8 Tanda Baca Sesuai Ejaan Bahasa Indonesia Beserta Contohnya

Dalam dunia tulis menulis, Tanda Baca Sesuai Ejaan Bahasa Indonesia adalah hal yang paling penting dilakukan penulis agar tulisannya kredibel dan terlihat profesional. 

Misalnya, kalian menulis puisi, cerpen, artikel, esai, dan sebagainya. Semua tulisan tersebut tetap akan mematuhi tanda baca agar terlihat profesional.

Baca Juga: Materi Lengkap Seputar Puisi dan Contohnya

Maka dari itu, saya akan menjelaskan 8 Tanda Baca Sesuai Ejaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, di antaranya:

8 Tanda Baca Sesuai Ejaan Bahasa Indonesia Beserta Contohnya

1. Tanda Noktah atau titik ( . )

Titik digunakan sebagai tanda penutup di akhir kalimat (fungsi lain cek pada referensi). Titik menandakan intonasi datar/normal. Misal:

Hari demi hari berlalu

aku masih tetap membisu

tak tau apa maumu.

Sedangkan titik-titik (…………) bisa dimaknai sebagai “saat hening/ renungan”, speechless – perasaan yang tidak dapat diwakili kata-kata, petunjuk adanya jeda periode waktu, atau emosi yang mengambang. Tergantung pada peletakannya. Bedakan emosi bait di atas dengan:

Hari demi hari berlalu

aku masih tetap membisu

tak tau apa maumu

…..

2. Tanda koma ( , )

Tanda koma berguna untuk memisahkan beberapa hal, sebagai tanda berhenti-sementara dalam membaca, juga penggabungan dua kalimat (kadang dimanfaatkan sebagai pengganti kata ganti). Perbedaan peletakan koma bisa dimaknai sebagai perbedaan fokus pada puisi. Misal bandingkan

Hari demi hari, berlalu

aku masih tetap membisu

tak tau apa maumu.

Dengan Tanda Baca Lainnya, seperti:

Hari demi hari berlalu

aku, masih tetap membisu

tak tau apa maumu.

3. Tanda tanya atau soal ( ? )

Tanda tanya mengakhiri suatu kalimat tanya. Juga menegaskan unsur pertanyaan pada kalimat yang tidak mengandung kata tanya. Kesannya adalah bimbang, ingin tahu, heran, dan semacamnya.

4.Tanda seruan ( ! )

Tanda seru digunakan sesudah penyataan yang berupa seruan, perintah, atau rasa emosi yang kuat. Bandingkan emosi pada:

“Aku tak tau, apa maumu?” dengan

“Aku tak tau, apa maumu!”

Semakin banyak tanda seru, kesannya adalah seruan yang makin tegas atau kasar.

5. Tanda sempang/ tanda hubung ( - )

Tanda ini berfungsi menyambungkan dua kata, Atau justru bisa berkesan memisahkan dua hal.

6. Tanda noktah bertindih/ titik dua ( : )

Tanda ini digunakan sebelum penjabaran akan sesuatu. Dalam puisi, bait-bait di belakang tanda ini seolah-olah merupakan penjabaran dari kata di depannya.

7. Tanda titik koma (;)

Titik koma digunakan untuk memisahkan bagian-bagian/ kalimat-kalimat yang bernilai setara.

8. Huruf besar

Dalam bahasa tulis, peran utama huruf besar adalah sebagai huruf awal suatu kalimat. Sehingga penggunaan huruf besar pada awal larik-larik puisi bisa mengesankan bahwa kalimat itu “penting”, “berdiri sendiri”, atau terpisah dari kalimat di atasnya, bandingkan pembacaan bait di atas bila ditulis:

Hari demi hari berlalu

Aku masih tetap membisu

Tak tau apa maumu

 

Penggunaan huruf-huruf besar semuanya, memberikan kesan sesuatu yang sangat PENTING, tegas, atau sebuah TERIAKAN:

Hari demi hari berlalu

Aku masih tetap membisu

TAK TAU APA MAUMU

 

Tanda jeda untuk menentukan irama

/ : berhenti satu ketukan, untuk menyatakan satuan makna frasa

// : berhenti dua ketukan, untuk menyatakan satuan makna kalimat

/// : berhenti agak lama atau tiga ketukan, untuk menyatakan satuan paragraf.

 

Tanda intonasi

ᴧ : suara perlahan sekali seperti berbisik

ᴧᴧ : suara perlahan

ᴧᴧᴧ : suara sangat keras seperti berteriak

V : Tekanan kata sangat Pendek

VV : Tekanan kata agak pendek

VVV : Tekan kata agak panjang

 

Itulah beberapa tanda baca sesuai ejaan yang baik dan benar. Semoga bermanfaat dan tulisan yang dihasilkan akan terlihat profesional.

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Related Articles
Tulisan Populer
Mei 14, 2020, 4:39 PM - Aswan
Jun 1, 2020, 10:08 AM - Ruang Sekolah
Jun 10, 2020, 4:58 PM - Ruang Sekolah
Feb 1, 2020, 1:53 PM - Sumarni Safaruddin