Analisis Sikap Terhadap Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Proses Evaluasi

Analisis Sikap Terhadap Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Proses Evaluasi-Oskamp (1991) mengemukakan bahwa sikap dipengaruhi oleh proses evaluatif yang dilakukan individu. Oleh karena itu, mempelajarai sikap berarti perlu juga mempelajarai faktor-faktor yang mempengaruhi proses evaluatif, di antaranya adalah:

1)      Faktor-faktor genetik dan fisiologis: sebagai mana dikemukakan bahwa sikap dipelajari, namun demikian individu membawa ciri sifat tertentu yang menentukan arah perkembangan sikap ini. Di lain pihak, faktor fisiologis ini memainkan peranan penting dalam pembentukan sikap melalui kondisi-kondisi fisiologis, misalnya usia, atau sakit sehingga harus mengkonsumsi obat tertentu. Misalnya waktu masih muda, individu mempunyai sikap negatif terhadap obat-obatan, tetapi setelah menderita sakit sehingga secara rutin harus mengkonsumsi obat-obatan tertentu. Contoh lain selama masa muda, individu suka music rock & roll yang suaranya keras, namun setelah tua lebih suka musik klasik.

 

2)      Pengalam personal: faktor lain yang sangat menentukan pembentukan sikap adalah pengalaman personal atau orang yang berkaitan dengan sikap tertentu. Pengalaman personal yang langsung di alamai memberikan pnegaruh yang lebih kuat daripada pengalaman yang tidak langsung. Menurut Oskamp, dua aspek yang secara khusus memberi sumbangan dalam pembentukan sikap. Pertama adalah peristiwa yang memberikan kesan kuat pada individu (salient incident), yaitu peristiwa traumatik yang merubah secara drastis kehidupan individu, misalnya kehilangan anggota tubuh  karena kecelakaan. Kedua yaitu munculnya objek secara berulang-ulang ( repeated exposure). Contoh yang sangat bagus untuk aspek ini adalah iklan album musik. Semakin sering sebuah musik di putar di berbagai media maka semakin besar kemungkinan ornag akan menyukainya. Contoh lain adalah tingginya frekuinsi dua orang berjumpa dan kerjasama, kemungkinan akan tumbuh rasa suka antara satu dengan lainya, atau dikenal juga dengan pepetah dlam bahasa jawa witing tresno jalaran soko kulino.

3)      Pengaruh orang tua: orang tua snagat besar pengaruhnya terhadap kehidupan anak-anaknya. Sikap orang tua akan dijadikan role model bagi anak-anaknya. Contoh peristiwa yang dapat digunakan untuk menjelaskan hal ini adalah orang tua pemusik, akan cenderung melahirkan anak-anak yang juga senag musik.

4)      Kelompok sebaya atau kelompok masyarakat memberi pengaruh kepada individu. Ada kecenderungan bahwa seorang individu berusaha untu sama  dengan teman sebayanya atau sekelompoknya (Ajzen menyebutnya dengan normative belief). Seorang anak nakal yang bersekolah dan berteman dengan anak-anak santri kemungkinan akan berubah menjadi anak tidak nakal lagi.

5)      Media masa adalah media yang hadir di tengah-tengah masyarakat. Berbagai riset menunjukan bahwa foto model yang tampil di media masa membangun sikap masyarakat bahwa tubuh langsing tinggi adalah terbaik bagi seorang wanita. Demikian pula halnya dengan iklan makanan yang dihadirkan di media sangat mempengaruhi perilaku makan masyarakat. Oleh karena itu, media massa banyak digunakan oleh partai partai politik untuk mempengaruhi masyarakat dalam pemilihan umum.

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Related Articles
Penulis
Tulisan Baru
Okt 17, 2021, 11:12 PM - Della putri utami
Okt 17, 2021, 11:03 PM - Andi Anis Magfiroh
Okt 8, 2021, 12:01 AM - Regita Putri Cahyani
Okt 7, 2021, 11:55 PM - Ilham Saifullah