5 Teknologi Utama Penopang Pembangunan Di Era Revolusi Industri 4.0

Dampak revolusi industri 4.0 sudah semakin terasa di zaman sekarang. Hal ini dapat dibuktikan dengan munculnya berbagai kebutuhan yang serba online, seperti ojek online, jual beli online, pembayaran online, dan banyak lagi. Dapat dikatakan bahwa saat ini merupakan masa peralihan dari revolusi Industri 3.0 ke Revolusi Industri 4.0.

Baca Juga: Bisnis Online Menjanjikan Kaya hanya Duduk Manis di Rumah

Revolusi Industri 4.0 merupakan transformasi komprehensif dari keseluruhan aspek produksi di industri melalui penggabungan teknologi digital dan internet dengan industri konvensional. Konsep penerapannya berpusat pada otomatisasi. Dibantu teknologi informasi dalam proses pengaplikasiannya, keterlibatan manusia dalam prosesnya dapat berkurang. Dengan demikian, evektifitas dan efisiensi pada suatu lingkungan kerja dapat bertambah.

Indonesia telah berkomitmen dan siap menerapkan industri 4.0 untuk membangun indsutri manufaktur yang berdaya saing global. Komitmen Indonesia ini ditandai dengan diluncurkan "Making Indonesia 4.0" oleh Presiden Joko Widodo pada awal April 2018. Penamaan Making Indonesia 4.0 ini menurut Jokowi sangat tepat. Karena memiliki arti yang bagus, yakni membangun kembali perindustrian Indonesia ke era baru pada revolusi industri keempat dan merevitalisasi industri nasional secara menyeluruh.

"Harapannya dengan implementasi Industri 4.0, Indonesia dapat mencapai Top Ten (10 besar) ekonomi global pada tahun 2023 melalui peningkatan angka ekspor netto kita kembalikan sebesar 10 persen dari PDB," kata Presiden Jokowi.

Dalam Revolusi Industri, setidaknya ada lima teknologi yang menjadi pilar utama dalam mengembangkan sebuah industri siap digital, yaitu: Internet of Things, Big Data, Artificial Intelligence, Cloud Computing dan 3D Printing.

1. Internet of Things

Internet of Things (IoT)Internet of Things (IoT)

Internet of Things (IoT) merupakan sebuah konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus-menerus. Adapun kemampuan seperti berbagi data, remote control, dan sebagainya, termasuk juga pada benda di dunia nyata. Contohnya bahan pangan, elektronik, koleksi, peralatan apa saja, termasuk benda hidup yang semuanya tersambung ke jaringan lokal dan global melalui sensor yang tertanam dan selalu aktif. Contoh aplikasi IoT di Indonesia adalah: Gowes (IoT untuk bike sharing), eFishery (IoT pemberi pakan ikan otomatis), Qlue (IoT untuk smart city), dan Hara (IoT untuk pangan dan pertanian).

2. Big Data

Big DataBig Data

Big Data adalah istilah yang diberikan pada kumpulan data yang berukuran sangat besar dan kompleks, sehingga tidak memungkinkan untuk diproses menggunakan perangkat pengelola database konvensional ataupun aplikasi pemroses data lainnya. Jumlah data yang telah dibuat dan disimpan pada tingkat global hari ini hampir tak terbayangkan jumlahnya. Data tersebut terus tumbuh tanpa henti. Artinya, Big Data memiliki potensi tinggi untuk mengumpulkan wawasan kunci dari informasi bisnis.

Baca Juga: Rahasia Cek Video atau Foto Hoak atau Asli Lewat Fitur Yandex

3. Artificial Intelligence

Artificial IntelligenceArtificial Intelligence

Artificial Intelligence (AI) adalah kecerdasan buatan, yaitu sebuah kondisi ketika sebuah mesin mampu meniru fungsi kognitif yang dikaitkan dengan pikiran manusia. AI merupakan sebuah teknologi komputer atau mesin yang memiliki kecerdasan layaknya manusia dan bisa diatur sesuai keinginan manusia. AI dapat bekerja dengan mempelajari data, semakin banyak banyak data yang diterima dan dianalisis, semakin baik pula AI dalam membuat prediksi. Aplikasi chatbot dan pengenalan wajah (face recognition) merupakan salah satu contoh penerapan AI.

Baca Juga: Mengenal Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan)

4. Cloud Computing

Cloud ComputingCloud Computing

Cloud Computing atau komputasi awan merupakan teknologi yang memanfaatkan layanan internet menggunakan pusat server yang bersifat virtual dengan tujuan pemeliharaan data dan aplikasi. Keberadaan komputasi awan jelas akan menimbulkan perubahan dalam cara kerja sistem teknologi informasi dalam sebuah organisasi. Hal ini karena komputasi awan melalui konsep virtualisasi, standarisasi dan fitur mendasar lainnya dapat mengurangi biaya Teknologi Informasi (TI), menyederhanakan pengelolaan layanan TI, dan mempercepat penghantaran layanan.

5. 3D Printing

3D Printing3D Printing

3D Printing (3DP) dikenal sebagai manufaktur aditif. Teknologi ini dapat digunakan untuk membuat komponen dengan cepat dalam bentuk kompleks apa pun dengan penggunaan material secara akurat melalui pemodelan padat sesuai dengan model Computer-Aided Design (CAD) atau Computed Tomography (CT) scan di bawah kendali komputer. Teknologi 3D printing ini menggunakan proses additive dimana setiap lapian dari berbagai material tercetak satu persatu dalam berbagai bentuk yang berbeda sebelum menjadi model digital yang siap diinginkan sehingga lapisan-lapisan ini menjadi suatu objek yang nyata.

 

 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Related Articles
Penulis
Tulisan Populer
Tulisan Baru
Jun 19, 2021, 10:43 PM - Pipin Pirmansyah
Jun 19, 2021, 10:41 PM - Rini Risdayanti
Jun 19, 2021, 10:33 PM - Pohon Jalang
Jun 19, 2021, 10:28 PM - Khurri Ulya