Cair Oktober! Bantuan BLT Dana Desa 100 Persen Tersalurkan, Simak Penjelasannya

Ruang Sekolah - Bantuan Subsidi Langsung Tunai atau BLT Dana Desa telah cair di bulan Oktober. Bantuan ini diberikan kepada masyarakat yang terdampak pandemi secara ekonomis dan kesehatan.

Seperti kita ketahui sebelumnya, pemerintah di bulan Oktober telah menyalurkan beberapa bantuan kepada masyarakat yang terdampak pandemi, baik secara individual atau lewat UMKM.

Baca Juga: Menjaga Kebersihan Menurut Pandangan Islam, Demi Menghindari Penyebaran Virus Covid19

 

Misalnya, BLT Banpres UMKM, Prakerja, BLT Kemnaker, dan BLT Dana Desa. Bantuan tersebut diberikan bertujuan untuk pemulihan ekonomi nasional bagi masyarakat.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskanda mengatakan bantuan BLT subsidi dana desa di bulan Oktober sudah tersalurkan 100 persen kepada masyarakat.

Baca Juga: Polemik BLT Dana Desa

 

"BLT Dana Desa tersebut merupakan dana bantuan yang disalurkan kepada warga desa yang terkena dampak pandemi COVID-19, baik secara kesehatan maupun ekonomi," ujar Gus Menteri di Jakarta, dikutip Ruang Sekolah dari Antara News.

Berdasarkan data Kemendes PDTT per 22 Oktober 2020, BLT Dana Desa telah disalurkan kepada 7.997.269 keluarga penerima manfaat (KPM) di 74.184 desa dari total 74.957 desa di seluruh Indonesia.

Gus Menteri menambahkan selisih 773 desa lainnya merupakan desa-desa yang memang tidak termasuk ke dalam daftar desa yang layak menyalurkan BLT Dana Desa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain di desa tertentu mungkin semua warganya mampu, tidak ada warga miskinnya, sehingga desa tersebut tidak layak menyalurkan BLT Dana Desa.

Baca Juga: Tradisi Perjodohan Orang Madura Khususnya Desa Gersik Putih

 

Selanjutnya, di suatu desa yang tidak bisa disalurlan BLT Dana Desa difaktorin telah mendapatkan bantuan melalui program Jaring Pengaman Sosial lain dari Kementerian Sosial (Kemensos) atau antar warga saling memberikan bantuan subsidi kepada warga lain yang dibutuhkan.

"Contohnya di Malang. Mereka gotong royong untuk mensubsidi warga yang miskin," kata Gus Menteri.

Faktor lainnya adalah karena status sebuah daerah yang secara administratif belum bisa disebut sebagai sebuah desa, sehingga daerah tersebut tidak berhak untuk mendapatkan dana yang dapat disalurkan kepada warganya dalam bentuk BLT Dana Desa.

"Bisa juga warga di sebuah desa tidak menerima BLT Dana Desa, misalnya karena BPDnya belum terbentuk," kata Mendes.

Gus Menteri menegaskan bantuan BLT Subsidi Dana Desa dapat dipastikan telah tersalurkan secara tepat. Hal ini dibuktikan dengan data yang menunjukkan bahwa mayoritas atau 88 persen KPM yang menerima BLT Dana Desa adalah keluarga yang berprofesi sebagai petani atau buruh tani.

"Dari 7,9 juta KPM, 88 persennya adalah petani dan buruh tani. Hal itu sudah sangat sesuai dengan kondisi desa yang mayoritasnya adalah buruh tani," imbuhnya.

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Related Articles
Penulis

Admin Ruang Sekolah

Tulisan Baru
Agt 28, 2021, 8:15 PM - Ruang Sekolah
Agt 27, 2021, 11:00 PM - Pohon Jalang
Agt 27, 2021, 10:59 PM - karduskarton