5 Kata Mutiara Sahabat Nabi Muhammad Yang Tidak Akan Membuatmu Kecewa

Berikut ini lima kata mutiara sahabat Nabi Muhammad SAW yang tidak akan membuatmu kecewa, mulai dari Ali Bin Abi Thalib maupun Umar bin Khattab.

Lima kata mutiara sahabat Nabi Muhammad SAW akan selalu memberikan dampak positif kepada diri kita sendiri.

Sebagai manusia, yang mana tempat salah dan lupa menjadikan sifatnya sering lalai dan mudah tergiur dalam sihir hipnotis dunia yang merajuk.

Seringkali seseorang terbuai oleh naluri yang menghantui fikirannya sendiri. Apalagi bagi sosok pribadi yang cenderung introvert, kurang terbuka, dan sukar memikirkan hal-hal yang menjerumuskan dirinya terhadap prasangka buruk yang nyatanya bersumber dari sifat pesimisnya yang berhasil membuat kalut dalam obsesi yang buruk.

Baca Juga: Model Green House Sederhana Serta Manfaaat yang Didapatkan

Perlunya untuk membangun kesadaran terhadap diri adalah membuat alarm pengingat dan sering mengintrospeksi diri.

Salah satunya adalah suka membaca kata mutiara yang disampaikan oleh orang-orang mulia, yang bisa menumbuhkan kembalinya diri kita terhadap pemikiran yang baik dan jiwa yang senantiasa ingat bahwa dalam dunia sesaat ini akan sangat disayangkan jika dipakai untuk berpikir hal yang tidak berguna.

Kebiasaan membaca memang tidak dimiliki oleh semua orang, namun ketika ada sebuah kata yang menarik, mampu menciptakan daya takjub yang memikat minat baca yang dimiliki seseorang.

Untuk itu, bagi mereka yang lebih menyukai hal yang singkat tapi memikat, kata mutiara sangat cocok guna dijadikan alarm pembantu dalam kehidupan sehari-hari agar nafsu manusia dapat direm dari hayalan rumus dunia yang menggairahkan. Sehingga hati seseorang akan tersentuh dan mindset mereka akan kembali pada sang maha takdir tanpa mengeluh.

Baca Juga: 5 Ciri Orang Mati Rasa Wajib Kamu Ketahui!

Diantara kata mutiara sahabat nabi yang patut diteladani adalah sebagai berikut :

1. “Apa yang menjadi takdirmu akan mencari jalannya sendiri untuk menemukanmu” _ Ali Bin Abi Thalib

Seringkalinya manusia melupakan poin penting dari kalimat ini. Yaitu ketika seseorang belum mendapat posisi yang nyaman dalam kehidupannya sangat suka memvonis bahwa tuhan itu tidak adil. Dan nyatanya pernyataan itu salah.

Semua takdir yang kehendak masing-masing hamba sudah menjadi tanggungjawab tuhan untuk mengatur dan menatanya sesuai tempat dan porsi terbaik.

Hanya saja hal itu belum sampai kepadamu, dan bagian takdirmu belum terbentuk jalannya untuk sampai menemukanmu.

Baca Juga: 7 Quotes Bijak Presiden Indonesia Soekarno Hingga Jokowi

Dan yang harus dilakukan bukan menuntut lebih, menyalahkan tuhan, atau mengeluh. Melainkan kamu harus lebih bijak dalam menyikapi kehidupan ini, tunggu dan bersabarlah. Tingkatkan ibadahmu hingga tuhan dengan mudah menyampaikan jatah terbaikmu menurut takdir.

2. “Jangan pernah percaya terhadap kepribadian seseorang, sampai kamu membuktikannya saat ia marah” _ Umar Bin Khattab

Setiap orang memiliki sifat yang berbeda-beda dan rentan bagi semua orang untuk berubah – ubah dalam sikapnya.

Ketika kita mengenal orang baru dalam dunia kita, sangat sulit memastikan bagaimana sifat dan karakter yang dimiliki orang tersebut. Tidak semua orang punya niat yang baik dan tidak sedikit pula mempunyai niat yang buruk.

Salah satu cara antisipasi bukan melulu berprasangka buruk terhadap sifat seseorang, melainkan menilainya ketika ia sedang marah.

Orang yang berhati besar akan sangat mudah mengontrol emosinya dalam keadaan apapun. Dan sebaliknya, jika orang beremosional tinggi tidak diragukan lagi bahwasanya ia akan dengan mudah menyakiti hati orang lain dan sukar memikirkan perasaan orang.

Baca Juga: Contoh Kebudayaan Indonesia yang Mulai Hilang

3. “Terkadang orang yang dengan masa lalu paling buruk, bisa menciptakan masa depan yang cerah” _ Umar Bin Khattab

Kilas menjadikan pengalaman adalah guru terbaik. Namun tidak semua orang bisa. Belajar dari pengalaman akan dengan mudah dilakukan oleh orang yang selalu berpandangan positif sehingga apapun yang sudah berlalu menimpanya adalah motivasi esok hari untuk melakukan hal-hal baru.

Dari kalimat ini kita sadar bahwa semua orang tidak memiliki masa lalu yang baik namun banyak orang sukses yang belajar dari masalalu untuk masadepan yang baik.

Baca Juga: Tips Bangun Kepercayaan Diri dengan Memperbanyak Bersyukur

Sangat mudah dan antusias jika kita melihat kesuksesan orang lain yang sekarang tampak dengn jelas, namun kita tidak akan tahu seberapa banyak masa sulit yang mereka hadapi dimasa lalu.

Sebab tidak ada keberhasilan yang diraih dengan instan, melainkan harus menempuh kesulitan untuk dijadikan tantangan.

4. “Orang yang memandang dirinya buruk, maka dia adalah orang baik. Dan siapa yang memandang dirinya baik, maka dia adalah orang yang buruk” _Ali Bin Abi Thalib

Kesimpulannya, orang yang baik tidak perlu menunjukkan kebaikan atas dirinya. Dan secara tidak sulit hal baiknya akan diketahui dunia dengan sendirinya.

Ibarat kata langit yang tinggi tidak pernah menunjukkan bahwa dirinya tinggi. Begitu sebaliknya, orang buruk karena kesombongannya dengan mudah dihancurkan oleh keangkuhannya sendiri.

Sehingga mereka disibukkan menunjukkan kepada dunia terkait usahanya dengan kepercayaan diri yang tinggi. Padahal hal ini merupakan sikap yang dibenci oleh Allah swt.

Baca Juga: Tulisan Tangan Mencerminkan Kepribadian Seseorang, Masa Sih?

5. “Seorang teman tidak bisa dianggap teman, sampai ia diuji dalam tiga kesempatan.pada waktu dibutuhkan, dibelakang kamu, dan setelah kematian kamu” _Ali Bin Abi Thalib

Zaman sekarang sangat sulit untuk menyeleksi mana yang benar-benar teman atau teman yang hanya datang saat butuh tambal.

Makanya untuk menaruh sebuah kepercayaan pada sosok teman hendaknya diuji dalam berbagai hal, teman yang baik akan datang tidak saat membutuhkanmu saja melainkan ketika kamu memerlukan adanya bantuan dia selalu hadir dan kian ada disampingmu.

Lalu ketika dibelakang kamu, teman yang baik tidak akan membicarakan keburukanmu melainkan selalu menjadi suporter terdepan dalam sekian usahamu.

Dan setelah kematianmu, ia benar-benar merasa kehilangan dan tidak pernah mengungkit kekurangan yang pernah kamu lakukan, dan doa baiknya menjadi asupanmu setelah engkau telah tiada.

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Related Articles
Penulis

Halo sahabat pena ! , nama saya LAIL panjangnya lailil farokhah ... asli berkelahiran dikota soto lamongan 19 mei 2002, status sebagai pelajar dirumah saja, baru dikejutkan pemerintah bahwa lulus sekolah MAN dengan mudah dan surprise seindonesia jalur korona. Dan alhamdulillah sekarang sudah menjadi mahasiswa UIN sunan ampel surabaya prodi pendidikan bahasa arab. saya suka menulis, lebih suka lagi tulisan saya disaingi oleh penulis penulis hebat dalam dunia jurnalistik ini. saya gemar berkarya, lebih giat lagi jika karya ini tak terhenti di file PC ku saja. Mohon kebijakan nya membantu impian saya agar tulisan saya dikenal sejarah. karena jika kalian bukan anak raja, maka menulislah Terimakasih Salam karya !

Tulisan Populer
Tulisan Baru
Jul 29, 2021, 3:27 PM - Ruang Sekolah
Jul 28, 2021, 9:18 PM - Ine Inayah
Jul 27, 2021, 1:04 AM - Imroatul Khofifah
Jul 25, 2021, 10:12 PM - Ine Inayah