Asupan Gizi Energi bagi Penulis yang Wajib Kamu Ketahui

Di zaman milenial ini, tentu seorang penulis banyak dicari. Ia dibutuhkan jasanya untuk menuliskan sesuatu yang diinginkan pelanggan. Misalnya, menjadi Gost Writers, atau penulis lepas. Juga, didukung beberapa platfrom yang menyediakan wadah baik yang berhonor atau tempat menuangkan hobi. Hal ini, derajat seorang penulis sudah diangkat.

Tambah tahun, penulis Indonesia semakin bertambah pesat. Hal ini terbukti dengan banyaknya grup online Literasi yang menjadi wadah belajar bagi siapa pun. Ada juga, grup Literasi yang sudah disetting menjadi sekolah Menulis secara online. Meskipun berdominan yang gratis daripada berbayar. Niat awal menjadi seorang penulis hebat tetap kokoh dan terus menggema.

Namun, meski banyaknya grup Literasi.  Setiap bulan calon penulis akan berhenti. Salah satu sebabnya adalah Writers Block.  Menurut Joko Pinorbo, Writers Block tidak ada, tapi masih menjadi penyakit bagi penulis pemula untuk melangkah. Bahkan dalam beberapa seminar atau diskusi, masih saja penyakit itu dipertanyakan. 

Oleh karena itu, menurut pemahaman saya, bahwa terjadinya Writers Block karena difaktorin satu hal, yaitu kurangnya energi menulis. 

Ya, setiap penulis memiliki energi sesuai kadar yang ia peroleh. Bagikan, seorang makan akan beda energinya daripada yang tidak makan. Nah, makanan yang diperoleh penulis untuk mendapatkan energinya kembali akan diulas di bawah ini:

1. Buku

Buku adalah energi terpenting sebagai asupan gizi bagi penulis. Ia dapat menuliskan sesuatu, melalui pengumpulan diksi dari buku. Juga, dapat meniru karakter orang lewat buku yang ditulis sang profesional. Bukan hal yang lumrah lagi,  menjadi penulis hebat adalah pembaca yang hebat. Pertanyaannya, berapa buku yang kamu baca selama seminggu?

2. Riset

Selain buku, yang penting lainnya adalah riset. Sebab, menulis buku hanya mengandalkan imajinasi saja tidaklah cukup. Menulis butuh pada indra yang terdapat dalam tubuh. Artinya, dalam melakukan riset agar data itu banyak, maka indra dalam tubuh, seperti: mata,  hidung, lidah, telinga,  kulit, dan hati difungsikan sebaik mungkin. 

Riset di sini diperoleh berbagai cara,  seperti wawancara,  terjun langsung pada TKP, berpikir, dan sebagainya. Hal tersebut, sebagai alat untuk mendapatkan data bagi tulisannya. Biasanya ini cocok bagi penulis ilmiah yang mengkobinasikan antara fakta dan analisis.

3. Bersantai

Ya, siapa pun ingin bersantai apalagi seorang penulis. Tentu Bersantai adalah tempat ternyaman merehatkan dari kepayahan menulis. Namun, Bersantai saat lelah saja. Artinya, jangan berlehai-lehai sementara tugas tulisannya belum kelar juga. Hal tersebut berdampak pada rasa malas dan bosan untuk menulis. Akhirnya, naskah yang belum rampung menjadi korban. 

4. Doa

Doa adalah jurus maha dahsyat bagi siapa pun, termasuk juga seorang penulis. Ia memposisikan sebagai hamba kepada Tuhan. Ia meminta apa pun yang diinginkan demi kelancaran menulisnya. Oleh karena itu, gunakan doa sebagai jalan menuntaskan segala macam lakukan dalam menulis. Mintalah pada Tuhanmu. Ia akan mengabulkan doamu.

Dari 4 energi tersebut harus dimiliki dan tertanam bagi penulis, khususnya bagi calon penulis. Sebab, menjadi seorang penulis membutuhkan proses yang panjang. Terkadang harus jatuh bangun demi mencapai cita-cita. 

 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Penulis
Tulisan Populer
Tulisan Baru
Jul 27, 2022, 10:34 PM - Andi Anis Magfiroh
Jul 27, 2022, 9:46 PM - Andi Anis Magfiroh
Jul 27, 2022, 8:08 PM - Andi Anis Magfiroh
Jul 27, 2022, 7:40 PM - Andi Anis Magfiroh