Bangkit atau Menyerah, Pilihan Ada di Tanganmu

Halo kawan-kawan, aku mau bertanya sama teman-teman nih. Pernah tidak kalian merasa bahwa masalah yang kalian hadapi itu sangat berat, seakan tak bisa lagi untuk kalian selesaikan sendiri. Seolah masalah yang kalian hadapi adalah masalah paling berat yang pernah ada? 

Jika pernah, berarti kita sama. Aku pernah merasakan hal yang sama. Masalah silih berganti menghampiri, tak pernah bosan dan tak mengenal lelah. Selalu menghantui dalam setiap langkah. Namun, apa yang kalian lakukan saat menghadapi perasaan yang demikian? Apakah memilih untuk tetap berada di posisi terendah itu atau berusaha untuk bisa bangkit dan menyelesaikan semua masalah yang menurut pandangan kalian itu sangat besar.

Baca juga: Jalan Keberhasilan, Tiru Modelnya dan Raih Buahnya

Begini kawan, ketika ada masalah yang menghampirimu. Sebesar apa pun masalah itu, sesulit apap un masalah itu. Hadapi, senyumi dan berdoalah pada Allah. Minta kekuatan dan kemampuan darinya. Bukan malah menghakimi diri sendiri dengan kalimat, "Aku kalah, aku menyerah, aku sudah lelah berjuang. Aku ingin berhenti, tak ada gunanya terus berusaha. Nyatanya, aku tak sekuat dan semampu apa yang mereka pikir."

Hem, ayolah kawan. Jangan pernah ragu dengan kemampuan dirimu sendiri. Jika kamu sendiri ragu, bagaimana orang lain akan meyakinkan dirimu? Bagaimana orang lain akan membantu mengeluarkanmu dari kesusahan hati yang sedang kaualami. Sedang dirimu sendiri sudah mengklaim "tidak bisa" sebelum melakukan perubahan. Sebelum memulai untuk bangkit. 

Segala sesuatu di dunia ini, selalu ada permulaannya. Maka dari itu, jika kamu benar-benar punya tekad yang kuat untuk keluar dari zona tidak nyaman yang menghimpitmu setiap saat. Berusahalah yakinkan dirimu sendiri, berusahalah untuk berpikir positif tentang dirimu sendiri. 

Kalian pasti sering mendengar ungkapan ini, "Kalau bukan kamu yang memulai perubahan pada dirimu, siapa lagi?"

Hem, aku sangat setuju dengan kalimat tersebut. Sebab, yang memahami dirimu adalah kamu bukan orang lain. Coba buka pikiran, perbanyak membaca, lakukan sesuatu yang bermanfaat. Ubah pola pikir juga penting. Dari yang dahulunya sering menganggap diri tidak bisa, harus ubah menjadi bisa. 

Saat kamu putus cinta misalnya atau sedang patah hati. Jangan terlalu larut dengan persoalan patahnya tetapi fokuslah pada dirimu sendiri. Fokuslah pada apa yang telah menjadi cita-cita dan impianmu sebelumnya. 

Baca Juga: Adakah Cinta dalam Diriku?

Jika sekarang si dia memutuskanmu atau meninggalkanmu dengan cara yang tragis hingga kamu merasa sangat terpukul, sangat patah hati. Sampai berkata, "Bagaimana aku bisa tanpa dia, dia adalah hidupku, dia adalah nafasku."

Hum, aku sendiri pernah patah hati, tetapi aku mencoba untuk bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari apa yang telah terjadi. Bisa saja itu adalah teguran atau memang bukan dia yang terbaik untuk dirimu. 

Jika kamu bilang, "Aku tidak yakin akan ada orang yang bisa menggantikannya." Hem, sepertinya kamu masih meragukan tentang kehebatan dirimu. Ayo dong, jadi orang jangan terlalu lemah. Masa hanya persoalan diputusin sama si dia saja sudah lemas. 

Harusnya kamu jangan mau terlihat lemah di depan si dia sedelah diputusin. Harusnya justru bersikap kebalikannya, jangan tampakkan padanya bahwa kamu patah hati karenanya. Itu justru akan membuat dia tertawa dan merasa bahwa dia memang sangat kamu butuhkan dan membuatnya menjadi semena-mena kepadamu. 

Hey, ini hanya dunia kawan. Ayolah, bangkit dari segala keterpurukan yang menjadi bebanmu. Lupakan dan ikhlaskan. Bangkit atau menyerah, itu semua ada di tanganmu. Kamu yang berhak memilih mana yang terbaik untuk dirimu dan mana yang buruk. Sebab hidupmu adalah milikmu. Bukan milik orang lain.

Sekian. 

 

Adiva Azzahra, 

Gowa, 27 Januari 2020

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments
Penulis Senja - Jan 29, 2020, 12:15 AM - Add Reply

Otw nangis. 😢😢

You must be logged in to post a comment.

You must be logged in to post a comment.

Tulisan Populer
Mei 14, 2020, 4:39 PM - Aswan
Apr 11, 2020, 5:49 PM - Ruang Sekolah
Feb 1, 2020, 1:53 PM - Sumarni Safaruddin
Jun 1, 2020, 10:08 AM - Ruang Sekolah