaimu," ujar Aisyah.

c) “Aku sayang kamu,” imbuh Lilis.

Dialog tag biasanya ditandai dengan kata "ujar", "ucap", "kata", dsb. Jika dialog tag-nya ada di akhir, maka akhiri dialog dengan tanda baca koma

Sementara, dialog bukan tag yaitu kalimat aksi atau aktivitas yang mendeskripsikan aktivitas lain si pengucap sambil mengucapkan dialog.

Contoh:

a) "Kemarin aku melihatmu berjalan berdampingan dengan Hurrem." Alvin menatap Lilis tajam.

b) Mata Alvin menatap Aisyah tajam. "Kemarin aku melihatmu bersama Hurrem."

Jika kalimat yang mengikuti dialog bukan dialog tag, maka akhiri dialog dengan tanda titik seperti contoh (a).

Dan jika kalimat tersebut berada di awal sebelum dialog, maka akhiri kalimat itu dengan tanda titik juga, seperti di contoh (b).

h) Membangun Feel Cerita

Cerita berinspirasi adalah cerita yang hidup, seolah pembaca merasakan apa yang dirasakan sang tokoh cerita, Misalnya, kisah pembunuhan maka pembaca akan merasakan perasaan yang teriris saat membaca cerita tragedi pembunuhan tersebut.

Baca Juga: Alur atau Plot: Pengertian, Fungsi, Perbedaan, dan Kaidah

Itu yang namanya Feel. Sederhanya, ruh dalam cerita. Cerita yang hidup, karena setiap alur, sudut pandang, tokoh, penokohan sudah memiliki ruh tersendiri atau feel sehingga pembaca saat membaca tiba-tiba terhanyut, baik keadaan emosi atau emosional.

i) Edit Kembali Tulisan

Point terakhirnya adalah point yang mana penulis dituntut untuk membacanya dan mengedit kesalahan yang terdapat dalam sebuah cerita yang telah kita tulis. Pasalnya, kita tidak akan lepas dari sebuah kebenaran mutlak. Pasti ada kesalahan yang tampak atau terselubung. Maka dari itu, sebagai penulis yang profesional, kita memastikan bahwa penulisan kita tidak banyak salahnya.

Baca Juga: Teknik Swasunting Karya Meraih Kesempurnaan Tulisan

3. Kesimpulan

Cerita inspiratif adalah cerita yang diambil dari kisah nyata untuk memberikan energi positif dan motivasi kepada pembaca lewat cerita.

Contoh sederhananya, cerita tentang Laila dan Majnun. Kisah cinta Islami romantis dan memilukan dari sosok Qais dan Layla yang terhalang cintanya sehingga mereka berdua selalu bersyair dan menginspirasi banyak orang.

Kisah ini sebetulnya sudah dikenal di Persia pada abad ke-9. Namun, kisah cinta ini baru populer setelah dirangkai indah oleh seorang pujangga yang sama-sama asal Persia di abad ke-12 bernama Nizami Ganjavi. Kemudian, diadaptasikan oleh beberapa sastrawan dunia menjadi Kisah Romeo dan Juliet dan juga Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck oleh Buya Hamka.

*Materi Qiey Romdani dalam Seminar Nasional bertema “Aturan dalam menulis Cerita Inspiratif” diselenggarakan Komunitas Kuncup Imajinatif Club (KIC) pada Senin, 21 September 2020.

 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Related Articles
Penulis

Admin Ruang Sekolah

Tulisan Populer
Feb 19, 2024, 12:11 PM - Ruang Sekolah
Des 5, 2023, 10:45 PM - Ruang Sekolah
Jul 12, 2020, 7:59 PM - Ruang Sekolah
Tulisan Baru
Feb 19, 2024, 12:11 PM - Ruang Sekolah
Feb 19, 2024, 12:09 PM - Ruang Sekolah
Feb 19, 2024, 12:05 PM - Ruang Sekolah
Feb 19, 2024, 12:03 PM - Ruang Sekolah
Feb 19, 2024, 11:59 AM - Ruang Sekolah