Artikel Persuasi: Pengertian, Fungsi, Jenis dan Contoh Analisis

Artikel adalah tulisan yang dituangkan melalui media online maupun offline di mana artikel tersebut mengandung ide atau fakta yang bertujuan untuk meyakinkan, menghibur dan mendidik pembaca.

Seperti pembahasan Artikel persuasi adalah tulisan atau karangan yang tuangkan melalui beberapa media, baik media offline maupun online, di mana tulisan tersebut terkandung muatan pembujukan kepada pembaca untuk melakukan suatu hal sesuai yang disampaikan oleh penulis.

Baca Juga: Cara Mudah Menulis Artikel yang Baik dan Benar untuk Penulis Pemula

A. Pengertian Artikel Menurut Para Ahli:

1. Andi Baso Mappatoto (1994): artikel adalah karya tulis lengkap, tulisan nonfiksi, dan karangan tertulis yang panjangnya tak tentu.

2. Al-‘Aqli: artikel merupakan sebuah tulisan yang ditulis oleh masing-masing disiplin ilmu dan setiap pembahasan dikaji dan diselesaikan dengan cara tuntas, lugas dan jelas sehingga para pembaca dapat mengambil inti sari dari sebuah karangan yang ditulis.

3. Sumandiria (2004): artikel merupakan sebuah tulisan lepas yang berisikan opini atau pendapat seseorang yang mengupas tuntas tentang sebuah masalah yang sifatnya aktual dan biasanya kontroversial dengan tujuan untuk mempengaruhi, memberitahu, meyakinkan dan menghibur para pembaca.

B. Pengertian Persuasi atau Persuasif:

Persuasi atau persuasif berarti mengajak, membujuk atau menyuruh. Jadi bisa kita definisikan bahwa persuasi atau persuatif adalah ajakan kepada seseorang dengan cara memberikan alasan dan prospek baik yang meyakinkan.

C. Pengertian Artikel Persuasi Menurut Para Ahli:

1. Menurut Targian (1994:113): karangan atau artikel persuasif adalah karangan yang dapat menarik minat dan dapat meyakinkan bahwa pengalaman membaca merupakan suatu hal yang penting.

2. Menurut Kaffer (2001:119): menjelaskan bahwa artikel persuasi bertujuan untuk mengubah pikiran orang lain agar dapat menerima dan melakukan sesuatu yang kita inginkan.

3. Menurut Kaffer (2011:118): artikel persuasi merupakan usaha untuk membujuk seseorang untuk mau mengikuti tujuan yang dikehendaki tanpa paksaan.

Artikel Persuasi: Pengertian, Fungsi, Jenis dan Analisis

D. Fungsi Artikel Persuasi

Seperti yang sudah dijelaskan dalam pengertian artikel persuasi. Tujuan dari artikel  persuasi sendiri ialah untuk mempengaruhi atau mengajak pembaca mempercayai, melakukan atau melaksanakan apa yang disampaikan oleh penulis.

E.  Jenis Artikel Persuasi:

1.    Persuasi Propaganda

Merupakan jenis artikel persuasi yang berbeda dengan jenis yang lain. Karena artikel persuasi propaganda ini memiliki keinginan kuat untuk mempengaruhi dan menyakinkan pembaca agar mempercayai suatu hal yang telah dijelaskan oleh penulis. Artikel persuasi propaganda banyak ditemukan pada media cetak, seperti koran, majalah, pamflet, tabloid, dan lain lain.

2.    Persuasi Politik 

Merupakan artikel persuasi yang digunakan dalam bidang politik, seperti mengajak pembaca untuk bergabung ke dalam partai, maupun mengajak pembaca untuk berpartisipasi dalam bidang politik. 

3. Persuasi Pendidikan

Persuasi pendidikan adalah jenis artikel persuasi yang digunakan dalam bidang pendidikan. Artikel ini biasanya berfungsi untuk menyampaikan himbauan atau pesan-pesan pendidikan. 

Baca Juga: Cara Menulis Artikel Jurnal Akademisi

4.    Persuasi Advertensi

Merupakan artikel persuasi yang digunakan dalam bidang periklanan. Paragraf ini berfungsi untuk mempengaruhi calon konsumen untuk membeli barang atau jasa yang ditawarkan oleh penulisnya.

F. Memadukan Motivasi dan Fakta

Keterampilan menulis karangan persuasi tergolong keterampilan yang tidak mudah dikuasai. Hal tersebut dikarenakan penulis persuasi harus mampu memengaruhi pembaca agar percaya dan bersikap sesuai apa yang diungkapkannya. Pernyataan-pernyataan yang diungkapkan harus disertai dengan fakta-fakta yang mendukung dan membuktikan gagasan-gagasan penulisnya sehingga dibutuhkan pengetahuan dan pengalaman yang luas agar penulis mampu meyakinkan pembaca terhadap isi tulisannya.

Nah, salah satu motivasi untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan persuasi siswa adalah menerapkan pendekatan kontekstual dan media iklan layanan masyarakat dalam pembelajaran menulis karangan persuasi. Pembelajaran tersebut menuntut siswa untuk menguasai kompetensi dasar yang telah disebutkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), yaitu siswa dapat menulis gagasan untuk meyakinkan atau mengajak pembaca bersikap atau melakukan sesuatu dalam bentuk paragraf persuasif.

Pendekatan kontekstual merupakan suatu konsep belajar di mana guru menghadirkan situasi dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan konsep itu, hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa.

Dengan pendekatan kontekstual, proses belajar mengajar akan terasa lebih hidup. Siswa akan merasa lebih dilibatkan, sedangkan guru hanya sebagai mediator dan fasilitator. Siswa akan mengetahui betapa bermanfaatnya materi pelajaran yang dipelajari untuk kehidupan mereka di masyarakat.

Berdasarkan pengamatan di kelas, proses pembelajaran menulis karangan persuasi dilakukan dengan ceramah dan hanya menjelaskan materi menulis karangan persuasi dengan disertai contoh. Hal ini berdampak pada motivasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Selain itu, perilaku sebagian besar siswa masih belum menunjukkan perilaku yang positif ketika pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu, pembaharuan dalam pembelajaran menulis karangan persuasi perlu dilakukan.

Dalam proses pembelajaran kontekstual, siswa diharapkan dapat memahami apa dan bagaimana menulis karangan persuasi yang baik. Siswa juga berlatih menyelesaikan langkah-langkah pemecahan suatu masalah dengan diberikan bantuan secukupnya dari guru sebagai mediator dan fasilitator. Dengan motivasi pembelajaran yang demikian, siswa diharapkan dapat bersifat aktif dan kreatif, khususnya dalam menulis karangan persuasi.

G. Analisis Artikel Persuasi

Permasalahan Pendidikan Di Indonesia[1]

Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Ini dibuktikan antara lain dengan data UNESCO (2000) tentang peringkat Indeks Pengembangan Manusia (Human Development Index), yaitu komposisi dari peringkat pencapaian pendidikan, kesehatan, dan penghasilan per kepala yang menunjukkan, bahwa indeks pengembangan manusia Indonesia makin menurun. Di antara 174 negara di dunia, Indonesia menempati urutan ke-102 (1996), ke-99 (1997), ke-105 (1998), dan ke-109 (1999).

Kualitas pendidikan Indonesia yang rendah itu juga ditunjukkan data Balitbang (2003) bahwa dari 146.052 SD di Indonesia ternyata hanya delapan sekolah saja yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Primary Years Program (PYP). Dari 20.918 SMP di Indonesia ternyata juga hanya delapan sekolah yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Middle Years Program (MYP) dan dari 8.036 SMA ternyata hanya tujuh sekolah saja yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Diploma Program (DP).

Menurut survei Political and Economic Risk Consultant (PERC), kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Posisi Indonesia berada di bawah Vietnam. Data yang dilaporkan The World Economic Forum Swedia (2000), Indonesia memiliki daya saing yang rendah, yaitu hanya menduduki urutan ke-37 dari 57 negara yang disurvei di dunia. Dan masih menurut survai dari lembaga yang sama Indonesia hanya berpredikat sebagai follower bukan sebagai pemimpin teknologi dari 53 negara di dunia.

Penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia antara lain adalah masalah efektifitas, efisiensi dan standardisasi pengajaran. Hal tersebut masih menjadi masalah pendidikan di Indonesia pada umumnya. Adapun permasalahan khusus dalam dunia pendidikan yaitu:

1. Rendahnya kualitas guru.

2. Rendahnya sarana fisik.

3. Rendahnya kesejahteraan guru.

4. Rendahnya prestasi siswa.

5. Rendahnya kesempatan pemerataan pendidikan.

6. Rendahnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan.

7. Mahalnya biaya pendidikan.

Cara melaksanakan pendidikan di Indonesia sudah tentu tidak terlepas dari tujuan pendidikan di Indonesia, sebab pendidikan Indonesia yang dimaksud di sini ialah pendidikan yang dilakukan di bumi Indonesia untuk kepentingan bangsa Indonesia. Pengembangan pikiran sebagian besar dilakukan di sekolah-sekolah atau perguruan-perguruan tinggi melalui bidang studi-bidang studi yang mereka pelajari. Pikiran para siswa atau mahasiswa diasah melalui pemecahan soal-soal, pemecahan berbagai masalah, menganalisis sesuatu serta menyimpulkannya.

 

Solusi dari saya untuk permasalahan tersebut secara garis besar yang dapat diberikan yait:

Perkembangan dunia di era globalisasi ini memang banyak menuntut perubahan sistem pendidikan nasional yang lebih baik serta mampu bersaing secara sehat dalam segala bidang. Salah satu cara yang harus dilakukan bangsa Indonesia agar tidak semakin ketinggalan dengan negara-negara lain adalah dengan meningkatkan kualitas pendidikannya terlebih dahulu. Dengan meningkatnya kualitas pendidikan berarti sumber daya manusia yang terlahir akan semakin baik mutunya dan akan mampu membawa bangsa ini bersaing secara sehat dalam segala bidang di dunia internasional.

Solusi lainnya adalah dengan mengubah sistem-sistem sosial yang berkaitan dengan sistem pendidikan. Seperti sistem pendidikan sangat berkaitan dengan sistem ekonomi. Sistem pendidikan di Indonesia sekarang ini, yang berprinsip antara lain meminimalkan peran dan tanggung jawab negara dalam urusan publik, termasuk pendanaan pendidikan. Menyangkut perihal pembiayaan seperti rendahnya sarana fisik, kesejahteraan guru, dan mahalnya biaya pendidikan berarti menuntut juga perubahan sistem ekonomi yang ada. Akan sangat kurang efektif kita menerapkan sistem pendidikan Islam dalam atmosfer sistem ekonomi kapitalis yang kejam.

Maka sistem kapitalisme saat ini wajib dihentikan dan diganti dengan sistem ekonomi Islam yang menggariskan bahwa pemerintah-lah yang akan menanggung segala pembiayaan pendidikan negara. Rendahnya kualitas guru, misalnya, di samping diberi solusi peningkatan kesejahteraan, juga diberi solusi dengan membiayai guru melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dan memberikan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas guru.

Rendahnya prestasi siswa, misalnya, diberi solusi dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas materi pelajaran bukan dengan meningkatkan jam belajar yang berlebihan karena setiap pelajar memiliki kemampuan yang berbeda dan sudah banyak dipenuhi pembelajaran di luar sekolah, tetapi harus juga meningkatkan alat-alat, sarana dan prasarana pendidikan, dll.

Harapan dari apa yang sudah saya baca mengenai “Permasalahan Pendidikan di Indonesia”: yaitu agar pendidikan di Indonesia semakin meningkat dan semakin membaik. Dengan syarat perubahan dilakukan dari diri sendiri untuk pendidikan Indonesia yang lebih baik lagi. Dan pemerintah tidak hanya merubah suatu sistem begitu saja tetapi harus melihat kondisi siswa atau siswi yang menjalankan pendidikan itu sendiri.

Yang akan saya lakukan untuk pendidikan Indonesia adalah menanamkan kesadaran diri untuk mempunyai rasa bahwa betapa pentingnya pendidikan dan selalu bersyukur bahwa kita masih bisa terus mengejar pendidikan yang lebih baik. Maka dari itu saya akan terus belajar dan belajar untuk mencapai pendidikan yang terbaik hingga bisa mempunyai banyak ilmu pengetahuan dan Insyaallah apabila saya bisa akan membuka sekolah kecil khusus untuk orang-orang yang kurang beruntung untuk saya berbagi ilmu kepada mereka. Maju terus pendidikan Indonesia!

H.   Kesimpulan

Inti dari materi ini adalah bahwa "Artikel Persuasi" digunakan oleh penulis untuk menuangkan ide gagasan menulisnya sebagai media untuk membujuk, mengajak, dan mempengaruhi para pembaca agar mengikuti himbauan penulis, serta agar para pembaca juga tergoda untuk membeli suatu produk atau jasa.

Nah penerapan paling mudah untuk memotivasi siswa dalam menuangkan ide gagasan melalui paragraf persuasi adalah dengan melalui pendekatan kontekstual dan iklan layanan masyarakat kepada siswa. Karena itu akan membuat proses pembelajaran lebih hidup dan bermakna. Mungkin dengan dilakukannya hal tersebut membuat siswa lebih mudah dalam memahami materi seputar karangan persuasi.

*Penulis: Muhammad Azhar S.Putra, Sausan Inayah, Andi Try Suci Ramadhani, Sovia Aprilina, dan Lailil Farokhah.


[1] Artikel Permasalahan Pendidikan di Indonesia https://www.kompasiana.com/barlyputra/artikel-permasalahan-pendidikan-di-indonesia_54f5f1a4a333116a018b4601 (Diakses tanggal 04 Juni 2020 jam 24.30).

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Related Articles
Penulis

Admin Ruang Sekolah

Tulisan Baru
Agt 28, 2021, 8:15 PM - Ruang Sekolah
Agt 27, 2021, 11:00 PM - Pohon Jalang
Agt 27, 2021, 10:59 PM - karduskarton